Tag Archives: History

Review: Dallas Buyers Club (2013)

Dallas Buyers Club (Truth Entertainment/Voltage Pictures, 2013)
Dallas Buyers Club (Truth Entertainment/Voltage Pictures, 2013)

(Mungkin) Bosan dengan gelar sebagai aktor yang paling dapat diandalkan untuk tampil bertelanjang dada dalam sebuah film drama komedi romantis, Matthew McConaughey mulai menata kembali karirnya (dan imejnya) di Hollywood dengan membintangi film The Lincoln Lawyer (2011) arahan Brad Furman serta Bernie arahan Richard Linklater yang dirilis pada tahun 2012. Dan berhasil! Perpaduan antara materi cerita yang tepat dengan kemampuan akting yang handal sekaligus kharisma yang begitu memikat berhasil memberikan penyegaran pada karir berakting McConaughey yang sebelumnya mulai terasa berjalan monoton. Di tahun-tahun berikutnya, McConaughey terus membuktikan kehandalan aktingnya melalui pilihan film serta peran yang begitu bervariasi – seperti yang ia tunjukkan pada Dallas Buyers Club dimana ia McConaughey berperan sebagai seorang pria penderita AIDS akut dengan jangka waktu kehidupan yang diprediksi tidak akan berjalan lama lagi.

Continue reading Review: Dallas Buyers Club (2013)

Review: 12 Years a Slave (2013)

12 Years a Slave (Regency Enterprises/River Road Entertainment/Plan B Entertainment/New Regency Pictures, Film4, 2013)
12 Years a Slave (Regency Enterprises/River Road Entertainment/Plan B Entertainment/New Regency Pictures, Film4, 2013)

Dengan naskah yang ditulis oleh John Ridley (Red Tails, 2012) berdasarkan memoir berjudul Twelve Years a Slave: Narrative of Solomon Northup, a Citizen of New-York, Kidnapped in Washington City in 1841, and Rescued in 1853 yang ditulis oleh Solomon Northup, 12 Years a Slave mencoba untuk berkisah mengenai seorang pria Afro-Amerika merdeka yang terjebak dalam tindak perbudakan di masa-masa ketika warga kulit hitam di Amerika Serikat masih dipandang sebagai warga kelas bawah. Kisahnya sendiri diawali dengan memperkenalkan Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor), seorang Afro-Amerika yang bekerja sebagai seorang tukang kayu dan pemain bola serta tinggal bersama istri, Anne (Kelsey Scott), dan kedua anak mereka, Margaret (Quvenzhané Wallis) dan Alonzo (Cameron Zeigler), di Saratoga Springs, New York, Amerika Serikat. Suatu hari, Solomon mendapatkan tawaran bekerja sebagai seorang musisi selama dua minggu di Washington DC oleh dua orang pria, Brown (Scoot McNairy) dan Hamilton (Taran Killam). Karena tertarik dengan sejumlah uang yang ditawarkan oleh kedua pria tersebut, Solomon akhirnya menerima tawaran mereka. Sial, begitu tiba di Washington DC, Solomon justru dijebak dan dijual sebagai seorang budak.

Continue reading Review: 12 Years a Slave (2013)