Tag Archives: Dennis Haysbert

Review: The Dark Tower (2017)

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Stephen King – dan merupakan salah satu dari lima tulisan King yang tahun ini diadaptasi menjadi film layar lebar dan serial televisi, The Dark Tower berkisah mengenai seorang anak laki-laki bernama Jake Chambers (Tom Taylor) yang mengalami serangkaian mimpi dimana ia dapat menyaksikan seorang penembak yang berusaha menghentikan usaha seorang pria berpakaian hitam dalam meruntuhkan sebuah menara yang selama ini dipercaya memiliki kekuatan untuk mencegah kekuatan jahat mengganggu kehidupan di dunia. Melalui petunjuk-petunjuk yang ia dapatkan dalam mimpinya itu pula, Jake Chambers kemudian berhasil menemukan pintu gerbang berteknologi tinggi yang membawanya berpindah ke sebuah dunia yang dikenal dengan sebutan Mid-World. Disana, Jake Chambers akhirnya bertemu dengan sang penembak yang bernama Roland Deschain (Idris Elba) dan menceritakan bahwa dunia sedang berada dibawah ancaman seorang penyihir bernama Walter Padick (Matthew McConaughey) yang bersama dengan pasukannya sedang berusaha untuk menyebarkan kekuatan kegelapan di dunia. Continue reading Review: The Dark Tower (2017)

Advertisements

Review: Mr. Peabody & Sherman (2014)

Mr. Peabody & Sherman (DreamWorks Animation/Pacific Data Images/Bullwinkle Studios/Classic Media Productions, 2014)
Mr. Peabody & Sherman (DreamWorks Animation/Pacific Data Images/Bullwinkle Studios/Classic Media Productions, 2014)

Dengan naskah yang ditulis oleh Craig Wright berdasarkan karakter-karakter yang diambil dari segmen Peabody’s Improbable History dalam serial televisi animasi yang popular di tahun 1960an, The Rocky and Bullwinkle Show, Mr. Peabody & Sherman berkisah mengenai seekor anjing tercerdas di dunia yang dikenal dengan nama Mr. Peabody (Ty Burrell). Kecerdasan Mr. Peabody bukan hanya membuatnya mampu berbicara dan mengerti bahasa yang digunakan oleh manusia namun juga berhasil menjadikannya seorang pengusaha sukses, jutawan, penemu, ilmuwan, ahloi masak yang handal, penerima penghargaan Nobel sekaligus peraih medali Olimpiade. Quite an achievement huh? Suatu hari, Mr. Peabody menemukan seorang bayi yang ditelantarkan oleh kedua orangtuanya. Setelah melalui proses hukum untuk melakukan adopsi, Mr. Peabody mengasuh bayi tersebut, menamakannya Sherman (Max Charles) serta berusaha keras mendidiknya agar menjadi seorang sosok manusia yang cerdas.

Continue reading Review: Mr. Peabody & Sherman (2014)

Review: Wreck-It Ralph (2012)

Walt Disney Animation Studios sepertinya telah banyak belajar begitu banyak hal dari kerjasama mereka dengan Pixar Animation Studios. Setelah film-film animasi seperti Tangled (2010) dan The Princess and the Frog (2009), yang masih mempertahankan pola penceritaan tradisional khas Walt Disney namun mulai mendekati tampilan visual khas Pixar, Wreck-It Ralph sepertinya menandai masa dimana Walt Disney mulai mampu menghasilkan film animasi dengan jalan penceritaan yang lebih modern dan imajinatif namun, tentu saja, tetap mempertahankan kehangatan tampilan jalan cerita seperti yang selalu dilakukan film-film produksi Walt Disney sebelumnya. Sebuah paduan kuat yang jelas akan membuat bendera Walt Disney Animation Studios kembali berkibar di tengah panasnya persaingan film-film animasi di Hollywood.

Continue reading Review: Wreck-It Ralph (2012)

Review: Kung Fu Panda 2 (2011)

Epilog: Dua puluh tahun yang lalu, hiduplah pasangan raja dan ratu pemimpin klan burung merak di kota Gongmen, China. Dalam masa kekuasaan mereka, pasangan tersebut menggunakan kekuatan kembang api untuk memberikan kebahagiaan rakyat mereka. Namun, ketika putera mereka satu-satunya, Lord Shen (Gary Oldman), mulai menggunakan kekuatan kembang api sebagai sebuah senjata yang berguna untuk menguasai China secara keseluruhan, masa kegelapan pun mulai menutupi kota Gongmen. Hasrat Lord Shen untuk menguasai China sendiri semakin memburu ketika juru ramal istana (Michelle Yeoh) memprediksi bahwa akan ada seorang ‘pejuang berwarna hitam putih’ yang akan menghalanginya dari kursi kekuasaan. Mengira bahwa ‘pejuang berwarna hitam putih’ merupakan sosok yang datang dari golongan panda, Lord Shen pun menugaskan seluruh pasukannya untuk memusnahkan seluruh panda dari kota tersebut. Perbuatan ini kemudian membuat orangtua Lord Shen mengusir dan mengasingkannya dari istana.

Continue reading Review: Kung Fu Panda 2 (2011)

Review: Breach (2007)

Well… memang cukup menyedihkan ketika memasuki bulan keempat pada tahun 2011 dan seluruh layar bioskop Indonesia masih diisi dengan film-film yang telah berusia lima tahun atau lebih. Krisis yang dialami industri perfilman nasional memang masih belum menunjukkan tanda akan berakhir, namun jika para importir film asing nasional kemudian mengalihkan pilihan mereka untuk memasukkan film-film independen cerdas asal Amerika Serikat ke layar bioskop Indonesia dalam mengisi masa jeda kekosongan film rilisan terbaru buatan Hollywood, seharusnya para penikmat film sejati tidak akan merasa terlalu berkecil hati karenanya.

Continue reading Review: Breach (2007)