Tag Archives: Emily Browning

Review: Pompeii (2014)

Pompeii (FilmDistrict/Constantin Film Produktion/Don Carmody Productions/Impact Pictures, 2014)
Pompeii (FilmDistrict/Constantin Film Produktion/Don Carmody Productions/Impact Pictures, 2014)

Berbeda dengan James Cameron yang sepertinya akan selalu berhasil menarik pujian kritikus film dunia untuk setiap film yang ia arahkan, nama Paul W. S. Anderson lebih dikenal sebagai seorang sutradara yang selalu mengandalkan tampilan efek visual bombastis dalam setiap film-filmnya namun dengan bangunan naskah cerita yang begitu lemah. Well… mencoba mengikuti jejak Cameron melalui Titanic (1997), Anderson hadir dengan film terbarunya, Pompeii, yang turut menyajikan paduan drama romansa yang menghanyutkan dengan latar belakang tragedi berdasarkan sebuah kejadian nyata. Sejujurnya, dari kemampuannya bercerita, Anderson jelas berada jauh dibawah Cameron – dan Pompeii masih membuktikan hal tersebut. Meskipun begitu, Pompeii bukanlah sebuah karya yang benar-benar buruk. Terlepas dari jalan penceritaan yang standar dan jauh dari kesan emosional, Anderson mampu mengemas film ini dengan baik dan menjadikannya sebagai sebuah sajian yang cukup menghibur.

Continue reading Review: Pompeii (2014)

Advertisements

Review: Magic Magic (2013)

Magic Magic (Braven Films/Killer Films/Rip Cord Productions, 2013)
Magic Magic (Braven Films/Killer Films/Rip Cord Productions, 2013)

Setelah sukses lewat La Nana (atau The Maid, 2009) yang berhasil memenangkan beberapa penghargaan di The 25th Annual Sundance Film Festival sekaligus dinominasikan di kategori Best Foreign Language Film pada ajang The 25th Annual Independent Spirit Awards dan The 67th Annual Golden Globe Awards, sutradara asal Chili, Sebastián Silva, kembali hadir dengan film terbarunya, Magic Magic. Berbeda dengan kesan yang diberikan oleh judul film ini, Magic Magic sama sekali tidak akan menghadirkan sebuah kisah yang bernuansa magis kepada para penontonnya. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Silva berdasarkan sebuah urban legend yang berasal dari Brazil, Magic Magic adalah sebuah psychological thriller dengan atmosfer penceritaan yang akan mengingatkan penontonnya pada film-film sejenis arahan Roman Polanski seperti Repulsion (1965) dan Rosemary’s Baby (1968). Sebuah perbandingan yang cukup tegas namun benar-benar mampu ditangani dengan baik oleh Silva.

Continue reading Review: Magic Magic (2013)

Review: The Host (2013)

the-host-header

Stephenie Meyer memulai masa kejayaannya ketika seri novel The Twilight Saga (2005 – 2008) yang ia tulis diadaptasi ke layar lebar oleh Hollywood. Meskipun kebanyakan bagian film seri tersebut mendapatkan kritikan tajam dari kritikus film Hollywood – khususnya akibat dialog maupun deretan adegan romansa cheesy yang terus mewarnai film seri tersebut, lima seri film The Twilight Saga (2008 – 2012) berhasil meraih kesuksesan komersial luar biasa dengan total pendapatan sebesar lebih dari US$3 milyar serta menjadi sebuah pop culture phenomenon bagi banyak kalangan muda. Tentu saja… ketika Meyer kemudian merilis The Host (2008)  – yang pada dasarnya masih merupakan sebuah novel bertema kisah cinta segitiga namun hadir dengan balutan penceritaan bernuansa science fiction yang lebih dewasa, Hollywood jelas tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengulang kembali kesuksesan luar biasa tersebut begitu saja. Namun… can the lightning really strikes the same place twice?

Continue reading Review: The Host (2013)

Review: Sucker Punch (2011)

Lewat apa yang berhasil ia tampilkan dalam Dawn of the Dead (2004), 300 (2007) dan Watchmen (2009), Zack Snyder adalah seorang sutradara Hollywood  yang mampu menunjukkan bahwa ia adalah seorang ahli visual yang sangat handal. Dengan kehandalannya tersebut, ia mampu membuat film-film bertemakan kisah zombie tampil kembali menyenangkan. Ia juga berhasil membuat adegan peperangan nan sadis dan berdarah tampil begitu indah dan memikat. Dan di luar dugaan ia bahkan mampu menerjemahkan karya kompleks mengenai kehidupan superhero dari seorang Alan Moore menjadi sebuah tontonan yang sangat mempesona. Benar, Snyder mampu menata tampilan film-filmnya dengan begitu memikat sehingga kadang berhasil menutupi kelemahan dari naskah cerita yang ditampilkan filmnya.

Continue reading Review: Sucker Punch (2011)