Tag Archives: Benjamin Rigby

Review: Ford v Ferrari (2019)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Jez Butterworth (Spectre, 2015), John-Henry Butterworth (Edge of Tomorrow, 2014), dan Jason Keller (Escape Plan, 2013) berdasarkan kisah nyata mengenai persaingan antara dua pabrikan mobil terbesar di dunia, Ford Motor Company dan Ferrari, di tahun 1960an, Ford v Ferrari memulai tuturan ceritanya ketika Ford Motor Company gagal untuk membeli Ferrari ketika perusahaan mobil asal Italia tersebut sebenarnya sedang membutuhkan aliran dana segar. Tidak ingin kehilangan muka, Ford Motor Company lantas membuka divisi balapan mobil dengan harapan untuk dapat bersaing atau bahkan mengalahkan Ferrari di ajang balapan mobil tertua di dunia, 24 Hours of Le Mans. Demi mewujudkan ambisi tersebut, Ford Motor Company bekerjasama dengan Carroll Shelby (Matt Damon), mantan pembalap mobil yang pernah memenangkan ajang 24 Hours Le Mans yang kini memiliki sebuah perusahaan perakit mobil bernama Shelby American, serta seorang teknisi bernama Ken Miles (Christian Bale) yang telah lama menjadi teknisi pendamping bagi Carroll Shelby selama masa karirnya sebagai seorang pembalap. Membangun sebuah divisi baru jelas bukanlah sebuah hal yang mudah. Carroll Shelby dan Ken Miles bahkan harus berhadapan dengan para petinggi Ford Motor Company yang mulai ikut campur tangan terhadap banyak keputusan kritikal yang harus mereka ambil. Continue reading Review: Ford v Ferrari (2019)

Review: Alien: Covenant (2017)

Lima tahun setelah merilis Prometheus – sebuah pembuka bagi serangkaian film yang semenjak awal telah direncanakan menjadi prekuel bagi seri film Alien (1979 – 1997), Ridley Scott melanjutkan petualangannya dalam menjelajah angkasa luar lewat Alien: Covenant. Tidak seperti Prometheus, yang dengan bantuan penulis naskah Jon Spaihts dan Damon Lindelof kemudian menjadikan film tersebut sebagai sebuah sajian yang berisi berbagai filosofi mengenai asal-usul kehidupan manusia diatas permukaan Bumi, Alien: Covenant terasa seperti usaha Scott untuk memberikan filmnya berbagai ciri khas seri film Alien yang telah begitu familiar dan dicintai oleh banyak penggemarnya. Tentu, pilihan tersebut mampu menjadikan Alien: Covenant tampil dengan warna pengisahan yang lebih menegangkan. Sayangnya, di saat yang bersamaan, pilihan untuk menyajikan formula cerita yang (terlalu) familiar justru membuat film ini kehilangan sentuhan inovatif yang biasanya selalu hadir dalam seri film Alien. Continue reading Review: Alien: Covenant (2017)

Review: Lion (2016)

Diadaptasi dari buku berjudul A Long Way Home yang ditulis oleh Saroo Brierley berdasarkan kisah kehidupannya sendiri, Lion memulai perjalanan kisahnya ketika Saroo kecil (Sunny Pawar) secara tidak sengaja terpisah dari kakaknya, Guddu (Abhisek Bharate), di sebuah kota kecil di India. Setelah terombang-ambing selama beberapa waktu di jalanan India, Saroo akhirnya ditempatkan di sebuah panti asuhan. Disana, Saroo kemudian diadopsi oleh pasangan suami istri, John (David Wenham) dan Sue Brierley (Nicole Kidman), yang lantas membawa Saroo untuk tinggal di tempat tinggal mereka di Australia. Baik John dan Sue, yang juga mengadopsi anak laki-laki lain dari jalanan India, merawat Saroo layaknya anak mereka sendiri. Tahun demi tahun berlalu, Saroo dewasa (Dev Patel) masih belum dapat melupakan berbagai kenangan masa lalunya akan sang ibu, kakak dan adiknya di India. Perasaan itu secara perlahan mulai membebani Saroo dan membuat kehidupannya lantas berjalan tanpa arah yang jelas. Depresi, Saroo lantas memutuskan bahwa satu-satunya cara agar ia dapat berdamai dengan masa lalunya adalah dengan mencari dan menemui sendiri dimana keberadaan keluarga kandungnya di India. Continue reading Review: Lion (2016)