Tag Archives: Edgar Wright

Review: Last Night in Soho (2021)

Film teranyar arahan Edgar Wright (Baby Driver, 2017), Last Night in Soho, akan membawa penontonnya ke kehidupan malam di kota London, Inggris pada tahun 1960an – lengkap dengan iringan sejumlah lagu popular dari era tersebut seperti yang telah menjadi ciri khas film-film garapan Wright selama ini. Namun, perjalanan ke tahun 1960an tersebut dilalui melalui linimasa berlatar belakang waktu pengisahan di era dimana Kylie Jenner lebih dikenal daripada Kylie Minogue ketika seorang gadis muda yang bercita-cita untuk menjadi seorang perancang busana, Eloise Turner (Thomasin McKenzie), dibawa oleh alam mimpinya ke tahun 1960an dan menjalani kehidupan sebagai seorang gadis muda bernama Sandie (Anya Taylor-Joy) yang bercita-cita untuk menjadi seorang penyanyi terkenal. Awalnya, mimpi tersebut terasa bagaikan perjalanan indah. Dengan talentanya, Sandie berhasil direkrut untuk menjadi seorang penyanyi di sebuah klub malam terkenal di kota London. Kecantikan dan gaya busana Sandie juga memberikan inspirasi kepada Eloise Turner dalam deretan busana yang dirancangnya. Sial, ketika mimpi tersebut bercerita tentang karir Sandie yang berujung pada sebuah pengkhianatan, hidup yang dijalani oleh Eloise Turner juga perlahan menemui banyak permasalahan. Continue reading Review: Last Night in Soho (2021)

Review: Baby Driver (2017)

Sebuah film aksi komedi dimana sang karakter utama merupakan seorang pria dewasa yang memiliki nama panggilan Baby mungkin terdengar jauh dari kesan meyakinkan. Namun, dengan pendekatan cerita yang begitu imajinatif dari Edgar Wright – sutradara asal Inggris yang filmografinya diisi oleh film komedi tentang para mayat hidup (Shaun of the Dead, 2004), film komedi tentang pasangan polisi (Hot Fuzz, 2007), film komedi yang diadaptasi dari sebuah novel grafis (Scott Pilgrim vs. the World, 2010), dan film komedi tentang bagaimana para selebritis Hollywood menghadapi kiamat (The World’s End, 2013), Baby Driver mampu dikembangkan menjadi sebuah pendekatan baru dari penceritaan heist movie yang melibatkan banyak adegan balapan mobil yang mungkin telah terasa melelahkan setelah kehadiran delapan film dalam seri The Fast and the Furious (2001 – 2017). Pengarahan kuat dan cerdas dari Wright itulah yang kemudian berhasil membuat film ini tampil begitu menyenangkan untuk diikuti. Continue reading Review: Baby Driver (2017)

Review: Sing (2016)

Di sepanjang karirnya sebagai seorang sutradara musik video, Garth Jennings telah menghasilkan beberapa musik video yang cukup mengesankan seperti Freedom (Robbie Williams, 1996), Right Here, Right Now (Fatboy Slim, 1999), Coffee & TV (Blur, 1999) hingga Imitation of Life (R.E.M., 2001) dan Lotus Flower (Radiohead, 2011). Kesuksesannya tersebut lantas membuat Jennings mencoba peruntungannya dalam mengarahkan film layar lebar. Film layar lebar perdana yang ia arahkan, The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy (2005), mendapatkan sambutan yang cukup beragam, baik dari kalangan kritikus maupun para penikmat film. Film keduanya, Son of Rambow (2007), bernasib sedikit lebih baik. Meskipun gagal untuk mendapatkan jumlah penonton dalam jumlah yang lebih luas, film komedi tersebut cukup berhasil membuat banyak kritikus film memberikan pujian pada Jennings. Continue reading Review: Sing (2016)

Review: Scott Pilgrim vs. the World (2010)

Scott Pilgrim vs. the World memang tidak menawarkan sesuatu yang baru di dalam jalan ceritanya: seorang pria jatuh cinta dengan seorang wanita, sang wanita menolak karena memiliki masa lalu yang kurang menyenangkan, dan sang pria kemudian berjuang dan melakukan apa saja untuk dapat memenangkan hati sang wanita. Tentu saja, sutradara asal Inggris, Edgar Wright, yang sebelumnya sukses dengan Shaun of the Dead (2004) dan Hot Fuzz (2007), tidak akan menceritakan film ini dengan cara yang biasa dan membosankan.  Lewat pilihan grafis yang berwarna dan sangat memukau, Wright menjadikan Scott Pilgrim vs. the World menjadi sebuah tontonan yang cukup dapat dinikmati.

Continue reading Review: Scott Pilgrim vs. the World (2010)