Tag Archives: Elias Koteas

Review: Now You See Me (2013)

now-you-see-me-header

Diarahkan oleh Louis Leterrier (Clash of the Titans, 2010), Now You See Me membuka pengisahannya dengan memperkenalkan empat karakter pesulap yang masing-masing memiliki keahlian yang berbeda: J. Daniel Atlas (Jesse Eisenberg), Henley Reeves (Isla Fisher), Jack Wilder (Dave Franco) dan Merritt McKinney (Woody Harrelson). Sebuah undangan dari sosok misterius kemudian membawa mereka ke satu tempat dan akhirnya memperkenalkan mereka satu sama lain. Linimasa jalan penceritaan kemudian berpindah ke masa satu tahun kemudian, dimana keempatnya kini telah tergabung dalam sebuah kelompok bernama The Four Horsemen dan memiliki pertunjukan yang begitu popular di Las Vegas dengan bantuan sokongan dana dari milyuner, Arthur Tressler (Michael Caine).

Continue reading Review: Now You See Me (2013)

Review: Dream House (2011)

Cukup sulit untuk menerima kanyataan bahwa Dream House adalah sebuah film yang diarahkan oleh Jim Sheridan, penerima enam kali nominasi Academy Awards, baik sebagai penulis naskah, produser maupun seorang sutradara, yang telah memberikan pecinta film dunia film-film seperti My Left Foot (1989), In the Name of the Father (1993), In America (2003) atau Brothers (2009). Merupakan sebuah psychological thriller pertama yang diarahkan oleh Sheridan, Dream House sama sekali tidak memiliki kedalaman kisah seperti film-film Sheridan sebelumnya – cukup wajar, mungkin, mengingat Sheridan sama sekali tidak terlibat dalam penulisan naskah film ini. Dream House terlihat terlalu familiar untuk mampu memberikan kejutan sebuah thriller berkualitas pada para penontonnya. Diisi dengan rentetan kisah drama yang tidak pernah benar-benar berhasil mampu untuk tampil menarik, Dream House adalah sebuah film yang dipastikan akan begitu cepat menghilang dari ingatan banyak penonton segera seusai mereka selesai menyaksikan film ini.

Continue reading Review: Dream House (2011)

Review: The Killer Inside Me (2010)

Sebagai sebuah novel, The Killer Inside Me karangan Jim Thompson mungkin merupakan salah satu karya literatur yang paling diincar oleh para produser Hollywood untuk dapat difilmkan. Tidak mengherankan memang, semenjak dirilis pada tahun 1952, The Killer Inside Me telah meraih perhatian publik yang begitu besar. Perhatian tersebut muncul karena Thompson mampu membentuk sebuah psychological thriller yang sangat kuat dalam rancangan kata-katanya, termasuk dalam menampilkan deretan adegan kekerasan yang dialami oleh karakter-karakter wanita yang berada di dalam jalan cerita novel tersebut. The Killer Inside Me arahan Michael Winterbottom ini sendiri bukan film pertama yang menjadi hasil adaptasi Hollywood terhadap novel tersebut. Sebelumnya, pada 1976, sutradara Burt Kennedy juga memfilmkan novel tersebut dengan bintang Stacy Keach dan Susan Tyrrell dengan hasil akhir yang banyak dikritik karena kualitasnya yang buruk.

Continue reading Review: The Killer Inside Me (2010)

Review: Let Me In (2010)

Bisakah kita membicarakan Let Me In tanpa harus menyinggung maupun membandingkannya dengan Let the Right One In (2008)? Memang, film Swedia tersebut telah terlebih dahulu menerjemahkan novel karya John Ajvide Lindqvist yang berjudul sama ke layar lebar dengan sutradara Tomas Alfredson berhasil menjadikan Let the Right One In sebagai sebuah pencapaian film horor yang sangat mengagumkan. Namun apa yang dihasilkan sutradara Matt Reeves (Cloverfield, 2008) lewat Let Me In juga bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh. Bahkan, dalam beberapa aspek, Reeves berhasil menjadikan Let Me In sebagai sebuah film yang lebih superior dari film pendahulunya.

Continue reading Review: Let Me In (2010)

Review: Defendor (2010)

Jika Hollywood menguasai Twitter, dan trending topic merupakan daftar tema-tema film yang paling banyak difavoritkan saat ini, maka tema “manusia biasa yang berusaha menjadi seorang pahlawan super” mungkin berada di lima besar daftar tersebut. Sebuah film berjudul Special pernah dirilis dengan tema tersebut pada tahun 2006. Jangan lupa, Kick-Ass yang sepertinya dinanti-nanti semua orang itu. Beberapa waktu mendatang, Anda juga akan melihat komedian Rainn Wilson berusaha menjadi seorang pahlawan super didampingi Ellen Page dan Liv Tyler dalam Super.

Continue reading Review: Defendor (2010)

Review: Shutter Island (2010)

Shutter Island adalah sebuah karya teranyar dari salah satu sutradara paling dihormati di Hollywood, Martin Scorsese. Kembali bekerjasama dengan Leonardo DiCaprio, film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya novelis Dennis Lehane.

Continue reading Review: Shutter Island (2010)

Review: The Fourth Kind (2009)

Satu dekade lalu, The Blair With Project berhasil membuat sebuah kejutan dengan “menipu” orang-orang banyak dengan mengatakan bahwa film tersebut merupakan sebuah rekaman asli dari sekelompok orang yang hilang ketika mencoba memecahkan sebuah misteri mengenai sebuah urban legend.  Film tersebut berhasil mengejutkan (dan menakuti) banyak orang dan sukses luar biasa dalam peredaran komersialnya.

Continue reading Review: The Fourth Kind (2009)

First Look: The Killer Inside Me

The Killer Inside Me adalah sebuah film yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Jim Thompson. Disutradarai oleh Michael Winterbottom, ini bukan menjadi kali pertama The Killer Inside Me dibawa ke layar lebar. Sebelumnya, pada 1976, sutradara Burt Kennedy juga memfilmkan novel tersebut dengan bintang Stacy Keach dan Susan Tyrrell. Continue reading First Look: The Killer Inside Me