Tag Archives: Daniel Mays

Review: 1917 (2019)

Selepas mengarahkan Skyfall (2012) dan Spectre (2015) – yang menjadi dua film dari seri James Bond dengan raihan kesuksesan komersial terbesar sepanjang masa – Sam Mendes kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk 1917. Dengan naskah cerita yang digarap oleh Mendes bersama dengan Krysty Wilson-Cairns berdasarkan penuturan sang kakek, Alfred Mendes, yang merupakan seorang novelis sekaligus veteran perang, 1917 digarap Mendes sebagai sebuah pengalaman sinematis dimana para penontonnya akan menyaksikan perjalanan sang karakter utama dalam sebuah kesatuan linimasa cerita yang utuh – tanpa adanya interupsi dari konflik maupun karakter pendukung lain. Premis kisahnya sendiri terdengar sederhana: Berlatarbelakang masa Perang Dunia I di April 1917, dua orang prajurit Inggris, Lance Corporal Tom Blake (Dean-Charles Chapman) dan Lance Corporal William Schofield (George MacKay), ditugaskan oleh pimpinan mereka, General Erinmore (Colin Firth), untuk menyampaikan pesan ke sebuah batalyon di Resimen Devonshire bahwa pasukan Jerman telah menyiapkan sebuah serangan jebakan yang dapat membunuh seisi batalyon tersebut. Mendes, hebatnya, memberikan garapan yang berhasil membuat setiap menit perjalanan cerita film ini tampil begitu memukau. Continue reading Review: 1917 (2019)

Review: Byzantium (2013)

Byzantium-header

Di tahun 1994, sutradara asal Irlandia, Neil Jordan, berkesempatan untuk mengarahkan film Interview with the Vampire: The Vampire Chronicles yang diadaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya novelis Anne Rice. Film yang bercerita mengenai kehidupan para vampir dan dibintangi oleh nama-nama besar seperti Tom Cruise, Brad Pitt, Antonio Banderas serta Kirsten Dunst tersebut cukup berhasil mendapatkan pujian dari para kritikus film dunia sekaligus mampu meraih kesuksesan komersial sebesar lebih dari US$223 juta dari bujet produksi yang hanya mencapai US$60 juta. Hampir 20 tahun kemudian, Jordan kembali lagi dengan sebuah film yang juga bercerita mengenai kehidupan para vampir, Byzantium. Dibintangi duo Gemma Arterton dan Saoirse Ronan, Byzantium sendiri memiliki struktur penceritaan yang jauh lebih kompleks dan kelam jika dibandingkan dengan Interview with the Vampire: The Vampire Chronicles. Meskipun begitu, pengarahan Jordan kepada cerita, tata produksi dan penampilan para jajaran pemerannya yang kuat akan mampu membuat film ini tampil begitu memikat bagi para penontonnya.

Continue reading Review: Byzantium (2013)

Review: The Adventures of Tintin (2011)

Sebuah penantian akhirnya terbayar sudah! Steven Spielberg semenjak lama merupakan seorang penggemar seri komik The Adventures of Tintin. Sementara itu, penulis komik tersebut, Hergé, juga merupakan seorang penggemar dari karya-karya Spielberg dan menganggap bahwa hanya sutradara pemenang Academy Awards itulah yang dapat dengan benar-benar membawa jiwa deretan karakter dan kisah yang terdapat dalam seri The Adventures of Tintin. Walau pada awalnya proses adaptasi seri komik The Adventures of Tintin menuju sebuah film layar lebar banyak menemui hambatan, namun ketika Spielberg bertemu dengan Peter Jackson – seorang sutradara pemenang Academy Awards lainnya yang juga menggemari seri komik tersebut – perlahan-lahan proyek tersebut mulai menemukan titik terangnya. Dengan menggunakan teknologi motion capture – yang dinilai akan lebih mampu untuk menangkap jiwa dari jalan cerita seri komik tersebut daripada jika dihadirkan sebagai sebuah tayangan live action – proses produksi The Adventures of Tintin pun akhirnya dimulai pada tahun 2009.

Continue reading Review: The Adventures of Tintin (2011)

Review: Made in Dagenham (2010)

Seperti halnya The Fighter (2010), Made in Dagenham sama sekali tidak menawarkan sebuah terobosan baru di dalam penceritaannya. Diangkat dari kisah nyata mengenai upaya pekerja wanita untuk mendapatkan upah yang setara di perusahaan produsen mobil Ford pada tahun 1968, Made in Dagenham justru mengikuti setiap pola drama yang pernah ada mengenai kisah sekelompok orang yang berusaha untuk mendapatkan status hidup yang lebih baik. Jajaran pemeran Made in Dagenham yang membuat film ini mampu tampil menghibur dan inspiratif, khususnya penampilan sang aktris utama, Sally Hawkins, yang begitu mampu mengeksplorasi setiap emosi yang dibutuhkan karakternya untuk dapat tampil memikat hati setiap penonton film ini.

Continue reading Review: Made in Dagenham (2010)