Tag Archives: Harry Melling

Review: The Devil All the Time (2020)

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Donald Ray Pollock – yang juga bertugas sebagai narator bagi jalan pengisahan film ini, The Devil All the Time akan membawa penontonnya ke dalam perjalanan sepanjang dua dekade bersama dengan sejumlah karakter yang jelas merupakan karakter-karakter terburuk – dalam artian sifat, bukan dari kualitas penulisan – yang pernah ditampilkan dalam sebuah linimasa pengisahan sebuah film. Dengan durasi penceritaan sepanjang 138 menit, sutradara Antonio Campos (Christine, 2016) secara perlahan membedah setiap karakter, membangun konflik yang menghubungkan antara satu karakter dengan yang lain, sekaligus menghadirkan kengerian akan berbagai hal buruk yang dapat dilakukan oleh manusia. Bukan sebuah perjalanan cerita yang cukup mudah untuk diikuti – khususnya ketika Campos memilih untuk membalut filmnya dengan atmosfer gambar dan pengisahan yang lumayan kelam. Namun, di saat yang bersamaan, tatanan pengisahan pilihan Campos mampu secara efekif meninggalkan kesan mendalam yang jelas tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja. Continue reading Review: The Devil All the Time (2020)

Review: Waiting for the Barbarians (2020)

Merupakan film berbahasa Inggris perdana bagi sutradara berkewarganegaraan Kolombia, Ciro Guerra (Embrace of the Serpent, 2015), Waiting for the Barbarians adalah sebuah film drama yang kisahnya diadaptasi dari novel garapan J. M. Coetzee berjudul sama. Alur ceritanya sendiri berkisah tentang seorang petugas hukum (Mark Rylance) yang bertugas untuk mengawasi sebuah wilayah di suatu kerajaan. Kondisi wilayah yang diawasi oleh sang petugas hukum sebenarnya berjalan dengan tatanan hukum. Namun, kekacauan mulai timbul ketika wilayah tersebut kedatangan seorang anggota pasukan militer kerajaan, Colonel Joll (Johnny Depp), yang menduga bahwa wilayah yang diawasi oleh sang petugas hukum telah disusupi orang-orang yang berniat untuk melakukan pemberontakan. Colonel Joll bahkan menjalankan aksi hukumnya sendiri yang mengutamakan unsur kekerasan. Niat sang petugas hukum untuk memberikan perlawanan kemudian berakhir tragis ketika dirinya lantas dituduh telah melakukan tindakan pengkhianatan dan diberikan hukuman berat.

Continue reading Review: Waiting for the Barbarians (2020)

Review: The Lost City of Z (2017)

Dengan film-film seperti The Immigrant (2013), Two Lovers (2008) atau We Own the Night (2007) berada dalam filmografinya, The Lost City of Z jelas merupakan sebuah wilayah pengarahan yang jauh berbeda bagi seorang James Gray. Berbeda dengan film-film arahan Gray sebelumnya yang memiliki nada pengisahan drama dengan latar kota New York dan desain produksi minimalis, The Lost City of Z merupakan sebuah petualangan berskala epik yang membutuhkan garapan produksi yang megah. Beruntung, tantangan tersebut bukanlah sebuah masalah besar bagi pengarahan cerdas seperti yang selalu ditunjukkan oleh Gray dalam film-filmnya. Dengan kehandalannya, Gray mampu mengeksekusi film ini menjadi sebuah presentasi yang puitis sekaligus begitu mengikat secara emosional serta tampil dengan deretan keindahan gambar yang sangat membuai. Sebuah pencapaian yang menjadikan The Lost City of Z sebagai film terbaik arahan Gray hingga saat ini. Continue reading Review: The Lost City of Z (2017)