Tag Archives: Garret Dillahunt

Review: Widows (2018)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Steve McQueen (Shame, 2011) bersama dengan Gillian Flynn (Gone Girl, 2012) berdasarkan buku karya Lynda La Plante yang berjudul sama, Widows memulai kisahnya dengan kematian yang dialami oleh Harry Rawlings (Liam Neeson) ketika ia sedang melakukan sebuah perampokan bersama dengan rekan-rekannya, Carlos Perelli (Manuel Garcia-Rulfo), Florek Gunner (Jon Bernthal), dan Jimmy Nunn (Coburn Goss). Sial, kematian Harry Rawlings ternyata tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam kepada sang istri, Veronica Rawlings (Viola Davis). Beberapa hari setelah pemakaman jenazah sang suami, Veronica Rawlings didatangi oleh seorang politisi yang juga merupakan pemimpin sebuah kelompok kejahatan bernama Jamal Manning (Brian Tyree Henry) yang meminta agar uangnya yang telah dirampok oleh Harry Rawlings bersama dengan rekan-rekannya untuk dikembalikan. Veronica Rawlings yang sama sekali tidak terlibat kejahatan yang dilakukan oleh sang suami jelas  tidak memiliki sejumlah uang seperti yang diminta oleh Jamal Manning. Dengan tenggat waktu satu bulan yang diberikan oleh Jamal Manning untuk mengembalikan uangnya, Veronica Rawlings akhirnya mengajak para janda dari rekan-rekan suaminya, Linda Perelli (Michelle Rodriguez), Alice Gunner (Elizabeth Debicki), dan Amanda Nunn (Carrie Coon), untuk mengikuti jejak para almarhum suami mereka dan melakukan sebuah perampokan guna mendapatkan uang yang diinginkan oleh Jamal Manning. Continue reading Review: Widows (2018)

Advertisements

Review: 12 Years a Slave (2013)

12 Years a Slave (Regency Enterprises/River Road Entertainment/Plan B Entertainment/New Regency Pictures, Film4, 2013)
12 Years a Slave (Regency Enterprises/River Road Entertainment/Plan B Entertainment/New Regency Pictures, Film4, 2013)

Dengan naskah yang ditulis oleh John Ridley (Red Tails, 2012) berdasarkan memoir berjudul Twelve Years a Slave: Narrative of Solomon Northup, a Citizen of New-York, Kidnapped in Washington City in 1841, and Rescued in 1853 yang ditulis oleh Solomon Northup, 12 Years a Slave mencoba untuk berkisah mengenai seorang pria Afro-Amerika merdeka yang terjebak dalam tindak perbudakan di masa-masa ketika warga kulit hitam di Amerika Serikat masih dipandang sebagai warga kelas bawah. Kisahnya sendiri diawali dengan memperkenalkan Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor), seorang Afro-Amerika yang bekerja sebagai seorang tukang kayu dan pemain bola serta tinggal bersama istri, Anne (Kelsey Scott), dan kedua anak mereka, Margaret (Quvenzhané Wallis) dan Alonzo (Cameron Zeigler), di Saratoga Springs, New York, Amerika Serikat. Suatu hari, Solomon mendapatkan tawaran bekerja sebagai seorang musisi selama dua minggu di Washington DC oleh dua orang pria, Brown (Scoot McNairy) dan Hamilton (Taran Killam). Karena tertarik dengan sejumlah uang yang ditawarkan oleh kedua pria tersebut, Solomon akhirnya menerima tawaran mereka. Sial, begitu tiba di Washington DC, Solomon justru dijebak dan dijual sebagai seorang budak.

Continue reading Review: 12 Years a Slave (2013)

Review: Looper (2012)

Well heythere’s another Joseph Gordon-Levitt movie making rounds at the theatres. Dalam Looper yang disutradarai oleh Rian Johnson (The Brothers Bloom, 2009), Gordon-Levitt –hadir dalam tata rias yang hampir membuatnya sama sekali tidak dapat dikenali – memerankan sesosok karakter pemuda bernama Joe yang bekerja sebagai seorang pembunuh bayaran – atau, seperti istilah yang digunakan oleh masyarakat Amerika Serikat di tahun 2044, dikenal sebagai looper. Dikisahkan, di masa yang akan datang, mesin perjalanan waktu telah ditemukan, namun kemudian dianggap sebagai sebuah teknologi yang ilegal oleh pemerintah. Para mafia kejahatan kemudian memanfaatkan teknologi yang terabaikan tersebut sebagai perangkat kejahatan mereka: mereka mengirimkan orang-orang yang ingin mereka bunuh ke masa sekarang untuk kemudian dibunuh oleh para looper yang sekaligus menghilangkan jejak orang tersebut sama sekali.

Continue reading Review: Looper (2012)

Review: Winter’s Bone (2010)

Setelah Lisa Cholodenko dan Nicole Holofcener, satu nama sutradara film independen wanita lain yang juga mencuat sepanjang tahun 2010 ini adalah Debra Granik. Memang, jika dibandingkan dengan Cholodenko dan Holofcener, Granik masih memiliki daftar filmografi yang lebih pendek. Walau begitu,  nama Granik sendiri telah lama dikenal sebagai seorang sutradara film independen handal yang karya-karyanya banyak diakui di berbagai ajang festival film independen seperti di Sundance Film Festival. Winter’s Bone sendiri, yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya novelis Daniel Woodrell, merupakan karya kedua Granik setelah debut film panjangnya, Down to the Bone, yang dirilis pada tahun 2004.

Continue reading Review: Winter’s Bone (2010)