Tag Archives: Caleb Landry Jones

Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Seperti halnya In Bruges (2008) maupun Seven Psychopaths (2012), film terbaru arahan Martin McDonagh, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, adalah sebuah paduan yang eksentrik antara black comedy dan crime drama dengan sentuhan pengisahan yang kental akan pengaruh berbagai isu sosial maupun politik. Dengan naskah cerita yang juga ditulisnya sendiri, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri berkisah mengenai Mildred Hayes (Frances McDormand) yang baru saja kehilangan puterinya dalam sebuah peristiwa kejahatan tragis. Delapan bulan semenjak tragedi tersebut dan pihak kepolisian masih belum dapat menemukan sosok tersangka, Mildred Hayes akhirnya memilih untuk mengambil tindakan sendiri: ia menyewa tiga papan reklame berukuran raksasa untuk menyampaikan perasaan kecewanya pada kinerja pihak kepolisian melalui tulisan “RAPED WHILE DYING / AND STILL NO ARRESTS / HOW COME, CHIEF WILLOUGHBY?” Jelas saja, tulisan tersebut kemudian menghasilkan provokasi pada masyarakat sekitar dan, khususnya, para anggota satuan kepolisian yang merasa bahwa Sheriff Bill Willoughby (Woody Harrelson) telah melakukan banyak hal untuk memecahkan kasus tersebut meskipun akhirnya gagal dalam menemukan jalan penyelesaiannya. Secara perlahan, Mildred Hayes mulai kehilangan rasa simpati dari banyak orang yang selama ini masih begitu memperhatikan keberadaannya. Continue reading Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Advertisements

Review: The Florida Project (2017)

Meski bukanlah film layar lebar perdananya, nama Sean Baker baru mendapatkan rekognisi lebih luas setelah film kelimanya, Tangerine, ditayangkan untuk pertama kali pada Sundance Film Festival di tahun 2015. Film tersebut, yang sepenuhnya dibuat melalui bantuan kamera iPhone 5s serta dibintangi dua artis transgender yang sama sekali tidak memiliki pengalaman berakting, terbukti mampu memenangkan hati banyak kritikus film dunia sekaligus menjadikan Tangerine sebagai salah satu film terbaik yang dirilis di tahun tersebut. Kembali bekerjasama dengan produser sekaligus penulis naskah Chris Bergoch, film terbaru arahan Baker, The Florida Project, masih menampilkan semangat yang sama seperti yang ditampilkan oleh gaya pengisahan Tangerine: sebuah kisah dengan sentuhan kisah sosial yang kental namun disajikan dengan penceritaan yang kuat sekaligus hangat melalui penampilan akting yang handal dari deretan pemerannya. Continue reading Review: The Florida Project (2017)

Review: American Made (2017)

Sukses berkolaborasi lewat Edge of Tomorrow (2014), Tom Cruise kembali berada di bawah pengarahan sutradara Doug Liman untuk film American Made. Dalam film yang jalan ceritanya berlatarbelakang di tahun 1970an ini, Cruise berperan sebagai Barry Seal – seorang mantan pilot maskapai penerbangan Trans World Airlines yang kemudian bekerjasama dengan Kartel Medellín asal Kolombia untuk menyelundupkan narkotika dan obat-obatan terlarang dari negara-negara Amerika Selatan ke wilayah Amerika Serikat. Setelah beberapa waktu, aktivitas Barry Seal akhirnya tercium oleh pemerintah Amerika Serikat. Alih-alih menahan dan memasukkan Barry Seal ke penjara, pihak Gedung Putih justru mengajak Barry Seal untuk bekerjasama dalam mengumpulkan bukti keterlibatan pemerintah Nikaragua dengan Kartel Medellín yang kemudian dapat digunakan Amerika Serikat untuk membentuk propaganda terhadap pemerintahan negara tersebut. Continue reading Review: American Made (2017)

Review: Get Out (2017)

Dikenal sebagai separuh nyawa dari duo komedian Key & Peele yang, bersama dengan Keegan-Michael Key, memiliki serial televisi berjudul sama yang pernah memenangkan Emmy Awards, Jordan Peele melakukan debut pengarahan film layar lebarnya lewat Get Out. Namun, berbeda dengan Key & Peele atau imej komedian yang selama ini melekat pada dirinya, Get Out adalah sebuah thriller mencekam yang menjanjikan momen-momen menegangkan bagi para penontonnya. Jika ingin dilirik dari susunan materi yang ingin disampaikan, Get Out sebenarnya tidak menawarkan sebuah formula yang benar-benar baru dalam pengisahannya. Meskipun begitu, Peele secara berani menyelipkan isu sosial mengenai pandangan ras masyarakat Amerika Serikat ke dalam naskah cerita yang ia susun. Ditambah dengan kecerdasannya dalam mengarahkan sekaligus menjaga intensitas cerita, Peele berhasil menyajikan sebuah thriller yang efektif sekaligus akan cukup sanggup menjadi refleksi sosial bagi mereka yang menyaksikan. Continue reading Review: Get Out (2017)

