Tag Archives: Carmen Ejogo

Review: Alien: Covenant (2017)

Lima tahun setelah merilis Prometheus – sebuah pembuka bagi serangkaian film yang semenjak awal telah direncanakan menjadi prekuel bagi seri film Alien (1979 – 1997), Ridley Scott melanjutkan petualangannya dalam menjelajah angkasa luar lewat Alien: Covenant. Tidak seperti Prometheus, yang dengan bantuan penulis naskah Jon Spaihts dan Damon Lindelof kemudian menjadikan film tersebut sebagai sebuah sajian yang berisi berbagai filosofi mengenai asal-usul kehidupan manusia diatas permukaan Bumi, Alien: Covenant terasa seperti usaha Scott untuk memberikan filmnya berbagai ciri khas seri film Alien yang telah begitu familiar dan dicintai oleh banyak penggemarnya. Tentu, pilihan tersebut mampu menjadikan Alien: Covenant tampil dengan warna pengisahan yang lebih menegangkan. Sayangnya, di saat yang bersamaan, pilihan untuk menyajikan formula cerita yang (terlalu) familiar justru membuat film ini kehilangan sentuhan inovatif yang biasanya selalu hadir dalam seri film Alien. Continue reading Review: Alien: Covenant (2017)

Advertisements

Review: Alex Cross (2012)

Nama Rob Cohen jelas bukanlah salah satu nama sutradara Hollywood yang karya-karyanya banyak dinantikan pada saat ini. Sukses dengan The Fast and the Furious (2001) serta xXx (2002), karir Cohen secara perlahan mulai mengalami penurunan setelah mengarahkan Stealth (2005) – yang gagal total baik secara kritikal maupun secara komersial – serta The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008) – yang sukses menghasilkan pendapatan sebesar US$400 juta dari peredarannya di seluruh dunia namuan mendapatkan kritikan tajam dari banyak kritikus film maupun penggemar franchise The Mummy sendiri. Empat tahun berselang, Cohen kembali ke kursi penyutradaraan untuk mengarahkan Alex Cross, sebuah film yang mengadaptasi seri novel popular karya James Patterson berjudul Cross. Well… dengan kualitas yang dihantarkan Cohen pada Alex Cross, sepertinya tidak ada seorangpun yang akan merindukan kehadiran karya Cohen jika ia memutuskan untuk tidak menyutradarai film apapun lagi dalam waktu empat tahun mendatang. Atau lebih.

Continue reading Review: Alex Cross (2012)