Tag Archives: Giancarlo Esposito

Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Maze Runner: The Death Cure adalah film ketiga dari seri film Maze Runner yang diadaptasi dari seri buku berjudul sama karya James Dashner. Berdasarkan naskah cerita yang masih ditulis oleh penulis naskah The Maze Runner (2014) dan Maze Runner: The Scorch Trials (2015), T. S. Nowlin, Maze Runner: The Death Cure melanjutkan perjalanan kisah karakter-karakternya tepat dimana pengisahan film sebelumnya berakhir. Thomas (Dylan O’Brien), Newt (Thomas Brodie-Sangster), dan Frypan (Dexter Darden) berusaha untuk mencari dan menemukan teman mereka, Minho (Ki Hong Lee) yang diculik dan dijadikan kelinci percobaan oleh kelompok WCKD pimpinan Ava Paige (Patricia Clarkson). Usaha tersebut sempat menemui jalan buntu dan hampir mengambil nyawa ketiganya jika mereka tidak bertemu dengan Jorge (Giancarlo Esposito) dan Brenda (Rosa Salazar) yang menyelamatkan dan kemudian bergabung dengan perjalanan mereka. Tantangan tidak bertambah mudah namun Thomas dan teman-temannya telah bertekad untuk menyelamatkan Minho sekaligus meruntuhkan kekuasaan WCKD. Continue reading Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Advertisements

Review: Alex Cross (2012)

Nama Rob Cohen jelas bukanlah salah satu nama sutradara Hollywood yang karya-karyanya banyak dinantikan pada saat ini. Sukses dengan The Fast and the Furious (2001) serta xXx (2002), karir Cohen secara perlahan mulai mengalami penurunan setelah mengarahkan Stealth (2005) – yang gagal total baik secara kritikal maupun secara komersial – serta The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008) – yang sukses menghasilkan pendapatan sebesar US$400 juta dari peredarannya di seluruh dunia namuan mendapatkan kritikan tajam dari banyak kritikus film maupun penggemar franchise The Mummy sendiri. Empat tahun berselang, Cohen kembali ke kursi penyutradaraan untuk mengarahkan Alex Cross, sebuah film yang mengadaptasi seri novel popular karya James Patterson berjudul Cross. Well… dengan kualitas yang dihantarkan Cohen pada Alex Cross, sepertinya tidak ada seorangpun yang akan merindukan kehadiran karya Cohen jika ia memutuskan untuk tidak menyutradarai film apapun lagi dalam waktu empat tahun mendatang. Atau lebih.

Continue reading Review: Alex Cross (2012)

Review: Rabbit Hole (2010)

Seringkali, penampilan terbaik seorang aktor atau aktris dalam sebuah film akan muncul ketika memerankan karakter yang sedang berada dalam keadaan duka mendalam. Karakter-karakter ini biasanya akan mampu memberikan kesempatan bagi sang aktor atau sang aktris untuk tidak hanya menunjukkan kemampuan akting mereka, namun juga kesempatan untuk menunjukkan tingkat emosional yang mampu menyentuh siapapun yang menyimak jalan cerita film tersebut. Sayangnya, seringkali pula, karakter maupun film yang memuat tema mengenai duka tersebut kemudian akan terjebak dalam berbagai hal-hal klise khas sinema Hollywood dalam menceritakan kisahnya. Untungnya, Rabbit Hole bukan salah satu diantara film tersebut.

Continue reading Review: Rabbit Hole (2010)