Tag Archives: F. Murray Abraham

Review: How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019)

Masih ingat dengan Hiccup dan Toothless? Setelah How to Train Your Dragon (Chris Sanders, Dean DeBlois, 2010) yang berhasil mendapatkan nominasi Best Animated Feature di ajang The 83rd Annual Academy Awards dan How to Train Your Dragon 2 (DeBlois, 2014) yang mampu mengumpulkan pendapatan komersial sebesar lebih dari US$600 juta yang mengungguli pendapatan komersial seri pendahulunya, DreamWorks Animation kini merilis film teranyar dari seri How to Train Your Dragon – yang juga digadang menjadi seri terakhir, How to Train Your Dragon: The Hidden World. Layaknya dua film pendahulunya, film yang masih diarahkan oleh DeBlois ini terus mengeksplorasi hubungan antara sang ketua suku Viking dari kelompok Berk, Hiccup (Jay Baruchel), dengan naga yang dipeliharanya semenjak kecil, Toothless, dengan kini membawa eksplorasi hubungan tersebut pada kemampuan Hiccup untuk menggantikan sang ayah, Stoick the Vast (Gerard Butler), menjadi pemimpin bagi suku mereka. Mampukah How to Train Your Dragon: The Hidden World menghasilkan daya tarik yang setara dengan daya tari yang dihasilkan oleh dua film terdahulu? Continue reading Review: How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019)

Review: Robin Hood (2018)

Hollywood sepertinya belum merasa puas untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang dapat mereka raih dengan kisah legenda Robin Hood. Setelah sebelumnya Ridley Scott merilis versinya pada tahun 2010 – dengan dibintangi nama-nama besar seperti Russell Crowe, Cate Blanchett, hingga Oscar Isaac, Léa Seydoux, Mark Strong, William Hurt, dan Max von Sydow – saduran teranyar dari kisah sang pahlawan rakyat jelata dari tanah Inggris tersebut kini hadir lewat film berjudul sama garapan sutradara asal Inggris, Otto Bathurst. Merupakan debut pengarahan film layar lebar bagi sutradara yang lebih dikenal sebagai sutradara bagi serial televisi seperti Peaky Blinders dan Black Mirror ini, Robin Hood mencoba menghadirkan penyegaran pada beberapa sudut pengisahan dan karakterisasi Robin Hood yang memang telah begitu familiar tersebut. Cukup menyegarkan… walau dengan durasi pengisahan yang mencapai hampir 120 menit, Robin Hood terasa mencuri waktu yang terlalu banyak untuk menjabarkan deretan konflik yang sebenarnya cukup sederhana dan kurang mendalam. Continue reading Review: Robin Hood (2018)

Review: Dead Man Down (2013)

dead-man-down-header

Sutradara The Girl with the Dragon Tattoo (2009) asal Denmark, Niels Arden Oplev, mencoba peruntungannya di Hollywood dengan merilis Dead Man Down – yang sekaligus menjadi film pertamanya pasca sukses mengarahkan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Stieg Larsson tersebut. Dead Man Down sendiri tidak menawarkan sebuah formula penceritaan crime-thriller yang baru bagi penontonnya – bahkan cenderung terasa klise pada beberapa bagiannya. Pun begitu, Oplev mampu mengeksekusi naskah arahan J. H. Wyman (The Mexican, 2001) dengan baik, menghadirkannya dengan ritme penceritaan yang sederhana namun efektif serta berhasil mendapatkan kualitas penampilan solid dari para jajaran pengisi departemen aktingnya yang membuat Dead Man Down menjadi sebuah presentasi yang cukup menyenangkan untuk dinikmati.

Continue reading Review: Dead Man Down (2013)