Tag Archives: Freida Pinto

Review: Hillbilly Elegy (2020)

Nama J. D. Vance serta judul memoar yang ditulisnya, Hillbilly Elegy: A Memoir of a Family and Culture in Crisis, yang bercerita tentang masa kecilnya memang tidak begitu familiar di telinga orang-orang di luar negara Amerika Serikat. Namun, ketika dirilis pada tahun 2016 lalu – berdekatan dengan masa pemilihan presiden di Amerika Serikat, buku garapan Vance mendapatkan banyak sorotan akan pengisahannya mengenai kaum hillbilly yang dikenal sebagai sekelompok masyarakat Amerika Serikat berkulit putih yang sering dinilai konservatif serta memiliki watak dan perangai keseharian yang keras. Banyak pihak yang menilai penggambaran yang dilakukan Vance tentang kaum hillbilly dalam memoar yang ditulisnya dihadirkan secara dangkal. Terlepas dari berbagai sorotan dan kontroversi, Hillbilly Elegy: A Memoir of a Family and Culture in Crisis berhasil meraih sukses secara komersial, menjadi salah satu buku dengan penjualan terbaik di tahun 2016 dan 2017, mempopulerkan nama Vance, dan, tentu saja, dilirik oleh Hollywood untuk diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar. Continue reading Review: Hillbilly Elegy (2020)

Review: Rise of the Planet of the Apes (2011)

Dalam Rise of the Planet of the Apes – sebuah film yang kisahnya terinspirasi dari novel La Planète des Singes (1963) karya Pierre Boulle serta merupakan reboot dari franchise film Planet of the Apes yang telah dimulai semenjak tahun 1968 – penonton akan disajikan kisah mengenai bagaimana karakter para kera berusaha untuk mengambil alih dunia setelah rentetan perlakuan kasar yang sering diterapkan umat manusia pada mereka. Penulis naskah, Rick Jaffa dan Amanda Silver, menjadikan karakter kera sebagai karakter yang paling esensial dalam Rise of the Planet of the Apes sehingga kehadiran para karakter manusia di dalam cerita film ini justru muncul sebagai karakter pendukung yang kadang tidak memiliki pengaruh berarti pada jalan cerita secara keseluruhan. Tidak bahkan kehadiran James Franco mampu membuat setiap orang menarik perhatian mereka dari sekumpulan kera yang beraksi brutal di film ini.

Continue reading Review: Rise of the Planet of the Apes (2011)

Review: You Will Meet a Tall Dark Stranger (2010)

Berita bagus! Dalam usia yang telah menginjak 75 tahun, belum ada satu pun tanda yang menunjukkan bahwa Woody Allen akan berhenti untuk menghasilkan film-film drama komedi dengan tema sederhana namun seringkali berisi banyak sindiran kepada kehidupan sosial masyarakat modern. Hingga saat ini, Allen masih begitu aktif untuk duduk di kursi penyutradaraan sehingga pada dekade lalu, Allen selalu merilis satu film pada setiap tahunnya. Walau begitu, berita buruknya, untuk setiap Match Point (2008) dan Vicky Cristina Barcelona (2008) yang ia hasilkan, ada lebih banyak Anything Else (2003), Scoop (2006) maupun Whatever Works (2009) yang menyertai dalam deretan filmografinya. Dan karya terakhirnya, You Will Meet a Tall Dark Stranger, yang walaupun dibintangi sederetan aktor dan aktris papan atas Hollywood, tak lebih merupakan sebuah tambahan lain dalam daftar film-film berkualitas menjemukan yang disutradarai oleh Allen.

Continue reading Review: You Will Meet a Tall Dark Stranger (2010)