Tag Archives: Hugh Skinner

Review: Mamma Mia! Here We Go Again (2018)

Lily James dan Amanda Seyfried adalah Vito Corleone dan Michael Corleone – karakter yang diperankan oleh Robert de Niro dan Al Pacino pada film The Godfather Part II (Francis Ford Coppola, 1974) – dalam Mamma Mia! Here We Go Again. Wellmaybe not. Namun, naskah cerita Mamma Mia! Here We Go Again yang ditulis oleh sutradara film ini, Ol Parker (Now is Good, 2012), berdasarkan konsep cerita garapan Catherine Johnson dan Richard Curtis, memang mengikuti pola pengisahan The Godfather Part II yang mengeksplorasi kisah masa muda dari karakter sentral dalam film sebelumnya, The Godfather (Coppola, 1972), dan di saat yang bersamaan turut berkisah mengenai bagaimana anak dari sang karakter sentral berusaha untuk meneruskan usaha maupun cita-cita dari sang karakter sentral tersebut. Dan, mengingat kita sedang berada dalam semesta pengisahan Mamma Mia!, deretan lagu-lagu milik grup vokal asal Swedia, ABBA, siap untuk turut menemani pada setiap adegannya. Menyenangkan? Tentu saja. Tapi apakah Mamma Mia! Here We Go Again mampu menggapai tingkatan kesenangan yang dahulu pernah dihantarkan oleh Mamma Mia! The Movie (Phyllida Lloyd, 2008)? Continue reading Review: Mamma Mia! Here We Go Again (2018)

Advertisements

Review: Les Misérables (2012)

les-miserables-header

Walau ketika mendengar judul Les Misérables Anda kemungkinan besar akan langsung dapat membayangkan puluhan film adaptasi novel legendaris berjudul sama karya Victor Hugo yang telah dirilis sebelumnya – termasuk Les Misérables arahan Richard Boleslawski yang dirilis pada tahun 1935 dan berhasil mendapatkan nominasi di kategori Best Picture pada ajang Academy Awards, namun Les Misérables arahan Tom Hooper (The King’s Speech, 2010) adalah film layar lebar pertama yang merupakan adaptasi dari drama panggung musikal karya Alain Boublil dan Claude-Michel Schönberg yang telah begitu popular semenjak dipentaskan pada tahun 1985. Berbeda dengan film musikal kebanyakan, Hooper memperlakukan Les Misérables layaknya sebuah pertunjukan drama panggung: setiap dialog dan interaksi antar karakter disajikan dalam bentuk nyanyian serta setiap pemeran diharuskan untuk menyanyikan langsung dialog tersebut selama proses produksi Les Misérables berlangsung. Sebuah tantangan yang jelas memiliki resiko tinggi. Namun apakah Hooper mampu menghantarkan drama panggungnya sendiri dengan baik?

Continue reading Review: Les Misérables (2012)