Tag Archives: Eugenio Derbez

Review: The Angry Birds Movie 2 (2019)

Tiga tahun semenjak perilisan The Angry Birds Movie (Clay Kaytis, Fergal Reilly, 2016) – yang meskipun gagal mendapatkan tanggapan positif dari para kritikus film namun tetap berhasil mengumpulkan pendapatan komersial yang cukup lumayan – Sony Pictures Animation kini merilis sekuelnya, The Angry Birds Movie 2. Merupakan debut pengarahan bagi sutradara Thurop Van Orman dan John Rice, jalan cerita The Angry Birds Movie 2 masih mengedepankan petualangan tiga burung, Red (Jason Sudeikis), Chuck (Josh Gad), dan Bomb (Danny McBride), yang kini sering menjadi garda terdepan bagi keamanan Bird Island dari serangan Piggy Island yang dipimpin oleh King Leonard (Bill Hader). Namun, sikap permusuhan yang selama ini terbentuk antara para penghuni kedua pulau tersebut sirna dan secara perlahan menjadi saling bekerjasama ketika mereka sama-sama mendapatkan ancaman dari Zeta (Leslie Jones), pimpinan Eagle Island yang lantas melancarkan serangan guna merebut dan menguasai kedua pulau tersebut. Continue reading Review: The Angry Birds Movie 2 (2019)

Review: Dora and the Lost City of Gold (2019)

Menyusul deretan serial animasi yang diproduksi oleh saluran televisi asal Amerika Serikat, Nickelodeon, seperti Rugrats, Jimmy Neutron, Hey Arnold!, The Wild Thornberrys, hingga SpongeBob SquarePants, Dora the Explorer kini turut diadaptasi menjadi sebuah presentasi cerita film layar lebar. Berbeda dengan serial animasi yang telah disebutkan sebelumnya, adaptasi Dora the Explorer mendapatkan perlakukan yang sedikit berbeda. Alih-alih disajikan tetap dengan teknik pengisahan animasi, kisah terbaru Dora the Explorer dihadirkan sebagai live-action namun dengan mempertahankan karakter-karakter ikoniknya serta tata cerita khasnya yang telah begitu familiar. Hasilnya, film yang kemudian diberi judul Dora and the Lost City of Gold dan diarahkan oleh James Bobin (The Muppets, 2011) ini berhasil menghadirkan kesegaran penceritaan yang akan cukup mampu menarik perhatian para penonton dewasa dan, di saat yang bersamaan, juga tetap tampil begitu menghibur bagi para penonton muda yang memang menjadi target pasar filmnya. Continue reading Review: Dora and the Lost City of Gold (2019)

Review: The Nutcracker and the Four Realms (2018)

Berawal dari sebuah cerita pendek berjudul The Nutcracker and the Mouse King yang ditulis oleh penulis E.T.A. Hoffmann dan dirilis pada tahun 1816, The Nutcracker kemudian mendunia ketika kisah tersebut diadaptasi menjadi sebuah pertunjukan balet sukses berjudul sama oleh Marius Petipa dan Lev Ivanov dengan iringan musik dari Pyotr Ilyich Tchaikovsky yang juga menjelma menjadi salah satu gubahan musik paling familiar bagi banyak penikmat musik dunia. Keberhasilan tersebut tak pelak membuat pengisahan The Nutcracker kemudian diadaptasi ke dalam banyak bentuk media penceritaan lainnya – mulai dari drama panggung musikal, film layar lebar, serial televisi, bahkan hingga permainan video. Yang teranyar, Walt Disney Pictures merilis The Nutcracker and the Four Realms yang merupakan adaptasi mereka atas The Nutcracker and the Mouse King dan kisah yang disampaikan dalam pertunjukan balet The Nutcracker dengan memberikan sejumlah sentuhan baru pada beberapa bagian penceritaannya. Sebuah strategi yang mungkin sejalan dengan rilisan-rilisan mereka seperti Cinderella (Kenneth Branagh, 2015) atau Beauty and the Beast (Bill Condon, 2017) yang juga memberikan interpretasi segar atas sebuah pengisahan klasik namun apakah Walt Disney Pictures mampu mempertahankan daya tarik magis dari The Nutcracker yang telah dicintai begitu banyak orang selama lebih dari satu abad? Continue reading Review: The Nutcracker and the Four Realms (2018)

Review: Geostorm (2017)

Merupakan film yang menjadi debut pengarahan bagi Dean Devlin, Geostorm adalah sebuah disaster movie yang patuh dalam mengikuti seluruh aturan film-film sejenis yang sering diproduksi Hollywood. Kisahnya sendiri bermula di tahun 2019 dimana setelah terjadinya serangkaian bencana alam di berbagai belahan dunia, 18 negara kemudian saling bekerjasama untuk membangun sebuah satelit yang dapat memberikan perlindungan bagi Bumi dari berbagai bencana alam. Tiga tahun kemudian, setelah terjadinya sebuah anomali cuaca yang menewaskan seluruh penduduk pada sebuah desa di Afghanistan, para peneliti menilai telah terjadi sebuah malafungsi pada satelit tersebut. Tidak ingin peristiwa tersebut diketahui oleh masyarakat dunia, Presiden Amerika Serikat, Andrew Palma (Andy García), kemudian menugaskan arsitek perancang satelit, Jake Lawson (Gerard Butler), untuk kembali ke angkasa luar dan meneliti apa yang menyebabkan terjadinya malafungsi. Meski awalnya menilai tidak mungkin terjadi kerusakan pada satelit yang telah dirancangnya, Jake Lawson akhirnya menemukan sebuah konspirasi yang berniat untuk mengambil alih satelit tersebut dan kemudian menggunakannya untuk menghancurkan dunia. Continue reading Review: Geostorm (2017)