Tag Archives: Goran D. Kleut

Review: Alien: Covenant (2017)

Lima tahun setelah merilis Prometheus – sebuah pembuka bagi serangkaian film yang semenjak awal telah direncanakan menjadi prekuel bagi seri film Alien (1979 – 1997), Ridley Scott melanjutkan petualangannya dalam menjelajah angkasa luar lewat Alien: Covenant. Tidak seperti Prometheus, yang dengan bantuan penulis naskah Jon Spaihts dan Damon Lindelof kemudian menjadikan film tersebut sebagai sebuah sajian yang berisi berbagai filosofi mengenai asal-usul kehidupan manusia diatas permukaan Bumi, Alien: Covenant terasa seperti usaha Scott untuk memberikan filmnya berbagai ciri khas seri film Alien yang telah begitu familiar dan dicintai oleh banyak penggemarnya. Tentu, pilihan tersebut mampu menjadikan Alien: Covenant tampil dengan warna pengisahan yang lebih menegangkan. Sayangnya, di saat yang bersamaan, pilihan untuk menyajikan formula cerita yang (terlalu) familiar justru membuat film ini kehilangan sentuhan inovatif yang biasanya selalu hadir dalam seri film Alien. Continue reading Review: Alien: Covenant (2017)

Advertisements

Review: Hacksaw Ridge (2016)

Masih ingat ketika Clint Eastwood merilis dua film bertema peperangan di tahun 2006 yang lalu? Well… Jika Billy Lynn’s Long Halftime Walk arahan Ang Lee adalah Flags of Our Fathers yang lebih terasa personal, meditatif dan berfokus pada sisi drama dari penceritaannya maka Hacksaw Ridge milik Mel Gibson adalah Letters from Iwo Jima yang mengandalkan banyak adegan aksi di tengah laga peperangan – meskipun juga sama sekali tidak pernah kehilangan kontrol akan sisi penceritaan dramanya. And let’s just say… Sama seperti halnya Flags of Our Fathers dibandingkan dengan Letters from Iwo Jima, Hacksaw Ridge memiliki beberapa keunggulan yang lebih kuat dibandingkan dengan Billy Lynn’s Long Halftime Walk. Continue reading Review: Hacksaw Ridge (2016)

Review: I, Frankenstein (2014)

I, Frankenstein (Hopscotch Features/Lakeshore Entertainment/Sidney Kimmel Entertainment, 2014)
I, Frankenstein (Hopscotch Features/Lakeshore Entertainment/Sidney Kimmel Entertainment, 2014)

Masih ingat dengan novel Frankenstein yang ditulis oleh Mary Shelley? Novel yang pertama kali dirilis pada tahun 1818 tersebut telah menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi banyak pembuat film dunia. Beberapa diantaranya mengadaptasi Frankenstein sesuai dengan kisah yang dituliskan oleh Shelley sementara yang lain berusaha membawa karakter utama dalam jalan cerita tersebut untuk hidup dalam lingkup penceritaan yang baru – seperti I, Frankenstein. Diadaptasi dari novel grafis berjudul sama karya Kevin Grevioux (Underworld, 2003), I, Frankenstein menempatkan sang monster buatan Victor Frankenstein sebagai seorang karakter yang terjebak dalam perang antara dua kelompok yang berpotensi untuk memusnahkan manusia dari muka Bumi. Sounds good? Jika Anda mengharapkan sebuah film ringan yang begitu bergantung dengan kualitas tata visual efeknya maka film ini mungkin akan mampu memuaskan Anda. Lebih dari itu? Wellthat’s another completely different story.

Continue reading Review: I, Frankenstein (2014)