Review: Byzantium (2013)

Byzantium-header

Di tahun 1994, sutradara asal Irlandia, Neil Jordan, berkesempatan untuk mengarahkan film Interview with the Vampire: The Vampire Chronicles yang diadaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya novelis Anne Rice. Film yang bercerita mengenai kehidupan para vampir dan dibintangi oleh nama-nama besar seperti Tom Cruise, Brad Pitt, Antonio Banderas serta Kirsten Dunst tersebut cukup berhasil mendapatkan pujian dari para kritikus film dunia sekaligus mampu meraih kesuksesan komersial sebesar lebih dari US$223 juta dari bujet produksi yang hanya mencapai US$60 juta. Hampir 20 tahun kemudian, Jordan kembali lagi dengan sebuah film yang juga bercerita mengenai kehidupan para vampir, Byzantium. Dibintangi duo Gemma Arterton dan Saoirse Ronan, Byzantium sendiri memiliki struktur penceritaan yang jauh lebih kompleks dan kelam jika dibandingkan dengan Interview with the Vampire: The Vampire Chronicles. Meskipun begitu, pengarahan Jordan kepada cerita, tata produksi dan penampilan para jajaran pemerannya yang kuat akan mampu membuat film ini tampil begitu memikat bagi para penontonnya.

Continue reading Review: Byzantium (2013)

Review: Contraband (2012)

Merupakan remake dari film asal Islandia yang berjudul Reykjavík-Rotterdam (2008), yang dibintangi oleh Baltasar Kormákur dan di versi film Amerika Serikat kini duduk sebagai sutradara, Contraband dibintangi oleh Mark Wahlberg yang berperan sebagai Chris Farraday, mantan penyelundup narkoba yang setelah membangun keluarga bersama istri, Kate (Kate Beckinsale), dan kedua anaknya, kini menjalani kehidupan sebagai seorang pria normal dengan sebuah pekerjaan tetap dalam kesehariannya. Pun begitu, masa lalu kemudian kembali untuk menghantui Chris ketika adik iparnya, Andy (Caleb Landry Jones), ternyata secara diam-diam juga bekerja sebagai seorang penyelundup narkoba bagi seorang mafia kejam bernama Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Dan ketika Andy melakukan sebuah kesalaha dalam pekerjaannya, mau tak mau Chris harus turun tangan dan kembali ke dunia hitam yang telah lama ia tinggalkan.

Continue reading Review: Contraband (2012)

Review: X-Men: First Class (2011)

Setelah seri ketiga dari franchise X-Men, X-Men: The Last Stand (2006), yang diarahkan oleh Brett Ratner mendapatkan banyak kritikan tajam dari para kritikus film dunia – hal yang kemudian dialami juga oleh spin-off prekuel dari franchise tersebut, X-Men Origins: Wolverine (2009) arahan Gavin Hood – Marvel Studios dan 20th Century Fox sebagai pihak produser kemudian memutuskan untuk memberikan sebuah prekuel penuh bagi franchise X-Men yang kini telah berusia sebelas tahun itu. Dalam X-Men: First Class, penonton dibawa jauh kembali menuju masa – masa ketika Professor X masih belum mengalami kebotakan dan lebih dikenal dengan nama Dr Charles Xavier, Magneto – juga masih lebih dikenal dengan nama Erik Lensherr – belum menemukan dan menggunakan topi baja anehnya serta keduanya masih menjalami masa-masa indah persahabatan mereka.

Continue reading Review: X-Men: First Class (2011)

Review: The Last Exorcism (2010)

Terlihat sebagai sebuah perpaduan The Exorcist (1973) dengan The Blair Witch Project (1999), The Last Exorcism adalah sebuah film yang menggunakan teknik mockumentary dalam penyampaian ceritanya yang menyinggung mengenai proses pengusiran setan yang dilakukan oleh seorang pendeta terhadap seorang gadis. Disutradarai oleh sutradara film indie asal Jerman, Daniel Stamm, walaupun kualitasnya sama sekali belum mampu mendekati The Exorcist maupun The Blair Witch Project, namun The Last Exorcism adalah sebuah tayangan horror yang cukup mampu untuk memberikan ketegangan pada siapapun yang menontonnya.

Continue reading Review: The Last Exorcism (2010)