Tag Archives: Crystal Reed

Review: Incident in a Ghostland (2018)

Debut pengarahan Pascal Laugier dalam bahasa Inggris yang dibintangi Jessica Biel, The Tall Man, gagal meraih kesuksesan, baik secara kritikal maupun komersial, ketika dirilis pada tahun 2012 lalu. Karenanya, mungkin cukup wajar jika pada film berbahasa Inggris Laugier berikutnya, Incident in a Ghostland, sutradara berkewarganegaraan Perancis tersebut kembali menggunakan formula kisah dari film yang dahulu telah melambungkan namanya, Martyrs (2008). Berkisah mengenai dua orang gadis remaja yang mengalami sederetan penyiksaan dari sosok-sosok asing yang menyekap mereka, Incident in a Ghostland memang akan mengingatkan banyak penonton pada salah satu film yang menjadi bagian New French Extremity – sebuah sebutan bagi film-film rilisan sutradara asal Perancis pada akhir tahun ‘90an hingga awal tahun 2000an yang mengandung begitu banyak adegan kekerasan – tersebut. Namun, dengan lemahnya struktur pengisahan dan karakterisasi yang ditawarkan Laugier, Incident in a Ghostland hanya akan mampu mengejutkan dengan adegan-adegan kekerasannya namun menjadi mudah terlupakan begitu durasi pengisahan film ini berakhir. Continue reading Review: Incident in a Ghostland (2018)

Advertisements

Review: Crazy, Stupid, Love. (2011)

Sesuai dengan kesan yang akan didapatkan penonton ketika membaca judul film ini, Crazy, Stupid, Love. mencoba untuk menggabungkan elemen drama, komedi dan romansa ke dalam sebuah jalinan kisah yang berdurasi sepanjang 118 menit. Berhasil? Sebagai sebuah komedi, Crazy, Stupid, Love. cukup mampu untuk tampil stabil di berbagai bagian ceritanya. Didukung dengan penampilan apik para jajaran pemerannya serta naskah cerita yang berisi deretan dialog menghibur dan ditulis oleh Dan Fogelman (Cars 2, 2011), Crazy, Stupid, Love. harus diakui berhasil memberikan banyak momen-momen menyenangkan bagi penontonnya. Sayangnya, usaha untuk melebarkan sayap ke wilayah drama romansa seringkali berakhir dengan kegagalan akibat terlalu banyaknya sisi cerita yang ingin dikembangkan yang berakibat kurang fokusnya penceritaan yang disampaikan kepada penonton.

Continue reading Review: Crazy, Stupid, Love. (2011)

Review: Skyline (2010)

Kesuksesan sutradara Neill Blompkamp dalam memproduksi District 9 (2009) ternyata sedikit banyak mempengaruhi cara pandang banyak produsen dan pembuat film Hollywood dalam menghasilkan karya-karya mereka. Tidak hanya mempengaruhi bangkitnya kembali pembahasan mengenai makhluk luar angkasa di dalam jalan cerita, District 9 sepertinya juga mampu memberikan contoh mengenai bagaimana cara membuat sebuah film dengan tampilan yang megah namun menggunakan modal yang tidak akan mampu menyaingi biaya produksi yang dibutuhkan James Cameron dalam setiap film yang ia hasilkan.

Continue reading Review: Skyline (2010)