Tag Archives: Frances de la Tour

Review: Enola Holmes (2020)

Setelah berkarir selama lebih dari dua dekade di dunia pertelevisian – termasuk menjadi sutradara bagi sejumlah episode di beberapa serial televisi paling popular selama beberapa tahun terakhir seperti Fleabag (2016), Killing Eve (2018), dan Ramy (2019) – sutradara asal Inggris, Harry Bradbeer, melakukan debut pengarahan film layar lebarnya melalui Enola Holmes. Diadaptasi dari seri buku The Enola Holmes Mysteries garapan penulis asal Amerika Serikat, Nancy Springer, karakter Enola Holmes merupakan karakter sempalan dari rangkaian novel misteri Sherlock Holmes yang ditulis oleh Arthur Conan Doyle. Enola Holmes, sayangnya, bukanlah bagian dari seri film Sherlock Holmes (2009 – 2011) arahan Guy Ritchie serta dibintangi duo Robert Downey, Jr. dan Jude Law yang kelanjutan kisahnya telah cukup banyak dinanti tersebut. Meskipun begitu, garapan Bradbeer terhadap Enola Holmes mampu memberikan ruang pengisahan petualangan misteri a la kisah-kisah Sherlock Holmes yang tidak hanya menarik namun juga berhasil memberikan jangkauan kisah yang baru dan segar bagi cerita Sherlock Holmes yang melandasinya. Continue reading Review: Enola Holmes (2020)

Review: Dolittle (2020)

Setelah Doctor Dolittle (Richard Fleischer, 1967) – yang berhasil meraih sembilan nominasi, termasuk nominasi di kategori Best Picture, dari ajang The 40th Annual Academy Awards – serta Doctor Dolittle (Betty Thomas, 1998) – yang dibintangi Eddie Murphy dan mampu meraih sukses besar secara komersial sehingga dibuatkan empat film sekuelnya, Hollywood seperti masih belum akan berhenti mencoba untuk mengadaptasi seri buku Doctor Dolittle yang ditulis oleh Hugh Lofting. Kali ini, adaptasi dari seri buku cerita anak-anak popular tersebut hadir lewat Dolittle yang diarahkan oleh Stephen Gaghan (Gold, 2016) dan menampilkan Robert Downey Jr. sebagai pemeran sang karakter utama. Apakah kisah klasik petualangan Doctor Dolittle yang dapat berkomunikasi dengan hewan-hewan yang berada di sekitarnya masih mampu untuk menarik perhatian penonton yang jelas kini banyak berasal dari generasi yang berbeda? Well… Biaya produksi sebesar lebih dari US$175 juta yang dikucurkan oleh Universal Pictures mungkin berhasil menciptakan gambar-gambar dengan unsur efek visual khusus yang cukup meyakinkan. Namun, sayangnya, kualitas paparan cerita dan pengarahan Gaghan yang jauh dari mengesankan membuat Dolittle hadir menjadi presentasi film keluarga yang monoton dan begitu membosankan. Continue reading Review: Dolittle (2020)

Review: Hugo (2011)

Berbeda dengan Raging Bull (1980), Goodfellas (1990) atau The Departed (2006) yang berhasil menghantarkannya untuk memenangkan Academy Awards, Hugo sama sekali tidak menghadirkan tema kejahatan dan kekerasan yang biasa dihadirkan Martin Scorsese dalam film-film yang berhasil membawa namanya ke jajaran sutradara legendaris dan paling dihormati di dunia. Diangkat dari novel The Invention of Hugo Cabret karya Brian Selznick, Hugo merupakan sebuah bentuk dedikasi Scorsese pada dunia film yang ia geluti dan begitu ia cintai selama ini. Dengan penggarapan cerita yang begitu hangat dan dirangkum dengan tampilan visual berteknologi 3D yang mempesona, penonton juga akan dapat dengan mudah merasakan bagaimana kecintaan dan hasrat Scorsese yang besar kepada dunia perfilman.

Continue reading Review: Hugo (2011)

Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)

Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.

Continue reading Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)