Tag Archives: Dian Nitami

Review: Layla Majnun (2021)

Setelah Test Pack: You Are My Baby (2012), sutradara Monty Tiwa kembali mempertemukan Reza Rahadian dengan Acha Septriasa dalam film arahannya yang terbaru, Layla Majnun. Merasa familiar dengan judul tersebut? Meskipun bukanlah adaptasi langsung dari kumpulan puisi legendaris Layla and Majnun karangan sastrawan asal Azerbaijan, Nezami Ganjavi, namun naskah cerita film yang ditulis oleh Alim Sudio (Mariposa, 2020) masih menggunakan esensi serta tema cerita senada seperti yang diusung oleh barisan puisi karya Ganjavi yang alur kisahnya mendapat julukan The Romeo and Julie of the East karena kandungan cerita cinta tak berbalasnya yang mengingatkan banyak orang pada kisah Romeo and Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare. Lalu bagaimana eksplorasi cerita yang dilakukan oleh Tiwa dan Sudio dalam mengelola alur dan konflik romansa yang sebenarnya telah dituturkan berulang kali? Continue reading Review: Layla Majnun (2021)

Review: Surat Cinta untuk Starla the Movie (2017)

Berawal dari sebuah lagu berjudul sama milik vokalis Virgoun – yang begitu populer hingga judulnya menjadi kata kunci paling dicari di Google Search Indonesia pada sepanjang tahun 2017, Surat Cinta untuk Starla kemudian dikembangkan menjadi sebuah webseries berjudul sama yang dirilis sebanyak tujuh episode melalui YouTube. Dibintangi oleh Jefri Nichol dan Caitlin Halderman, webseries tersebut juga berhasil memperoleh kepopuleran yang sama dengan setiap episode telah disaksikan rata-rata sebanyak lebih dari dua juta kali. Berbekal kesuksesan tersebut, Screenplay Films dan Legacy Pictures menugaskan duo penulis naskah yang sebelumnya bertanggungjawab atas naskah cerita film-film arahan Asep Kusdinar seperti Magic Hour (2015), London Love Story (2016), dan Promise (2017), Sukhdev Singh dan Tisa TS, untuk menggarap naskah cerita versi film dari Surat Cinta untuk Starla. Hasilnya? Well… mungkin Surat Cinta untuk Starla the Movie dibuat murni untuk menghibur para penggemar berat lagu dan webseries Surat Cinta Untuk Starla karena, lebih dari itu, film ini tampil nyaris mati rasa di setiap bagian penceritaannya. Continue reading Review: Surat Cinta untuk Starla the Movie (2017)

Review: Ayat-ayat Cinta 2 (2017)

Desir pasir di padang tandus

Hampir satu dekade semenjak masa perilisan film perdananya, kisah cinta sejuta umat – well… tiga juta lima ratus delapan puluh satu ribu sembilan ratus empat puluh tujuh jika ingin menghitung jumlah raihan penonton yang berhasil didapatkan Ayat-Ayat Cinta (Hanung Bramantyo, 2008) – kembali hadir untuk melanjutkan pengisahannya. Masih diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy, jalan cerita Ayat-ayat Cinta 2 tidak lagi berputar di sekitar melodrama kisah cinta segitiga antara Fahri, Maria, dan Aisha. Melalui novelnya, El Shirazy sepertinya ingin menjangkau tema pengisahan yang lebih luas atau universal mengenai cinta – meskipun, tentu saja, dengan tetap menggunakan sebuah alur kisah cinta sebagai jangkarnya. Sebuah tujuan yang dapat dirasakan… ummm… mulia namun sayang hadir dengan eksekusi yang terlalu mentah. Continue reading Review: Ayat-ayat Cinta 2 (2017)