Tag Archives: Christopher Landon

Review: Happy Death Day (2017)

Meskipun bukan yang pertama dalam menggunakan plot pengisahan yang melibatkan terjadinya time loop – situasi dimana satu/beberapa karakter harus terjebak dalam sebuah putaran waktu sebelum dirinya/mereka dapat memecahkan sebuah misteri yang dapat mengeluarkan mereka dari perjalanan waktu berulang tersebut – namun film komedi arahan Harold Ramis, Groundhog Day (1993), jelas merupakan film pertama yang berada di benak banyak penikmat film dunia ketika disinggung mengenai pola penceritaan tersebut. Setelahnya, time loop turut hadir dalam banyak film Hollywood yang berasal dari berbagai genre seperti Triangle (Christopher Smith, 2009), Source Code (Duncan Jones, 2011), Looper (Rian Johnson, 2011), dan Edge of Tomorrow (Doug Liman, 2014). Kini, sutradara asal Amerika Serikat, Christopher Landon (Paranormal Activity: The Marked Ones, 2014), menjajal kemampuannya dalam menggarap garisan cerita bernuansa time loop dalam sebuah slasher berjudul Happy Death Day. Hasilnya, meskipun filmnya tidak menawarkan sebuah pengisahan slasher yang terlalu istimewa, Landon mampu menjadikan Happy Death Day sebagai sebuah presentasi yang akan cukup mampu menyenangkan banyak penontonnya. Continue reading Review: Happy Death Day (2017)

Advertisements

Review: Paranormal Activity: The Marked Ones (2014)

Paranormal Activity: The Marked Ones (Paramount Pictures/Blumhouse Productions/Room 101/Solana Films, 2014)
Paranormal Activity: The Marked Ones (Paramount Pictures/Blumhouse Productions/Room 101/Solana Films, 2014)

Because this is Hollywood, and if something kind of works, they’ll just keep doing it until everybody hates it!”

Kutipan tersebut berasal dari Tina Fey yang menyinggung mengenai dirinya dan Amy Poehler yang kembali diundang oleh Hollywood Foreign Press Association untuk kembali membawakan ajang penghargaan Golden Globes beberapa waktu yang lalu. And it’s fucking true! Hollywood, saudara-saudara, tidak akan berhenti mengeksploitasi sebuah produk jika produk tersebut masih terus digemari (baca: digilai) oleh para konsumennya. They’re all about the money after all. Mungkin hal tersebut adalah satu-satunya alasan rasional yang dapat menjelaskan keberadaan setiap seri terbaru dari franchise Paranormal Activity (2009 – 2012). Para kritikus film dunia jelas telah merasa kelelahan dengan formula horor yang terus menerus diulang di setiap seri franchise ini. Pun begitu, apa mau dikata, penonton sepertinya terus saja rela menghabiskan uang dan waktu mereka untuk mendapatkan sensasi ketakutan yang sama dari setiap seri Paranormal Activity.

Continue reading Review: Paranormal Activity: The Marked Ones (2014)