Tag Archives: Diego Luna

Review: Flatliners (2017)

Meskipun dibintangi oleh nama-nama besar seperti Kevin Bacon, Julia Roberts – merupakan film pertamanya setelah meraih kesuksesan besar lewat Pretty Woman (Garry Marshall, 1990) – dan Kiefer Sutherland serta sukses meraih sejumlah pendapatan komersial, film fiksi ilmiah arahan Joel Schumacher yang berjudul Flatliners (1990) gagal untuk mendapatkan simpati dari kritikus film dunia. Deretan pengisi departemen aktingnya memang berhasil menuai pujian namun plot pengisahannya yang bermasalah membuat Flatliners gagal untuk tampil lebih maksimal. Kini, 27 tahun setelah perilisannya, Sony Pictures merilis versi daur ulangnya yang kini diarahkan oleh Niels Arden Oplev (The Girl with the Dragon Tattoo, 2009). Tidak banyak yang berubah dari tatanan pengisahannya dan, dengan pengisi departemen akting yang gagal untuk menyamai kualitas penampilan departemen akting Flatliners milik Schumacher, versi terbaru dari Flatliners turut tenggelam dalam presentasinya. Continue reading Review: Flatliners (2017)

Advertisements

Review: Rogue One: A Star Wars Story (2016)

Setelah menghabiskan dana sebesar US$4.06 milyar untuk mengakuisisi Lucasfilm pada tahun 2012 lalu, The Walt Disney Company sepertinya tidak menyia-nyiakan waktu mereka untuk memproduksi lanjutan perjalanan seri film milik Lucasfilm terpopuler, Star Wars. Dimulai dengan perilisan Star Wars: Episode VII – The Force Awakens (J.J. Abrams, 2015), The Walt Disney Company kemudian berencana untuk merilis episode terbaru dari seri Star Wars setiap dua tahun sekali. Tidak hanya itu, untuk mengisi senggang waktu dua tahun dari jarak perilisan tiap film, seri film Star Wars akan dilengkapi dengan Star Wars Anthology yang merupakan rangkaian film yang berdiri sendiri dan memiliki latar belakang waktu penceritaan sebelum terjadinya berbagai konflik yang dikisahkan pada Star Wars: Episode IV – A New Hope (George Lucas, 1977). Dan Rogue One: A Star Wars Story akan menjadi film pertama dari tiga film yang telah direncanakan The Walt Disney Company untuk dirilis sebagai bagian Star Wars Anthology tersebut. Continue reading Review: Rogue One: A Star Wars Story (2016)

Review: Elysium (2013)

Elysium-header

Nama sutradara asal Afrika Selatan, Neill Blomkamp, mulai mendapatkan perhatian para penikmat film dunia ketika ia mengadaptasi film pendeknya, Alive in Joburg (2006), menjadi sebuah film layar lebar berjudul District 9 (2009) dengan bantuan sutradara trilogi The Lord of the Rings (2001 – 2003), Peter Jackson, sebagai produser film tersebut. Well… singkat cerita, film kecil yang diproduksi dengan bujet hanya sebesar US$30 juta tersebut kemudian sukses meraih pujian dari banyak kritikus film dunia, berhasil mengumpulkan pendapatan komersial sebesar lebih dari US$210 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia dan, puncaknya, berhasil meraih empat nominasi di ajang The 82nd Annual Academy Awards, termasuk nominasi di kategori Best Picture dan Best Adapted Screenplay. Kesuksesan tersebut jelas membuka kesempatan lebar bagi Blomkamp untuk mengarahkan sebuah film dengan skala yang lebih besar lagi bagi Hollywood.

Continue reading Review: Elysium (2013)

Review: Contraband (2012)

Merupakan remake dari film asal Islandia yang berjudul Reykjavík-Rotterdam (2008), yang dibintangi oleh Baltasar Kormákur dan di versi film Amerika Serikat kini duduk sebagai sutradara, Contraband dibintangi oleh Mark Wahlberg yang berperan sebagai Chris Farraday, mantan penyelundup narkoba yang setelah membangun keluarga bersama istri, Kate (Kate Beckinsale), dan kedua anaknya, kini menjalani kehidupan sebagai seorang pria normal dengan sebuah pekerjaan tetap dalam kesehariannya. Pun begitu, masa lalu kemudian kembali untuk menghantui Chris ketika adik iparnya, Andy (Caleb Landry Jones), ternyata secara diam-diam juga bekerja sebagai seorang penyelundup narkoba bagi seorang mafia kejam bernama Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Dan ketika Andy melakukan sebuah kesalaha dalam pekerjaannya, mau tak mau Chris harus turun tangan dan kembali ke dunia hitam yang telah lama ia tinggalkan.

Continue reading Review: Contraband (2012)