Tag Archives: Fitri Tropica

Review: Insya Allah Sah (2017)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Benni Setiawan (Toba Dreams, 2015) berdasarkan buku yang berjudul sama karya Achi TM, Insya Allah Sah berkisah tentang pertemuan yang tidak disengaja antara Silvi (Titi Kamal) dengan Raka (Pandji Pragiwaksono) ketika mereka terjebak di dalam sebuah lift yang sedang bermasalah. Dalam kepanikannya, Silvi lantas bernazar bahwa jika ia dapat keluar dengan selamat maka ia akan berubah menjadi sosok muslimah yang lebih taat akan aturan dan perintah Tuhan. Tidak lama setelah ia mengucapkan nazar tersebut, pintu lift pun terbuka dan Silvi dapat bertemu kembali dengan kekasihnya, Dion (Richard Kyle). Kejadian tersebut bahkan mendorong Dion untuk segera melamar Silvi. Tanpa disangka-sangka, Raka, seorang sosok pemuda yang lugu dan religius, kemudian menghubungi Silvi dan terus mengingatkannya akan nazar yang telah ia ucapkan. Dorongan Raka agar Silvi segera menjalankan nazarnya secara perlahan mulai mengganggu kehidupan Silvi dan rencana pernikahannya dengan Dion. Continue reading Review: Insya Allah Sah (2017)

Advertisements

Review: Berlian Si Etty (2013)

berlian-si-etty-header

Terkadang, dengan formula pengolahan yang tepat, sebuah jalan cerita yang mungkin terkesan sederhana dan begitu klise akan tetap mampu bekerja secara efektif kepada para penontonnya – bahkan dengan tanpa mengharapkan konflik cerita yang kompleks, tampilan tata visual maupun produksi yang megah maupun mewah atau penampilan para pemeran yang begitu dramatis. Film drama Berlian Si Etty yang menjadi debut penyutradaraan layar lebar bagi Dimas Adi Pratama ini mungkin adalah satu dari sedikit film Indonesia yang dapat melakukan hal tersebut. Jangan salah! Berlian Si Etty bukanlah sebuah film yang hadir tanpa kelemahan di sepanjang 97 menit durasi presentasinya. Pun begitu, film ini tetap mampu tampil memikat dalam segala kesederhanaan dan kelemahannya berkat sentuhan cerita yang terasa begitu humanis sekaligus mudah untuk dinikmati.

Continue reading Review: Berlian Si Etty (2013)

Review: Madame X (2010)

Semenjak pertama kali melakukan debut penyutradaraan lewat film Ca Bau Kan (2002), perlahan namun pasti nama Nia Dinata menjadi sebuah jaminan tersendiri bahwa sebuah film memiliki kualitas yang berada di atas rata-rata kualitas film Indonesia lainnya jika melibatkan namanya sebagai sutradara film tersebut. Ini dibuktikan dengan kesuksesan dua film Nia lainnya, Arisan! (2003) dan Berbagi Suami (2006) yang mengikuti jejak kesuksesan Ca Bau Kan dalam meraih banyak pujian kritikus film Indonesia serta mencatatkan Nia sebagai satu-satunya sutradara film Indonesia yang filmnya selalu terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk bersaing di ajang Academy Awards untuk kategori Best Foreign Languange Film.

Continue reading Review: Madame X (2010)