Tag Archives: Danny Pudi

Review: Smurfs: The Lost Village (2017)

They’re back! Meski tidak seorangpun sepertinya begitu antusias terhadap kembalinya kumpulan makhluk berwarna biru ini – khususnya dengan raihan kualitas dan komersial The Smurfs 2 (Raja Gosnell, 2013) yang semakin menurun jika dibandingkan dengan film pendahulunya – namun Sony Pictures Animation sepertinya masih berusaha (baca: memaksa) semua orang untuk menyukai produk adaptasi layar lebar dari komik berjudul sama buatan Peyo tersebut. Smurfs: The Lost Village sendiri tidak memiliki jalinan hubungan cerita dengan dua seri film The Smurfs sebelumnya dan memulai sebuah garis pengisahan yang baru. Yeap. Hanya dalam jangka waktu enam tahun semenjak perilisan film pertama, Sony Pictures Animation memutuskan untuk melakukan reboot terhadap seri film The Smurfs dengan melakukan perombakan total pada barisan pemeran dan kru produksinya serta mengubahnya menjadi sebuah film animasi secara keseluruhan daripada sebuah paduan animasi dan live-action seperti pada dua film The Smurfs terdahulu. Dengan kursi penyutradaraan yang kini ditempati oleh Kelly Asbury (Gnomeo & Juliet, 2011), apakah seluruh perubahan tersebut mampu memberikan sebuah daya tarik yang baru bagi seri film The Smurfs? Continue reading Review: Smurfs: The Lost Village (2017)

Advertisements

Review: Captain America: The Winter Soldier (2014)

Captain America: The Winter Soldier (Marvel Studios, 2014)
Captain America: The Winter Soldier (Marvel Studios, 2014)

So what went wrong with Captain America: The First Avenger (2011)? Well… terlepas dari pemilihan Chris Evans yang benar-benar memiliki penampilan, kharisma dan kemampuan yang tepat untuk memerankan sang karakter utama, Captain America: The First Avenger tidak pernah benar-benar terasa sebagai sebuah film yang diperuntukkan kepada Captain America secara keseluruhan. Dengan penggalian karakter utama yang cukup terbatas serta paruh penceritaan lanjutan yang kemudian menghadirkan beberapa karakter ciptaan Marvel Comics yang telah terlebih dahulu meraih popularitasnya, Captain America: The First Avenger lebih kental terasa sebagai media publikasi untuk mengenalkan karakter Captain America kepada penonton dalam skala luas sebelum karakter tersebut akhirnya diikutsertakan dalam The Avengers (2012) – yang sekaligus menjadikan Captain America: The First Avenger terasa seperti promosi berdurasi 125 menit bagi The Avengers. Bukan sebuah presentasi yang benar-benar buruk namun kurang mampu untuk memberikan kesan esensial sebagai pemicu hadirnya sebuah franchise superhero yang baru.

Continue reading Review: Captain America: The Winter Soldier (2014)

Review: Hoodwinked Too! Hood vs. Evil (2011)

Hoodwinked Too! Hood vs. Evil (Kanbar Entertainment/Kanbar Animation/Arc Productions, 2011)
Hoodwinked Too! Hood vs. Evil (Kanbar Entertainment/Kanbar Animation/Arc Productions, 2011)

Ada dua alasan mengapa Anne Hathaway memilih untuk meninggalkan peran untuk mengisisuarakan karakter utama, Red Puckett, dalam sekuel film animasi Hoodwinked! (2006). Alasan pertama jelas karena nama Hathaway yang telah demikian melambung semenjak ia mengisisuarakan film animasi berkualitas medioker ini – dan Hathaway tentu kini lebih memilih untuk terlibat dalam film animasi yang lebih berkelas seperti Rio (2011). Alasan kedua… wellHoodwinked! memiliki kualitas yang medioker, mulai dari kualitas presentasi visual maupun pengolahan naskah ceritanya. Kualitas tersebut juga masih begitu terasa pada Hoodwinked Too! Hood vs. Evil. Meskipun telah didorong dengan perbaikan tingkat kualitas pada sisi visualnya, namun naskah cerita Hoodwinked Too! Hood vs. Evil tetap gagal untuk menjadikan film animasi ini mampu memiliki eleman kuat untuk menarik perhatian para penontonnya.

Continue reading Review: Hoodwinked Too! Hood vs. Evil (2011)