Tag Archives: Charlyne Yi

Review: The Mitchells vs the Machines (2021)

Sempat direncanakan rilis di layar bioskop dengan judul Connected pada tahun 2020, The Mitchells vs the Machines adalah film animasi terbaru yang diproduseri oleh Phil Lord dan Christopher Miller yang, tentu saja, dikenal dengan film-film yang mereka arahkan dan produseri sebelumnya seperti Cloudy with a Chance of Meatballs (2009), The LEGO Movie (2014), dan Spider-Man: Into the Spider-Verse (Bob Persichetti, Peter Ramsey, Rodney Rothman, 2018). Merupakan film animasi yang menjadi debut pengarahan bagi sutradara Mike Rianda – serta co-director Jeff Rowe yang bersama dengan Rianda menuliskan naskah cerita film, The Mitchells vs the Machines mencoba meneruskan kesuksesan Sony Pictures Animation lewat Spider-Man: Into the Spider-Verse dalam menghadirkan tatanan visual animasi dengan citarasa animasi yang berbeda dari kebanyakan film animasi modern. Untuk film ini, hal tersebut dilakukan dengan menyajikan serta memadukan teknik animasi tradisional dan animasi komputer, memberikan sejumlah sentuhan live-action di beberapa adegan, dan membungkusnya dengan warna-warna terang yang akan dengan segera mencuri perhatian. Berhasil? Continue reading Review: The Mitchells vs the Machines (2021)

Review: Second Act (2018)

Cukup menyenangkan untuk melihat Jennifer Lopez tampil dalam Second Act. Setelah membintangi What to Expect when You’re Expecting (Kirk Jones, 2012), Lopez seakan berusaha untuk melepas imej dirinya sebagai seorang bintang film-film drama komedi romantis yang dahulu sempat membantu membesarkan namanya di Hollywood. Langkah tersebut bukannya tidak berhasil. Beberapa film yang ia bintangi seperti film animasi Ice Age: Continental Drift (Steve Martino, Michael Thurmeier, 2012) dan Home (Tim Johnson, 2015), film drama aksi Parker (Taylor Hackford, 2015) dan Lila & Eve (Charles Stone III, 2015), serta thriller erotis The Boy Next Door (Rob Cohen, 2015) cukup mampu menarik perhatian penonton sekaligus memberikan sudut pandang baru terhadap karir akting Lopez. Namun, keberhasilan film-film tersebut jelas masih terasa minimalis jika dibandingkan dengan film-film drama komedi romantis sukses yang dibintangi Lopez seperti The Wedding Planner (Adam Shankman, 2001), Maid in Manhattan (Wayne Wang, 2002), atau Monster-in-Law (Robert Luketic, 2005). Para penggemar film-film drama komedi romantis yang dibintangi Lopez jelas akan berharap banyak pada Second Act. Continue reading Review: Second Act (2018)

Review: The LEGO Ninjago Movie (2017)

The LEGO Ninjago Movie merupakan film sempalan kedua bagi The LEGO Movie (Phil Lord, Christopher Miller, 2014) setelah The LEGO Batman Movie arahan Chris McKay yang dirilis pada awal tahun ini. Filmnya sendiri berkisah mengenai sekelompok remaja, Lloyd Gamadon (Dave Franco), Kai (Michael Peña), Jay (Kumail Nanjiani), Nya (Abbi Jacobson), Zane (Zach Woods), dan Cole (Fred Armisen), yang dilatih oleh seorang ahli bela diri bernama Master Wu (Jackie Chan) dan kemudian bergabung menjadi sebuah kelompok ninja yang berusaha melindungi kota Ninjago tempat mereka tinggal dari serangan Lord Garmadon (Justin Theroux) – yang merupakan ayah kandung dari Lloyd Garmadon. Namun, Lloyd Garmadon harus mengenyampingkan konflik pribadi antara dirinya dengan sang ayah ketika sebuah kekuatan jahat baru datang dari sosok bernama Meowthra yang bersiap untuk menghancurkan Ninjago dengan kekuatan yang lebih dahsyat dari Lord Garmadon dan pasukannya. Continue reading Review: The LEGO Ninjago Movie (2017)