Tag Archives: Dorman Borisman

Review: Surat Kecil untuk Tuhan (2017)

Masih ingat dengan Surat Kecil untuk Tuhan (Harris Nizam, 2011)? Well… walau memiliki kesamaan judul, versi terbaru dari Surat Kecil untuk Tuhan yang diarahkan oleh Fajar Bustomi (Romeo + Rinjani, 2015) ini sama sekali tidak memiliki keterkaitan maupun kesamaan garis penceritaan dengan film yang berhasil meraih tiga nominasi di ajang Festival Film Indonesia di tahun 2011 tersebut. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Upi – yang juga menjadi penulis naskah cerita bagi film Sweet 20 (Ody C. Harahap) yang dirilis di waktu yang sama dengan film ini, Surat Kecil untuk Tuhan menawarkan deretan konflik maupun karakter yang berbeda bagi para penontonnya. Tidak lagi menghadirkan alur kisah tentang seorang gadis remaja yang sedang berjuang untuk melawan penyakit yang ia derita, Surat Kecil untuk Tuhan kini bercerita tentang perjuangan seorang adik yang berusaha untuk menemukan sang kakak setelah guratan nasib secara tragis memisahkan mereka berdua. Sebuah perubahan yang cukup radikal dan cukup menyegarkan meskipun pengarahan Bustomi sayangnya tidak selalu berhasil membuat film ini mampu untuk menyentuh hati para penontonnya. Continue reading Review: Surat Kecil untuk Tuhan (2017)

Advertisements

Review: Garuda Di Dadaku 2 (2011)

Setelah Lima Elang, petualangan Rudi Soedjarwo dalam mengeksplorasi kemampuannya dalam mengarahkan film-film yang temanya sebagian besar ditujukan bagi para penonton muda dan mereka yang menggemari film-film keluarga berlanjut dalam Garuda Di Dadaku 2. Namun, kali ini Rudi harus mengemban beban yang cukup berat dalam mengarahkan sebuah sekuel dari film yang berhasil menjadi salah satu film dengan raihan jumlah penonton terbesar ketika dirilis pada tahun 2009 lalu. Bukan, beban utama Rudi bukan terletak pada cara dirinya untuk mengajak kembali sejumlah besar penonton tersebut untuk kembali menyaksikan sekuel dari Garuda di Dadaku. Rudi kini harus mengambil tampuk kepemimpinan produksi dari tangan seorang Ifa Isfansyah yang telah berhasil meramu naskah karya Salman Aristo yang sebenarnya terasa begitu familiar namun tetap berhasil tampil dengan daya pikat yang penuh. Dan hal itu jelas bukanlah sebuah tugas yang mudah.

Continue reading Review: Garuda Di Dadaku 2 (2011)

Review: Serdadu Kumbang (2011)

Sebuah film Indonesia. Dengan latar belakang cerita di sebuah daerah yang mungkin belum banyak dieksplorasi oleh para sineas perfilman negara ini. Menggunakan anak-anak setempat sebagai pemerannya. Mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari dari anak-anak tersebut. Memberi fokus lebih pada satu karakter anak dimana ia sedang memiliki permasalahan dalam menghadapi kehidupan atau keluarganya. Dan jika beruntung, sebuah kisah mengenai pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak tersebut. Laskar Pelangi (2008)? Bukan. Denias, Senandung di Atas Awan (2006) ? Bukan. The Mirror Never Lies? Bukan. Batas? Juga bukan.

Continue reading Review: Serdadu Kumbang (2011)