Tag Archives: Eiza González

Review: Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw (2019)

Suka atau tidak, sulit untuk membantah bahwa keterlibatan Dwayne Johnson pada Fast Five (Justin Lin, 2011) telah memberikan energi baru yang sangat dibutuhkan oleh seri film The Fast and the Furious. Setelah kesuksesan The Fast and the Furious (Rob Cohen, 2001), dua sekuel yang mengikutinya, 2 Fast 2 Furious (John Singleton, 2003) dan The Fast and the Furious: Tokyo Drift (Lin, 2006), tidak mampu menyamai raihan komersial yang didapatkan oleh film perdana dari seri film yang telah melambungkan nama Vin Diesel, Paul Walker, Michelle Rodriguez, dan Jordana Brewster ini. Film keempat, Fast & Furious (Lin, 2009), memang bernasib sedikit lebih baik dari dua film sebelumnya namun, tetap saja, masih terasa berada di bawah capaian The Fast and the Furious. Keberadaan Johnson di Fast Five dan tiga sekuel berikutnya terbukti mampu meningkatkan daya tarik seri film ini bagi banyak penikmat film dunia dengan raihan komersial yang terus meningkat di setiap film – dengan Fast & Furious 7 (James Wan, 2015) dan Fast & Furious 8 (F. Gary Gray, 2017) mampu meraih pendapatan sebesar lebih dari US$1 milyar – dan bahkan secara perlahan turut menarik hati para kritikus film yang mulai memandang seri film The Fast and the Furious sebagai salah satu seri film aksi paling menghibur di era modern Hollywood. Continue reading Review: Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw (2019)

Review: Alita: Battle Angel (2019)

Mereka yang telah familiar dengan James Cameron (Avatar, 2009) pasti telah cukup memahami bahwa setiap rilisan film yang melibatkan namanya – baik sebagai sutradara maupun produser – akan menghabiskan waktu yang cukup lama dalam tahapan produksinya. Sebagian besar waktu tersebut digunakan Cameron untuk mengembangkan teknologi yang mendukung penampilan teknologi audio maupun visual dari filmnya. Alita: Battle Angel, yang sempat akan diarahkan Cameron sebelum akhirnya diambil alih oleh Robert Rodriguez (Machete Kills, 2013), juga mengalami masa proses kreatif yang sama. Diadaptasi dari seri manga berjudul Battle Angel Alita, Cameron telah mengumumkan niatnya untuk memproduksi film ini semenjak tahun 2003. Setelah melalui berbagai rintangan – mulai dari masa pengembangan naskah, pergantian posisi sutradara yang lantas menempatkan Cameron untuk duduk di kursi produser bersama dengan Jon Landau, hingga usaha untuk menghasilkan teknologi termutakhir untuk digunakan (yang lantas semakin menambah besar beban biaya produksi film ini) – Alita: Battle Angel memasuki masa produksinya pada tahun 2016 dengan rencana rilis pada pertengahan tahun 2018 sebelum akhirnya mendapatkan revisi jadwal tayang pada awal tahun 2019. Continue reading Review: Alita: Battle Angel (2019)

Review: Baby Driver (2017)

Sebuah film aksi komedi dimana sang karakter utama merupakan seorang pria dewasa yang memiliki nama panggilan Baby mungkin terdengar jauh dari kesan meyakinkan. Namun, dengan pendekatan cerita yang begitu imajinatif dari Edgar Wright – sutradara asal Inggris yang filmografinya diisi oleh film komedi tentang para mayat hidup (Shaun of the Dead, 2004), film komedi tentang pasangan polisi (Hot Fuzz, 2007), film komedi yang diadaptasi dari sebuah novel grafis (Scott Pilgrim vs. the World, 2010), dan film komedi tentang bagaimana para selebritis Hollywood menghadapi kiamat (The World’s End, 2013), Baby Driver mampu dikembangkan menjadi sebuah pendekatan baru dari penceritaan heist movie yang melibatkan banyak adegan balapan mobil yang mungkin telah terasa melelahkan setelah kehadiran delapan film dalam seri The Fast and the Furious (2001 – 2017). Pengarahan kuat dan cerdas dari Wright itulah yang kemudian berhasil membuat film ini tampil begitu menyenangkan untuk diikuti. Continue reading Review: Baby Driver (2017)