Tag Archives: Jaden Smith

The 34th Annual Razzie Awards Winners List

movie43Seperti biasa. Sebelum Hollywood merayakan film-film terbaiknya di sepanjang satu tahun terakhir esok hari, Golden Raspberry Awards Foundation tidak lupa memastikan bahwa dunia turut mengingat karya-karya terburuk Hollywood yang dirilis pada tahun 2013 lalu lewat The 34th Annual Razzie Awards. Secara mengejutkan, film Grown Ups 2 (2013) yang meraih nominasi terbanyak untuk penyelenggaraan Razzie Awards tahun ini justru pulang dengan tangan hampa. Adalah Movie 43 (2013) yang justru meraih gelar Worst Picture sekaligus memenangkan Worst Director dan Worst Screenplay. Tiga “penghargaan” raihan Movie 43 juga berhasil disamai oleh film After Earth. Film arahan M. Night Shyamalan tersebut “berhasil” meraih gelar Worst Actor untuk Jaden Smith, Worst Supporting Actor untuk Will Smith dan Worst Screen Combo untuk kolaborasi ayah dan anak tersebut. Ouch!

Continue reading The 34th Annual Razzie Awards Winners List

Advertisements

The 34th Annual Razzie Awards Nominations List

27th Annual Razzie Awards - Worst Picture - "Basically, It Stinks, Too"They’re back! Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sehari menjelang Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengumumkan deretan film-film terbaik peraih nominasi Academy Awards, Golden Raspberry Award Foundation turut hadir untuk memeriahkan awards season dengan mengumumkan nominasi Razzie Awards yang akan diberikan pada film-film berkualitas buruk yang dirilis di sepanjang satu tahun terakhir. Untuk pelaksanaannya yang ke-34 kali ini, film Grown Ups 2 (2013) yang dibintangi oleh Adam Sandler berhasil menjadi film dengan raihan nominasi terbanyak. Film tersebut berhasil menyabet sebanyak delapan nominasi termasuk nominasi untuk Worst Picture, Worst Director, Worst Screenplay serta tiga nominasi akting untuk Sandler (Worst Actor), Taylor Lautner (Worst Supporting Actor) dan Salma Hayek (Worst Supporting Actress). Yikes!

Continue reading The 34th Annual Razzie Awards Nominations List

Review: After Earth (2013)

after-earth-header

First of alllet’s just be clear about one thing. Melihat bagaimana kualitas presentasi cerita beberapa film M. Night Shyamalan terakhir, rasanya tidak seorangpun yang harusnya masih menantikan Shyamalan kembali hadir dengan kualitas yang serupa seperti yang pernah ia hadirkan dahulu dalam The Sixth Sense (1999). On the other hand, rasanya adalah suatu hal yang jelas pula bahwa hingga saat ini, Shyamalan sama sekali belum pernah hadir dengan kualitas film yang benar-benar buruk. Baiklah, Lady in the Water (2006), The Happening (2008) maupun The Last Airbender (2010) mungkin sulit diterima banyak orang sebagai deretan karya yang menonjol karena jalan cerita yang cenderung datar, membosankan atau gagal tergarap dengan baik. Pun begitu, harus diakui, bahkan dalam filmnya yang dianggap memiliki kualitas terlemah, Shyamalan mampu menghadirkan alur cerita serta desain produksi yang masih sanggup memberikan filmnya beberapa poin keunggulan.

Continue reading Review: After Earth (2013)

Review: Justin Bieber: Never Say Never (2011)

Silahkan angkat tangan Anda kalau Anda adalah salah satu orang yang merasa sedikit terganggu ketika mendengar seseorang mengucapkan bahwa mereka adalah penggemar Justin Bieber. Anda tidak sendirian. Berbanding lurus dengan jutaan penggemar setia (baca: maniak) yang selalu memuja dan membicarakannya, Bieber memiliki jutaan orang lainnya yang sangat membenci kehadiran dirinya. Justin Bieber: Never Say Never adalah sebuah film dokumenter yang berisi kumpulan penampilan Bieber di atas panggung serta sekelumit perjalanan karirnya yang terlihat seperti berusaha untuk memenangkan hati sekelompok orang yang selama ini selalu memandang sebelah mata terhadap kehadirannya. Mungkin Anda akan membenci mendengar hal ini, namun Justin Bieber: Never Say Never, dalam suatu cara, akan berhasil melakukan hal tersebut.

Continue reading Review: Justin Bieber: Never Say Never (2011)

Review: The Karate Kid (2010)

Welcome to 1984!

Hollywood minggu ini sepertinya berusaha untuk membawa para penontonnya ke tahun ’80-an. Setelah merilis  The A-Team yang cukup berhasil menghibur, di minggu yang sama Hollywood juga merilis The Karate Kid, sebuah film keluarga yang dirilis pada tahun 1984 dan sempat sukses baik secara kritikal dan komersial. Jika pada film aslinya tokoh pengajar karate diperankan oleh aktor berdarah Jepang, Pat Morita, yang berhasil mendapatkan nominasi Best Actor in a Supporting Role di ajang Academy Awards untuk perannya di film tersebut, maka dalam versi terbarunya, aktor legendaris asal Hong Kong, Jackie Chan, yang menerima kehormatan untuk memainkan peran tersebut.

Continue reading Review: The Karate Kid (2010)