Tag Archives: Frances McDormand

The 90th Annual Academy Awards Winners List

ROGER DEAKINS WINS!

Setelah dinominasikan sebanyak 14 kali, Roger Deakins akhirnya berhasil memenangkan piala Best Cinematography dari ajang The 90th Annual Academy Awards. Deakins memenangkan kategori tersebut untuk film arahan Denis Villeneuve, Blade Runner 2049 (2017). Continue reading The 90th Annual Academy Awards Winners List

Advertisements

The 90th Annual Academy Awards Nominations List

Film arahan Guillermo del Toro, The Shape of Water, menjadi film dengan raihan nominasi terbanyak pada ajang The 90th Annual Academy Awards. Film tersebut mendapatkan nominasi di 13 kategori termasuk Best Picture, Best Director, Best Actress in a Leading Role untuk Sally Hawkins serta Best Original Screenplay untuk naskah cerita yang ditulis oleh del Toro bersama dengan Vanessa Taylor. Bersaing bersama The Shape of Water di kategori Best Picture adalah Call Me by Your Name (Luca Guadagnino, 2017), Darkest Hour (Joe Wright, 2017), Dunkirk (Christopher Nolan, 2017), Get Out (Jordan Peele, 2017), Lady Bird (Greta Gerwig, 2017), Phantom Thread (Paul Thomas Anderson, 2017), The Post (Steven Spielberg, 2017), dan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (Martin McDonagh, 2017). Nolan, Peele, Gerwig, dan Anderson juga berhasil mendapatkan nominasi di kategori Best Director bersama dengan del Toro. Continue reading The 90th Annual Academy Awards Nominations List

The 20 Best Movie Performances of 2017

What makes an acting performance so remarkable and/or memorable? Kemampuan seorang aktor untuk menghidupkan karakternya dan sekaligus menghantarkan sentuhan-sentuhan emosional yang dirasakan sang karakter jelas membuat sebuah penampilan akan mudah melekat di benak para penontonnya. Kadang bahkan jauh seusai penonton menyaksikan penampilan tersebut. Penampilan tersebut, tentu saja, tidak selalu membutuhkan momen-momen emosional megah nan menggugah. Bahkan, pada beberapa kesempatan, tidak membutuhkan durasi penampilan yang terlalu lama.

Berikut adalah dua puluh – well… dua puluh lima, untuk tepatnya – penampilan akting yang paling berkesan dalam sebuah film yang dirilis di sepanjang tahun 2017, termasuk sebuah penampilan yang At the Movies pilih sebagai Performance of the Year. Disusun secara alfabetis. Continue reading The 20 Best Movie Performances of 2017

Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Seperti halnya In Bruges (2008) maupun Seven Psychopaths (2012), film terbaru arahan Martin McDonagh, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, adalah sebuah paduan yang eksentrik antara black comedy dan crime drama dengan sentuhan pengisahan yang kental akan pengaruh berbagai isu sosial maupun politik. Dengan naskah cerita yang juga ditulisnya sendiri, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri berkisah mengenai Mildred Hayes (Frances McDormand) yang baru saja kehilangan puterinya dalam sebuah peristiwa kejahatan tragis. Delapan bulan semenjak tragedi tersebut dan pihak kepolisian masih belum dapat menemukan sosok tersangka, Mildred Hayes akhirnya memilih untuk mengambil tindakan sendiri: ia menyewa tiga papan reklame berukuran raksasa untuk menyampaikan perasaan kecewanya pada kinerja pihak kepolisian melalui tulisan “RAPED WHILE DYING / AND STILL NO ARRESTS / HOW COME, CHIEF WILLOUGHBY?” Jelas saja, tulisan tersebut kemudian menghasilkan provokasi pada masyarakat sekitar dan, khususnya, para anggota satuan kepolisian yang merasa bahwa Sheriff Bill Willoughby (Woody Harrelson) telah melakukan banyak hal untuk memecahkan kasus tersebut meskipun akhirnya gagal dalam menemukan jalan penyelesaiannya. Secara perlahan, Mildred Hayes mulai kehilangan rasa simpati dari banyak orang yang selama ini masih begitu memperhatikan keberadaannya. Continue reading Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Review: Promised Land (2012)

promised-land-header

Dengan naskah yang ditulis oleh dirinya sendiri bersama John Krasinski, berdasarkan susunan cerita karya Dave Eggers (Where the Wild Things Are, 2009), Promised Land sebenarnya direncanakan akan menjadi debut penyutradaraan bagi aktor Matt Damon. Sayangnya, kesibukan dan komitmennya dengan film-film lain kemudian memaksa Damon untuk melepas posisinya sebagai sutradara – walaupun ia masih tetap akan berperan sebagai aktor utama sekaligus produser bagi film ini. Damon lalu menghubungi Gus Van Sant – yang sebelumnya pernah mengarahkannya dalam film Good Will Hunting (1997) – untuk menggantikan posisinya. Singkat cerita, Van Sant menyetujui permintaan Damon dan akhirnya memulai proses produksi Promised Land pada April 2012 yang lalu.

Continue reading Review: Promised Land (2012)

Review: Moonrise Kingdom (2012)

moonrise-kingdom-header

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Wes Anderson bersama Roman Coppola – yang sebelumnya pernah bekerjasama dalam menuliskan naskah cerita The Darjeeling Limited (2007), Moonrise Kingdom bercerita mengenai perjalanan cinta pertama yang dialami oleh dua karakter utama cerita film dan bagaimana kisah cinta tersebut kemudian mempengaruhi orang-orang yang berada di sekitar mereka. Seperti halnya film-film yang pernah dibuat oleh Anderson sebelumnya, Moonrise Kingdom juga diceritakan lewat nada penceritaan black comedy yang kental melalui perantaraan deretan dialog bernuansa quirky serta karakter-karakter yang dipenuhi dengan rasa sensitivitas yang tinggi – sebuah formula khas yang selalu diterapkan oleh Anderson, namun kembali terbukti dapat tetap memberikan daya tarik yang kuat bagi penonton filmnya.

Continue reading Review: Moonrise Kingdom (2012)

Review: Madagascar 3: Europe’s Most Wanted (2012)

Setelah kesuksesan Madagascar (2005) yang berhasil meraih pendapatan sebesar US$532 juta dari peredarannya di seluruh dunia dan diikuti dengan Madagascar: Escape 2 Africa (2008) yang bahkan berhasil mengungguli pendapatan film pertamanya dengan raihan pendapatan sebesar US$603 juta, tidak mengherankan jika kemudian DreamWorks Animation melanjutkan kisah petualangan kuartet binatang asal Central Park Zoo, New York, Amerika Serikat tersebut dengan Madagascar 3: Europe’s Most Wanted – serta sebuah opsi untuk pembuatan seri keempat jika bagian ketiga franchise film ini berhasil menemukan kesuksesan yang sama. Franchise Madagascar sendiri semenjak awal memang sepertinya tidak pernah berniat untuk menjadi lebih dari sekedar sebuah hiburan bagi para penontonnya. Formula hiburan itulah yang kembali digunakan dalam Madagascar 3: Europe’s Most Wanted… yang membuat seri ketiga ini begitu terasa menjemukan terlepas dari penampilan visualnya yang mengalami peningkatan kualitas yang cukup berarti.

Continue reading Review: Madagascar 3: Europe’s Most Wanted (2012)

Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)

Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.

Continue reading Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)