Tag Archives: Dan Fogler

Review: Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018)

Merupakan film kedua dari lima film yang direncanakan akan hadir dalam seri Fantastic Beasts yang naskah ceritanya dikembangkan dari buku Fantastic Beasts and Where to Find Them garapan J. K. Rowling, Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald memiliki linimasa yang berlatar waktu pengisahan beberapa bulan setelah terjadinya berbagai konflik yang dikisahkan pada Fantastic Beasts and Where to Find Them (David Yates, 2016). Dikisahkan, penyihir hitam Gellert Grindelwald (Johnny Depp) yang sebelumnya telah ditangkap oleh Magical Congress of the United States of America dengan bantuan Newt Scamander (Eddie Redmayne) kini berhasil melarikan diri dan segera mulai mengumpulkan banyak pengikutnya untuk dapat membantunya mewujudkan ambisi terbesarnya: mengumpulkan seluruh penyihir berdarah murni dan kemudian menguasai seluruh umat manusia. Rencana yang jelas akan menimbulkan perpecahan di dunia sihir tersebut jelas mendapatkan tentangan dari banyak pihak, termasuk dari Albus Dumbledore (Jude Law), yang di masa lalu sebenarnya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Gellert Grindelwald. Percaya bahwa hanya Newt Scamander yang memiliki kemampuan untuk dapat mengalahkan Gellert Grindelwald, Albus Dumbledore akhirnya meminta bantuan pada mantan muridnya tersebut. Continue reading Review: Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018)

Advertisements

Review: Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)

Dengan pendapatan sebesar lebih dari US$7,8 milyar dari masa perilisan delapan filmnya di sepanjang satu dekade (2001 – 2011), jelas adalah sangat naif untuk beranggapan bahwa Warner Bros. akan melepaskan begitu saja kesempatan untuk kembali meraih peruntungan komersial dari seri Harry Potter. Well… kesempatan itu datang dari Fantastic Beasts and Where to Find Them, sebuah buku karya J.K. Rowling yang dirilis pada tahun 2001 dan awalnya diniatkan sebagai “bacaan pendamping” bagi buku seri pertama dari Harry Potter, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (1997). Continue reading Review: Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)

Review: Free Birds (2013)

Free Birds (Reel FX Creative Studios/Relativity Media, 2013)
Free Birds (Reel FX Creative Studios/Relativity Media, 2013)

Thanksgiving Day adalah sebuah hari libur nasional tahunan yang umumnya diperingati oleh warga Amerika Utara tepatnya pada hari Kamis keempat di bulan November. Diperkirakan dimulai pada tahun 1621 sebagai wujud rasa terima kasih warga pendatang yang berasal dari Eropa kepada penduduk pribumi Amerika dengan membagikan hasil panen mereka, Thanksgiving Day biasanya dirayakan setiap keluarga di Amerika dengan menikmati penganan khas perayaan tersebut yaitu kalkun. Well… kebiasaan warga Amerika dalam menikmati penganan kalkun untuk merayakan Thanksgiving Day itulah yang kemudian menjadi inspirasi bagi jalan penceritaan Free Birds. Diarahkan oleh Jimmy Hayward (Jonah Hex, 2010) yang juga bertugas sebagai penulis naskah film ini bersama dengan Scott Mosier, Free Birds sayangnya gagal untuk mengembangkan premis ceritanya untuk menjadi sebuah presentasi yang menarik. Medioker – baik dari tampilan visual maupun penggarapan ceritanya.

Continue reading Review: Free Birds (2013)

Review: Take Me Home Tonight (2011)

Tentu, sebagai seorang aktor yang dibesarkan oleh serial That ‘70s Show (1998 – 2006), membintangi sebuah film yang kental dengan nuansa ’80-an jelas bukanlah sebuah masalah besar bagi Topher Grace. Apalagi, karakter Matt Franklin yang ia mainkan di film ini sebenarnya tidak begitu jauh berbeda dengan karakter Eric Forman yang ia mainkan di serial televisi yang juga membantu membesarkan nama Ashton Kutcher tersebut. Topher Grace sebagai Matt Franklin adalah sebuah pilihan yang sangat tepat. Grace memiliki penampilan keseluruhan yang pas untuk berperan sebagai seorang pemuda yang masih belum dapat menentukan jati dirinya. Sementara itu, terlepas dari penggunaan yang sangat efektif dari berbagai hal yang berbau ’80-an di filmnya sendiri, Take Me Home Tonight sayangnya tidak mampu memberikan sesuatu yang baru kepada penontonnya.

Continue reading Review: Take Me Home Tonight (2011)

Review: Love Happens (2009)

Jennifer Aniston. Mungkin bukan kesalahan semua orang jika ketika mendengar nama aktris yang populer lewat serial televisi Friends ini langsung terbayang akan berbagai film komedi romantis yang sayangnya kebanyakan dinilai dangkal dan kurang efektif. Dengan judul Love Happens dan sebuah poster yang kurang menarik, penilaian itu mungkin akan semakin tajam terbentuk, bahkan sebelum kebanyakan penonton menyaksikan film ini.

Continue reading Review: Love Happens (2009)