Tag Archives: Dean Norris

Review: Scary Stories to Tell in the Dark (2019)

Dirilis perdana pada tahun 1981, Scary Stories to Tell in the Dark adalah judul dari buku cerita anak-anak yang ditulis oleh penulis asal Amerika Serikat, Alvin Schwartz, yang berisi kumpulan kisah pendek bernuansa horor yang kental dipengaruhi oleh dongeng maupun mitos yang telah familiar bagi masyarakat Amerika Serikat. Kesuksesan Scary Stories to Tell in the Dark lantas menginspirasi Schwartz untuk merilis dua sekuel lanjutan untuk bukunya, More Scary Stories to Tell in the Dark yang dirilis pada tahun 1984 dan Scary Stories 3: More Tales to Chill Your Bones yang dirilis pada tahun 1991, sekaligus menggoda Guillermo del Toro (The Shape of Water, 2017) untuk membawa dan menghidupkan kumpulan kisah horor tersebut menjadi sebuah presentasi film layar lebar. Bekerjasama dengan dua penulis naskah Dan Hageman dan Kevin Hageman – yang sebelumnya juga menuliskan naskah bagi serial animasi garapannya, Trollhunters: Tales of Arcadia (2016 – 2018) – del Toro lantas menyeleksi sejumlah cerita pendek dari seri buku Scary Stories to Tell in the Dark dan kemudian menyatukannya menjadi sebuah kisah petualangan horor bagi para karakternya. Apakah del Toro akan berhasil menterjemahkan kengerian Scary Stories to Tell in the Dark pada bentuk media pengisahannya yang baru? Continue reading Review: Scary Stories to Tell in the Dark (2019)

Review: The Hustle (2019)

Di tahun 1988, Steve Martin dan Michael Caine membintangi komedi Dirty Rotten Scoundrels arahan Frank Oz yang merupakan versi buat ulang dari Bedtime Story (Ralph Levy, 1964) dan berkisah mengenai dua orang penipu yang saling bersaing untuk merebut perhatian seorang wanita kaya untuk mendapatkan hartanya. Di tahun 2019, Bedtime Story dan Dirty Rotten Scoundrels dijadikan basis bagi jalan pengisahan The Hustle yang masih menawarkan premis serupa namun kini menempatkan dua sosok karakter perempuan sebagai karakter sentral cerita. Merupakan film yang menjadi debut pengarahan film layar lebar bagi sutradara Chris Addison, The Hustle bercerita tentang dua orang wanita, Josephine Chesterfield (Anne Hathaway) dan Penny Rust (Rebel Wilson), yang sama-sama memiliki kegemaran untuk menipu para pria hidung belang guna mendapatkan uang mereka. Persaingan keduanya memuncak ketika Josephine Chesterfield dan Penny Rust sama-sama mengincar seorang milyuner internet, Thomas Westerburg (Alex Sharp), yang membuat keduanya mengeluarkan strategi terbaik mereka untuk dapat mengalahkan pesaing mereka. Continue reading Review: The Hustle (2019)

Review: Beirut (2018)

Dalam film terbaru arahan Brad Anderson (The Call, 2013), Beirut, yang berlatarbelakang pengisahan di awal tahun ‘80an, Jon Hamm berperan sebagai Mason Skiles, seorang mantan diplomat Amerika Serikat yang sekarang bekerja sebagai seorang negosiator yang sering mabuk-mabukan akibat depresi yang ia rasakan setelah kehilangan sang istri, Nadia (Leïla Bekhti), dalam sebuah tragedi di Beirut, Lebanon, sepuluh tahun yang lalu. Masa lalu seakan kembali menghampiri Mason Skiles ketika ia dihubungi oleh pihak Central Intelligence Agency yang kemudian meminta bantuannya untuk bernegosiasi dengan pihak penculik salah satu agen mereka, Cal Riley (Mark Pellegrino), yang sedang bertugas di Beirut. Walau awalnya ingin menghindar akibat kenangan buruknya di kota tersebut, Mason Skiles akhirnya berangkat ke Beirut dan memulai proses negosiasi yang panjang dengan para penculik Cal Riley. Sebuah pilihan yang lantas mempertemukan Mason Skiles dengan sosok yang krusial dengan kisah tragis yang dialami oleh almarhumah istrinya. Continue reading Review: Beirut (2018)

Review: The Counselor (2013)

the-counselor-header

Setelah sebelumnya bekerjasama lewat Prometheus (2012), Michael Fassbender kini kembali berada di bawah arahan Ridley Scott untuk film terbaru yang diarahkannya, The Counselor. Dalam film ini, Fassbender berperan sebagai seorang pengacara tampan dan sukses yang dalam kesehariannya dipanggil dengan sebutan sang konselor – dan nama karakternya sama sekali tidak pernah diungkap hingga akhir film. Atas saran sahabatnya, seorang pengusaha – sekaligus pengedar obat-obatan terlarang, Reiner (Javier Bardem), yang selalu menilai bahwa sang konselor kurang mampu mengembangkan harta dan posisi yang dimilikinya saat ini, sang konselor lalu memutuskan untuk turut terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang yang menjanjikan keuntungan sangat besar.  Meskipun menguntungkan, rekan bisnis sang konselor, Westray (Brad Pitt), mengingatkan bahwa bisnis haram tersebut sangat beresiko tinggi mengingat sang konselor akan berhubungan langsung dengan kartel obat-obatan terlarang asal Meksiko yang dikenal tidak ragu untuk mengambil tindakan kekerasan jika mereka merasa dirinya terancam. Tetap saja, sang konselor memilih untuk terjun dan terlibat dalam bisnis perdagangan gelap tersebut.

Continue reading Review: The Counselor (2013)

Review: Get the Gringo (2012)

Setelah The Beaver (2011) yang cerdas namun sayangnya tersingkirkan oleh permasalahan personal Mel Gibson yang lebih banyak menghiasi media massa, Gibson kembali lagi membintangi sebuah film yang… kemungkinan besar telah banyak diharapkan akan datang dari seseorang yang kini lebih terkenal dengan imej buruk dan permasalahannya daripada sebagai salah seorang aktor dengan talenta akting terbaik yang pernah dimiliki oleh Hollywood. Get the Gringo adalah sebuah karya penyutradaraan perdana dari Adrian Grunberg dengan naskah cerita yang juga ia tulis bersama dengan Gibson dan Stacy Perskie. Walau atmosfer yang dibawakan Get the Gringo akan mengingatkan Anda pada film-film aksi bernuansa komedi yang banyak dibintangi Gibson sebelumnya, namun tetap saja, jalan cerita dan penggarapan yang lemah akan membuat Get the Gringo sama sekali tidak mampu memberikan kesan yang kuat bagi penontonnya.

Continue reading Review: Get the Gringo (2012)

Review: How Do You Know (2010)

Terakhir kali penikmat film melihat nama sutradara pemenang Academy Awards, James L. Brooks, mendapatkan kredit sebagai sutradara di sebuah film adalah ketika Brooks merilis Spanglish di tahun 2004 – yang mendapatkan reaksi yang bervariasi dari banyak kritikus film dunia. Selebihnya, Brooks lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk menjadi produser bagi beberapa film serta serial televisi komedi. Dengan 25 nominasi dan 7 kemenangan di ajang Academy Awards yang diraihnya untuk film Terms of Endearment (1983), Broadcast News (1987) dan As Good as It Gets (1997), wajar saja jika How Do You Know mendapatkan ekspektasi yang cukup tinggi dari banyak kritikus maupun penikmat film dunia.

Continue reading Review: How Do You Know (2010)