Tag Archives: Farish Nahdi

Review: Selesai (2021)

Merupakan film cerita panjang kedua yang diarahkan oleh Tompi (Pretty Boys, 2019) sekaligus menandai kali kedua kolaborasinya bersama dengan penulis naskah Imam Darto, Selesai adalah sebuah drama (drama komedi?) yang akan membawa para penontonnya ke sebuah perseteruan rumah tangga yang berlangsung antara karakter-karakternya. Linimasa pengisahannya bermula ketika Ayu (Ariel Tatum) yang berniat untuk menuntut cerai dan meninggalkan rumah yang ia tempati bersama suaminya, Broto (Gading Marten), setelah mengetahui bahwa sang suami kembali menjalin hubungan asmara dengan Anya (Anya Geraldine) yang sebenarnya telah menjadi sosok ketiga dalam pernikahan mereka dalam dua tahun terakhir. Langkah Ayu untuk keluar dari rumah terhenti ketika, di saat yang bersamaan, ibu mertuanya, Bu Sri (Marini), datang dan memilih untuk tinggal bersama anak dan menantunya guna menghabiskan masa isolasi wilayah yang sedang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran infeksi di masa pandemi. Ayu lantas memberikan sejumlah waktu pada Broto untuk dapat menjelaskan kondisi pernikahan mereka pada sang ibu sebelum ia benar-benar angkat kaki dari rumah tersebut. Continue reading Review: Selesai (2021)

Review: Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010)

Maxima Pictures. Ody Mulya Hidayat. Findo Purnomo HW. Dewi Perssik. Paku Kuntilanak? Syukurnya tidak, walaupun kali ini mereka juga membawa film yang tidak lebih baik daripada film horror yang sempat mengundang banyak kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia tersebut. Menjauh dari nuansa horror, mendekat dengan wilayah komedi dengan melakukan pengurangan adegan yang berbau sensualitas, produser Maxima Pictures, Ody Mulya Hidayat, kembali menunjuk sutradara Findo Purnomo HW (Buruan Cium Gue (2004), Paku Kuntilanak (2009), Menculik Miyabi (2010)) untuk menyutradarai sebuah film komedi bertajuk Lihat Boleh, Pegang Jangan. Dibintangi oleh Dewi Perssik, tak seorangpun seharusnya mengharapkan apa-apa dari film ini. Tidak juga unsur hiburan.

Continue reading Review: Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010)