Tag Archives: Crime

Review: The Raid 2: Berandal (2014)

The Raid 2: Berandal (PT. Merantau Films/XYZ Films, 2014)
The Raid 2: Berandal (PT. Merantau Films/XYZ Films, 2014)

Terlepas dari kesuksesan megah yang berhasil diraih oleh The Raid (2012) – baik sebagai sebuah film Indonesia yang mampu mencuri perhatian dunia maupun sebagai sebuah film yang bahkan diklaim banyak kritikus film dunia sebagai salah satu film aksi terbaik yang pernah diproduksi dalam beberapa tahun terakhir – tidak ada yang dapat menyangkal bahwa film garapan sutradara Gareth Huw Evans tersebut memiliki kelemahan yang cukup besar dalam penataan ceritanya. Untuk seri kedua dari tiga seri yang telah direncanakan untuk The Raid, Evans sepertinya benar-benar mendengarkan berbagai kritikan yang telah ia terima mengenai kualitas penulisan naskahnya. Menggunakan referensi berbagai film aksi klasik seperti The Godfather (1972) dan Infernal Affairs (2002), Evans kemudian memberikan penggalian yang lebih mendalam terhadap deretan karakter maupun konflik penceritaan sekaligus menciptakan jalinan kisah berlapis yang tentu semakin menambah kompleks presentasi kisah The Raid 2: Berandal. Lalu bagaimana Evans mengemas pengisahan yang semakin rumit tersebut dengan sajian kekerasan nan brutal yang telah menjadi ciri khas dari The Raid?

Continue reading Review: The Raid 2: Berandal (2014)

Review: Freelancers (2012)

Freelancers (Grindstone Entertainment Group/Cheetah Vision/Emmett/Furla Films/Paradox Entertainment, Inc./Action Jackson Films/Rick Jackson Films/Envision Entertainment, 2012)
Freelancers (Grindstone Entertainment Group/Cheetah Vision/Emmett/Furla Films/Paradox Entertainment, Inc./Action Jackson Films/Rick Jackson Films/Envision Entertainment, 2012)

Siapa yang bilang kalau uang tidak dapat membeli segalanya? Well… setidaknya uang mampu memberikan Curtis Jackson – atau yang lebih dikenal sebagai seorang penyanyi rap dengan nama panggung 50 Cent – sebuah kesempatan yang cukup luas untuk tampil berakting di banyak film yang ia inginkan. Bersama dengan produser Randall Emmet, Jackson menginvestasikan uangnya dengan mendirikan rumah produksi Cheetah Vision yang hebatnya kemudian berhasil mengumpulkan beberapa investor lain yang mau turut berkontribusi sejumlah total US$200 juta untuk membiayai sepuluh film yang diproduksi rumah produksi tersebut semenjak awal tahun 2011. Hasilnya? Cheetah Vision memproduksi film-film seperti Fire with Fire (2012), The Frozen Ground (2013) dan Empire State (2013) yang berkualitas cukup menyedihkan dan kebanyakan langsung dirilis dalam bentuk home video namun tetap mampu menarik nama-nama aktor popular maupun pemenang penghargaan film untuk membintangi film-film tersebut.

Continue reading Review: Freelancers (2012)

Review: Need for Speed (2014)

Need for Speed (DreamWorks Pictures/Reliance Entertainment/Electronic Arts/Bandito Brothers, 2014)
Need for Speed (DreamWorks Pictures/Reliance Entertainment/Electronic Arts/Bandito Brothers, 2014)

Dapatkah Anda benar-benar menyalahkan para produser film Need for Speed karena tergoda untuk berusaha memfilmkan sebuah permainan video bertema dunia balapan mobil setelah kesuksesan komersial besar-besaran yang diraih oleh seri film The Fast and the Furious (2001 – 2013)? Mungkin tidak. Diadaptasi dari salah satu seri permainan video paling sukses di dunia yang telah diproduksi semenjak dua dekade lalu, Need for Speed memberikan ruang penceritaan yang cukup leluasa bagi para pencipta filmnya karena mengingat ketiadaan jalan cerita yang mengikat dalam seri permainan video itu sendiri. Ditangani oleh penulis naskah George Gatins yang dibantu dengan dukungan struktur cerita arahan John Gatins (Flight, 2012), Need for Speed dibangun dengan formula alur penceritaan yang jelas akan mampu memuaskan mereka yang menikmati film-film aksi balapan sejenis. Lalu bagaimana formula penceritaan tersebut kemudian ditangani oleh sang sutradara Scott Waugh (Act of Valor, 2012)?

Continue reading Review: Need for Speed (2014)

Review: 3 Days to Kill (2014)

3 Days to Kill (3DTK/EuropaCorp/Feelgood Entertainment/Paradise/MGN/Relativity Media/Wonderland Sound and Vision, 2014)
3 Days to Kill (3DTK/EuropaCorp/Feelgood Entertainment/Paradise/MGN/Relativity Media/Wonderland Sound and Vision, 2014)

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyadari bahwa 3 Days to Kill adalah sebuah film yang memiliki sentuhan Luc Besson di dalam penceritaannya – adegan aksi di jalanan kota Paris, karakter protagonis utama dengan kemampuan intelijen dan bela diri yang luar biasa serta sekelumit kisah keluarga yang kemudian membungkus adegan dan karakter tersebut. Bayangkan garis merah yang terdapat pada presentasi cerita Taken (2008), Colombiana (2011) atau The Family (2013) dan Anda akan dengan mudah memahami apa yang disampaikan Besson dalam film yang dibintangi Kevin Costner ini. Juga sama seperti ketiga film tersebut, Besson hanya bertindak sebagai penulis naskah bagi 3 Days to Kill bersama Adi Hasak dengan McG (This Means War, 2012) duduk di kursi penyutradaraan. Well… jika Anda siap untuk bersenang-senang bersama sebuah film aksi dengan sentuhan drama keluarga a la Besson, maka 3 Days to Kill kemungkinan besar akan mampu memuaskan Anda.

