Tag Archives: Chris Rock

Review: Roald Dahl’s The Witches (2020)

Masih ingat dengan memori menyeramkan sekaligus mimpi buruk yang diakibatkan oleh adegan Anjelica Huston yang secara perlahan melepaskan rambut serta kulit palsunya dan kemudian membiarkan wujud aslinya sebagai seorang penyihir terlihat dalam film The Witches (Nicolas Roeg, 1990)? Well… mimpi buruk tersebut coba dibangkitkan kembali oleh Guillermo del Toro bersama dengan Alfonso Cuarón dan Robert Zemeckis dengan menghadirkan adaptasi teranyar bagi buku cerita anak-anak garapan Roald Dahl yang juga berjudul The Witches tersebut. Sebenarnya, pada tahun 2008, Cuarón sempat mengungkapkan bahwa dirinya akan bekerjasama dengan del Toro untuk mengadaptasi The Witches dalam bentuk teknik animasi stop motion. Sayang, rencana tersebut gagal untuk membuahkan hasil. Sepuluh tahun kemudian, kerjasama antara del Toro dengan Cuarón untuk menghidupkan The Witches muncul kembali namun dengan format yang berbeda. Daripada menghadirkannya sebagai sebuah film animasi, versi teranyar dari The Witches akan tetap disajikan dalam presentasi live action dengan Zemeckis akan duduk di kursi penyutradaraan serta Cuarón dan del Toro bertindak sebagai produser sekaligus penulis naskah. Continue reading Review: Roald Dahl’s The Witches (2020)

Review: What to Expect When You’re Expecting (2012)

Dianggap sebagai sebuah kitab suci bagi para wanita hamil di Amerika Serikat – dimana diperkirakan 93% wanita hamil di negara tersebut menjadikan buku ini sebagai bacaan wajibnya, What to Expect When You’re Expecting adalah sebuah buku yang berformat deretan pertanyaan dan jawaban mengenai kehamilan yang ditulis oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel serta diterbitkan pertama kali pada tahun 1984. Walau sama sekali tidak mengandung garis cerita di dalamnya, Hollywood mengambil inspirasi mengenai berbagai peristiwa dan proses yang terjadi dalam kehamilan dari buku tersebut dan menjadikannya sebuah naskah film drama komedi romantis dengan bantuan duo penulis naskah, Shauna Cross (Whip It, 2009) dan Heather Hach (Freaky Friday, 2003).

Continue reading Review: What to Expect When You’re Expecting (2012)

Review: Madagascar 3: Europe’s Most Wanted (2012)

Setelah kesuksesan Madagascar (2005) yang berhasil meraih pendapatan sebesar US$532 juta dari peredarannya di seluruh dunia dan diikuti dengan Madagascar: Escape 2 Africa (2008) yang bahkan berhasil mengungguli pendapatan film pertamanya dengan raihan pendapatan sebesar US$603 juta, tidak mengherankan jika kemudian DreamWorks Animation melanjutkan kisah petualangan kuartet binatang asal Central Park Zoo, New York, Amerika Serikat tersebut dengan Madagascar 3: Europe’s Most Wanted – serta sebuah opsi untuk pembuatan seri keempat jika bagian ketiga franchise film ini berhasil menemukan kesuksesan yang sama. Franchise Madagascar sendiri semenjak awal memang sepertinya tidak pernah berniat untuk menjadi lebih dari sekedar sebuah hiburan bagi para penontonnya. Formula hiburan itulah yang kembali digunakan dalam Madagascar 3: Europe’s Most Wanted… yang membuat seri ketiga ini begitu terasa menjemukan terlepas dari penampilan visualnya yang mengalami peningkatan kualitas yang cukup berarti.

Continue reading Review: Madagascar 3: Europe’s Most Wanted (2012)

Review: Grown Ups (2010)

Sama halnya seperti Jim Carrey, Adam Sandler mungkin adalah salah satu dari sekian banyak aktor komedi yang terus berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas penampilan drama di dalam mereka. Memang tidak sepenuhnya selalu berhasil, namun ketika mereka mampu melakukannya, Hollywood sepertinya tidak begitu menunjukkan ketertarikannya. Lihat saja bagaimana penampilan Sandler di Punch-Drunk Love (2002), Reign Over Me (2007) atau Funny People (2009) yang memang mendapatkan pujian dari para kritikus film dunia, namun gagal dalam mendapatkan perhatian penonton.

Continue reading Review: Grown Ups (2010)

Review: Death at a Funeral (2010)

Bagi mereka penggemar film-film komedi yang berasal dari negeri Britania Raya tentu mengenal judul Death at at Funeral yang sempat dirilis dan sukses pada tahun 2007 lalu. Film tersebut berhasil merebut banyak perhatian para penikmat film dunia sekaligus para kritikus film yang kemudian juga membuahkan beberapa penghargaan bagi sutradaranya, Frank Oz. Tidak butuh waktu lama bagi Hollywood untuk kemudian melihat peluang emas dalam merilis film ini kembali dalam sebuah bentuk yang lebih sesuai untuk dipasarkan di daerah mereka.

Continue reading Review: Death at a Funeral (2010)