Tag Archives: Cathy Sharon

Review: Imperfect (2019)

Dengan naskah cerita yang diadaptasi oleh Ernest Prakasa bersama dengan Meira Anastasia dari buku karangan Anastasia sendiri yang berjudul Imperfect: A Journey to Self-Acceptance, Imperfect bertutur tentang rasa tidak percaya diri yang dimiliki oleh seorang gadis bernama Rara (Jessica Mila) akibat postur tubuhnya yang gemuk serta kulitnya yang berwarna gelap. Meskipun telah memiliki Dika (Reza Rahadian) yang dengan sesungguh hati telah begitu mencintainya, rasa rendah diri yang dimiliki Rara tidak pernah menghilang dan secara perlahan mulai mempengaruhi karir dan hubungan sosialnya. Sebuah tamparan keras bagi Rara datang ketika atasannya, Kelvin (Dion Wiyoko), mengungkapkan bahwa satu-satu halangan bagi Rara untuk mendapatkan kenaikan jabatan adalah penampilannya yang sering dianggap tidak pantas untuk menduduki posisi penting di kantornya. Tidak mau dirinya terus disudutkan, Rara akhirnya bertekad untuk mengubah penampilannya secara total. Continue reading Review: Imperfect (2019)

Review: Rectoverso (2013)

rectoverso-header

Disajikan dengan gaya interwoven, dimana setiap cerita dihadirkan dalam satu lini masa yang sama walaupun tidak pernah benar-benar saling bersinggungan antara satu dengan yang lain, Rectoverso mencoba untuk menghadirkan lima buah cerita berbeda dengan satu tema cerita yang sama: cinta yang tak terucap, yang kisahnya diangkat dari novel berjudul sama karya Dewi Lestari (Perahu Kertas, 2012). Rectoverso sendiri digarap oleh lima nama sutradara wanita pemula namun merupakan nama-nama yang cukup popular di kalangan dunia seni peran Indonesia: Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Happy Salma dan Marcella Zalianty.

Continue reading Review: Rectoverso (2013)

Review: The Perfect House (2011)

Istilah film horor mungkin merupakan sebuah istilah yang menakutkan dalam industri film Indonesia. Bukan karena konten atau isi cerita dari banyak film horor asal Indonesia yang begitu mampu untuk menakuti semua penontonnya, namun lebih pada penggambaran mengenai betapa telah menurunnya derajat film-film horor Indonesia akibat serbuan film-film horor kelas murahan yang lebih banyak mengumbar adegan erotis, deretan komedi yang sama sekali tidak bekerja dan tampilan grafis yang menyakitkan mata daripada berusaha untuk menghadirkan sebuah tayangan horor murni yang mampu meningkatkan adrenalin para penontonnya dengan jalan cerita dan tampilan visual yang memang benar-benar mampu memenuhi definisi sebuah film horor berkualitas.

Continue reading Review: The Perfect House (2011)

Review: Dawai 2 Asmara (2010)

Terakhir kali membintangi Tabir Biru yang dirilis pada tahun 1994, aktor sekaligus penyanyi dangdut Rhoma Irama kini kembali lagi ke layar lebar untuk membintangi Dawai 2 Asmara. Selain menandai kembalinya Rhoma setelah lebih satu dekade absen di layar lebar, film ini juga menjadi debut akting bagi putranya, Ridho Rhoma, yang juga sedang menanjak namanya di blantika musik Indonesia semenjak merilis album dangdut bersama band-nya, Sonet2, pada tahun lalu.

Continue reading Review: Dawai 2 Asmara (2010)