Continue reading Review: 3 Days to Kill (2014)

Review: RoboCop (2014)

RoboCop (Metro-Goldwyn-Mayer Pictures/Columbia Pictures/Strike Entertainment, 2014)
RoboCop (Metro-Goldwyn-Mayer Pictures/Columbia Pictures/Strike Entertainment, 2014)

Ketika dirilis pada tahun 1987, RoboCop yang disutradarai oleh Paul Verhoeven tidak hanya mampu mencuri perhatian para penikmat film dunia karena keberhasilan Verhoeven mewujudkan imajinasinya mengenai kehidupan di masa yang akan datang. Lebih dari itu, sama seperti film-film arahan Verhoeven lainnya, RoboCop hadir dengan deretan adegan bernuansa kekerasan yang kental namun mampu diselimuti dengan naskah cerita yang begitu cerdas dalam memberikan satir tajam mengenai kehidupan sosial masyarakat dunia di saat tersebut. Keunikan itulah yang kemudian berhasil membawa RoboCop meraih kesuksesan baik secara kritikal – dimana RoboCop berhasil meraih dua nominasi di kategori Best Film Editing dan Best Sound Mixing serta memenangkan penghargaan khusus di kategori Best Sound Effects Editing pada ajang The 60th Annual Academy Awards – maupun komersial serta dilanjutkan dengan dua seri film lanjutan (1990, 1993), serial televisi, dua serial televisi animasi, miniseri televisi, permainan video dan sejumlah adaptasi komik.

Continue reading Review: RoboCop (2014)

Review: The Counselor (2013)

the-counselor-header

Setelah sebelumnya bekerjasama lewat Prometheus (2012), Michael Fassbender kini kembali berada di bawah arahan Ridley Scott untuk film terbaru yang diarahkannya, The Counselor. Dalam film ini, Fassbender berperan sebagai seorang pengacara tampan dan sukses yang dalam kesehariannya dipanggil dengan sebutan sang konselor – dan nama karakternya sama sekali tidak pernah diungkap hingga akhir film. Atas saran sahabatnya, seorang pengusaha – sekaligus pengedar obat-obatan terlarang, Reiner (Javier Bardem), yang selalu menilai bahwa sang konselor kurang mampu mengembangkan harta dan posisi yang dimilikinya saat ini, sang konselor lalu memutuskan untuk turut terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang yang menjanjikan keuntungan sangat besar.  Meskipun menguntungkan, rekan bisnis sang konselor, Westray (Brad Pitt), mengingatkan bahwa bisnis haram tersebut sangat beresiko tinggi mengingat sang konselor akan berhubungan langsung dengan kartel obat-obatan terlarang asal Meksiko yang dikenal tidak ragu untuk mengambil tindakan kekerasan jika mereka merasa dirinya terancam. Tetap saja, sang konselor memilih untuk terjun dan terlibat dalam bisnis perdagangan gelap tersebut.

Continue reading Review: The Counselor (2013)

Review: Homefront (2013)

homefront-header

Masih ingat dengan Carnage (2011)? Sebuah film drama yang dibintangi Kate Winslet, Christoph Waltz, Jodie Foster, John C. Reilly dan diarahkan oleh Roman Polanski yang menceritakan tentang dua pasangan orangtua yang saling beradu argumen satu sama lain akibat perkelahian putera mereka di sekolah? WellHomefront memiliki premis penceritaan yang hampir serupa. Hanya saja, daripada saling beradu argumen, para orangtua dari kedua anak yang berseteru di film ini lebih memilih untuk mencoba membunuh lawannya. Begitulah. Keberadaan nama Jason Statham jelas memastikan bahwa Anda akan dapat menyaksikan banyak adegan aksi penuh darah dalam jalan cerita film ini. Namun, lebih dari itu, naskah cerita Homefront dapat memberikan sebuah keseimbangan antara adegan-adegan aksi tersebut dengan penceritaan drama mengenai hubungan ayah dan anak yang membuat Homefront menjadi sebuah sajian yang begitu memikat.

Continue reading Review: Homefront (2013)

Review: The Iceman (2013)

the-iceman-header

Diadaptasi dari buku berjudul The Iceman: The True Story of a Cold-Blooded Killer karya Anthony Bruno dan film dokumenter karya James Thebaut yang berjudul The Iceman Tapes: Conversations with a Killer, film arahan sutradara Ariel Vromen ini menceritakan kisah nyata mengenai seorang pembunuh bayaran asal Amerika Serikat, Richard Kuklinski. Meskipun ia hanya didakwa untuk lima kasus pembunuhan pada tahun 1988, Kuklinski sendiri mengaku bahwa ia telah membunuh sebanyak 100 hingga 250 orang sepanjang karirnya sebagai seorang pembunuh bayaran dari tahun 1948 hingga 1986. Yang lebih mengesankan, di saat yang bersamaan, Kuklinski juga mampu membangun sebuah keluarga yang bahagia dengan seorang istri dan dua orang puteri. Dua kehidupan yang saling bertolak belakang namun mampu berjalan beriringan. Hingga Kuklinski berhasil diringkus oleh pihak kepolisian, tentu saja. Sebuah kisah kriminal yang cukup mengagumkan, bukan?

Continue reading Review: The Iceman (2013)