Tag Archives: Indy Barends

Review: My Sassy Girl (2022)

Ketika dirilis pada dua dekade lalu, kesuksesan besar yang mampu diraih oleh My Sassy Girl (Kwak Jae-yong, 2001) tidak hanya menjadikan film komedi romansa tersebut menjadi salah satu film dengan pendapatan terbesar sepanjang masa di Korea Selatan. Kesuksesan My Sassy Girl, secara perlahan, juga menyebar ke sejumlah negara di berbagai wilayah Asia dan menjadi salah satu momen krusial bagi Korean wave yang menandai kebangkitan minat dunia atas berbagai produk kultur pop yang berasal dari Korea Selatan – yang, tentu saja, kemudian terus meningkat hingga mendominasi dunia hiburan hingga saat ini. Keberhasilan film yang dibintangi Jun Ji-hyun dan Cha Tae-hyun itu lantas coba diteruskan dengan sebuah sekuel berjudul My New Sassy Girl (Joh Keun-shik, 2016) – yang, sayangnya, gagal untuk merebut perhatian penikmat film dunia, diadaptasi menjadi serial televisi, serta dibuat ulang oleh sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat, India, China, Filipina, dan Indonesia. Continue reading Review: My Sassy Girl (2022)

Review: Bebas (2019)

Sunny mungkin merupakan salah satu film drama komedi bertema persahabatan terbaik sekaligus paling hangat yang pernah diproduksi oleh industri film Korea Selatan. Dirilis pada tahun 2011, film arahan sutradara Kang Hyeong-cheol tersebut tidak hanya berhasil meraih kesuksesan secara komersial – dengan pendapatan sebesar US$51.1 juta, Sunny merupakan film dengan raihan pendapatan terbesar kedua pada tahun 2011 dan menjadi salah satu film dengan pendapatan terbesar sepanjang masa di Korea Selatan hingga saat ini – namun juga mampu meraih pujian luas dari kalangan kritikus film serta meraih sembilan nominasi di ajang The 48th Annual Grand Bell Awards dan memenangkan dua diantaranya, Best Director dan Best Editing. Seperti halnya kesuksesan Miss Granny (Hwang Dong-hyuk, 2015) – yang di Indonesia diadaptasi dan dirilis dengan judul Sweet 20 (Ody C. Harahap, 2017), Sunny lantas diadaptasi menjadi film layar lebar di sejumlah negara lain. Kolaborasi antara produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza yang sebelumnya telah menghasilkan Athirah (2016), Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016) dan Kulari ke Pantai (2018) menangani adaptasi Sunny di Indonesia dan merilisnya sebagai Bebas. Continue reading Review: Bebas (2019)

Review: Red CobeX (2010)

Walaupun memulai debut penyutradaraannya pada film 30 Hari Mencari Cinta (2004) yang sangat bertema girly, nama Upi Avianto sendiri mungkin lebih banyak dikenal melalui film-film bertema maskulin dan keras yang ia kerjakan selanjutnya, seperti Realita, Cinta dan Rock ‘n Roll (2006), Radit dan Jani (2008) serta Serigala Terakhir (2009). Lewat Red CobeX, sebuah film komedi yang ia rilis tahun ini, Upi sepertinya mencoba sebuah tema baru yang ingin ia tawarkan pada penikmat film Indonesia.

Continue reading Review: Red CobeX (2010)