Tag Archives: Dania Ramirez

Review: Jumanji: The Next Level (2019)

Merupakan sekuel bagi Jumanji (Joe Johnston, 1995) dan dianggap sebagai film ketiga dalam seri film Jumanji setelah Zathura: A Space Adventure (Jon Favreau, 2005) yang juga diadaptasi dari seri buku cerita anak-anak garapan Chris Van Allsburg, Jumanji: Welcome to the Jungle (Jake Kasdan, 2017) mampu memberikan kesuksesan besar bagi Columbia Pictures ketika film tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$960 juta selama masa rilisnya di seluruh dunia. Well… tentu saja tidak mengejutkan ketika setahun kemudian Columbia Pictures mengumumkan bahwa pihaknya akan memproduksi sekuel bagi Jumanji: Welcome to the Jungle dengan Kasdan kembali duduk di kursi penyutradaraan serta Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, dan Karen Gillan turut kembali untuk menghidupkan karakter sentral yang mereka perankan. Seperti yang dapat diungkapkan dari judulnya sendiri, Jumanji: The Next Level, film ini memang menjanjikan untuk menghadirkan tingkat kesenangan yang lebih banyak dari film pendahulunya. Tujuan yang lumayan mampu dapat dipenuhi – meskipun dengan beberapa garapan yang sepertinya menahan kualitas presentasi film ini untuk melangkah lebih jauh. Continue reading Review: Jumanji: The Next Level (2019)

Review: Premium Rush (2012)

Dalam Premium Rush, Joseph Gordon-Levitt berperan sebagai Wilee, seorang pria yang bekerja sebagai kurir antar berkendaraan sepeda di kota New York, Amerika Serikat. Now… Wilee sebenarnya adalah seorang mahasiswa sekolah hukum yang kemudian memilih untuk keluar dari masa pembelajarannya karena tidak dapat melihat dirinya berpakaian rapi dan bekerja sepanjang hari sebagai seorang pegawai kantoran. Wilee menganggap dirinya sebagai seorang pemuda yang berjiwa bebas. Yang juga kemudian menjelaskan mengapa, berbeda dengan para kurir antar yang menggunakan kendaraan sepeda lain di kota New York, Wilee memilih tidak menggunakan fasilitas keamanan seperti rem di sepedanya. Ia menganggap kehadiran rem di sebuah sepeda sebagai terlalu… well… lemah dan menghalangi kebebasannya. Great!

Continue reading Review: Premium Rush (2012)