Tag Archives: Garneta Haruni

Review: Pertaruhan (2017)

Setelah sebelumnya menjadi produser bagi film-film Indonesia seperti Coklat Stroberi (2007) dan Tarzan ke Kota (2008), Krishto Damar Alam melakukan debut pengarahannya melalui Pertaruhan yang naskah ceritanya ditulis oleh Upi – yang baru saja meraih sukses besar lewat My Stupid Boss (2016), Sebagai sebuah debutan, Alam harus diakui mampu menampilkan filmnya dengan ritme pengisahan yang tepat, kualitas produksi yang meyakinkan sekaligus berhasil menghadirkan penampilan prima dari jajaran pengisi departemen aktingnya yang diisi nama-nama seperti Tio Pakusadewo, Adipati Dolken, Aliando Syarief, Jefri Nichol dan Giulio Parengkuan. Film ini, sayangnya, kemudian harus takluk terhadap lemahnya penulisan naskah cerita yang akhirnya membuat Pertaruhan gagal untuk tampil untuk menjadi sebuah drama yang lebih mengesankan. Continue reading Review: Pertaruhan (2017)

Review: Honeymoon (2013)

Jika saja kualitas sebuah film hanya dinilai dari penampilan fisik para jajaran pengisi departemen aktingnya, maka Honeymoon mungkin akan menjadi salah satu film terbaik yang pernah diproduksi… sepanjang masa. Layaknya film produksi Starvision Plus lainnya, Operation Wedding, yang dirilis beberapa bulan lalu, Honeymoon jelas terlihat merupakan sebuah film yang berusaha untuk menarik perhatian para penonton muda dengan mengedepankan jajaran pemeran berwajah atraktif yang memang cukup dikenal bagi demografi sasaran film ini. Wellhere comes the bad news: atraktifnya wajah para pemeran sebuah film sama sekali tidak akan membantu meringankan beban penderitaan (beberapa) penonton dalam mengikuti eksekusi dari sebuah naskah cerita yang benar-benar dangkal… khususnya bila, seperti yang terjadi pada kasus film arahan Findo Purnomo HW (Fallin’ in Love, 2012) ini, jajaran pemeran berwajah atraktif tersebut juga sama sekali tidak mau berusaha untuk berakting dalam menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan.

Continue reading Review: Honeymoon (2013)

Review: Enak Sama Enak (2012)

Setelah Bukan Pocong Biasa (2011) dan Love is Brondong (2012), produser Firman Bintang kembali bekerjasama dengan sutradara Chiska Doppert dalam Enak Sama Enak, sebuah film komedi dengan kualitas yang hampir dapat diprediksi hanya dengan menilai penampilan poster, jajaran pengisi departemen aktingnya dan… well… nama produser dan sutradara yang bertanggungjawab dalam memproduksi film ini. Dengan mengusung kelompok musik komedi Teamlo sebagai bintang utamanya, Enak Sama Enak sepertinya berusaha untuk membawa kembali penontonnya ke era kejayaan film-film komedi yang dibintangi Warkop DKI. Sayangnya, penggunaan formula komedi Warkop DKI yang tanpa diiringi dengan pengarahan yang tepat dan sentuhan penceritaan yang kuat membuat Enak Sama Enak sama sekali gagal untuk hadir menghibur penontonnya.

Continue reading Review: Enak Sama Enak (2012)