Tag Archives: Ben Barnes

Review: Seventh Son (2015)

seventh-son-posterAda beberapa alasan mengapa Seventh Son telah mengalami beberapa kali penundaan rilis. Awalnya dijadwalkan rilis pada awal tahun 2013, Seventh Son kemudian sempat mengalami beberapa kali pergantian pemain utama – dengan Jennifer Lawrence, Alex Pettyfer dan Sam Claflin sempat dikabarkan memiliki peran dalam film ini. Tidak hanya dari departemen akting, komposer musik A. R. Rahman dan Tuomas Kantelinen juga kemudian memilih untuk tidak lagi terlibat dalam film arahan Sergei Bodrov ini setelah mengalami beberapa kali penundaan jadwal proses produksi. Yang teranyar, jadwal rilis Seventh Son kembali mengalami penundaan rilis hingga awal tahun 2015 akibat kepemilikan rumah produksinya, Legendary Pictures, yang berpindah dari Warner Bros. ke Universal Pictures.

Terlepas dari berbagai alasan teknikal tersebut, Seventh Son sebenarnya memiliki satu penyebab kuat mengapa film yang kembali mempertemukan Jeff Bridges dan Julianne Moore setelah The Big Lebowski (1998) tersebut lama tersimpan jauh setelah melewati masa proses produksinya: Seventh Son adalah sebuah hasil produksi yang sangat lemah. Suatu hal yang sangat mengejutkan memang mengingat film ini berhasil menarik minat beberapa talenta terbaik Hollywood untuk terlibat di dalamnya. Selain Bridges dan Moore, Seventh Son juga menghadirkan penampilan akting dari Ben Barnes, Alicia Vikander, Olivia Williams, Kit Harrington dan Djimon Hounsou. Nama-nama tersebut harus diakui menjadi aset utama dari Seventh Son dengan usaha terbaik mereka dalam memberikan penampilan akting yang memuaskan. Sayang, tak satupun dari karakter yang mereka perankan mampu dituliskan dengan baik untuk jalan cerita film ini.

Karakter antagonis utama yang diperankan oleh Moore sebenarnya memiliki peluang untuk tampil kuat dan mencuri perhatian penonton. Namun, dengan porsi penulisan karakter yang miskin, karakter Moore tampil hanya sebagai karakter yang melakukan berbagai hal familiar yang dilakukan karakter antagonis dalam film-film sejenis. Tidak lebih. Sama halnya dengan karakter yang diperankan Bridges. Kembali berperan sebagai seorang mentor bagi karakter yang diperankan Ben Barnes, Bridges terlihat malas-malasan dalam berusaha untuk menghidupkan karakternya. Hasilnya? Karakter Bridges terlihat seperti karakter serupa yang ia tampilkan dalam film R.I.P.D. (2013) – dengan kostum yang berbeda, tentu saja.

Hal yang sama juga terjadi pada pemeran lain: Olivia Williams dan Djimon Hounsou mendapatkan porsi penceritaan yang terlalu minimalis, peran Alicia Vikander terasa hanyalah sebagai karakter “kekasih” yang tidak terlalu berguna di banyak bagian film dan Kit Harrington kini mungkin merasa begitu beruntung mengingat dirinya tidak terlibat terlalu banyak dalam film ini. Sebagai pemeran sang karakter utama, Ben Barnes adalah satu-satunya aktor yang memiliki porsi penggalian cerita yang maksimal dan Barnes juga mampu memberikan penampilan yang tidak mengecewakan. Namun, tetap saja, di tengah berbagai kekacauan yang terjadi dalam film ini, penampilan Barnes terasa teredam dan gagal untuk tampil bersinar.

Dan penulisan karakter hanyalah kakurangan minor dalam kualitas naskah cerita Seventh Son yang memang terasa begitu medioker. Diadaptasi dari bagian awal seri buku cerita The Wardstone Chronicles yang berjudul The Last Apprentice: Revenge of the Witch karya Joseph Delaney oleh Charles Leavitt dan Steven Knight, naskah cerita Seventh Son sama sekali tidak memberikan sebuah petualangan baru bagi penontonnya. Terlebih lagi, kisahnya yang terasa begitu familiar bagi para penikmat genre fantasy Hollywood mendapatkan eksekusi yang begitu lemah dari sutradara Sergei Bodrov. Bodrov terasa tidak memiliki visi yang jelas mengenai apa yang ingin ia sampaikan pada film ini. Dan hal tersebut diikuti dengan kualitas tata produksi yang juga hadir seadanya – jika tidak ingin disebut benar-benar mengecewakan. 103 menit durasi film ini terasa berjalan tanpa adanya detak kehidupan sama sekali. Tidak ada aliran emosi yang mengikat penonton untuk terus merasa tertarik mengikuti kisahnya. Tidak ada ketegangan yang hadir ketika menyaksikan menit-menit petualangan dalam film ini berjalan. Datar. [D]

Seventh Son (2015)

Directed by Sergei Bodrov Produced by Basil Iwanyk, Thomas Tull,Lionel Wigram Written by Charles Leavitt, Steven Knight (screenplay), Matt Greenberg (story), Joseph Delaney (bookThe Last Apprentice: Revenge of the Witch) Starring Jeff Bridges, Ben Barnes, Alicia Vikander, Kit Harington, Olivia Williams, Antje Traue, Djimon Hounsou, Julianne Moore Music by Marco Beltrami Cinematography Newton Thomas Sigel Edited by Paul Rubell Production company Legendary Pictures/Thunder Road Film Running time 103 minutes Country United States Language English

Review: The Big Wedding (2013)

the-big-wedding-header

Apa yang akan terjadi jika Anda menempatkan nama-nama bintang besar Hollywood seperti Robert De Niro, Diane Keaton, Susan Sarandon, Topher Grace, Ben Barnes, Katherine Heighl dan Amanda Seyfried bersama untuk membintangi sebuah film drama komedi romantis? Well… dengan materi dan pengarahan sutradara yang kuat, jajaran pengisi departemen akting tersebut jelas akan mampu memberikan penampilan yang sangat memuaskan. Sayangnya, The Big Wedding, sama sekali tidak memiliki dua keunggulan tersebut. Naskah cerita arahan sutradara Justin Zackham (Going Greek, 2001) tampil begitu datar dalam bercerita dan sama sekali gagal dalam menonjolkan sisi komedi maupun romansa dari film ini. Bukan sebuah presentasi yang cukup mampu untuk memberikan hiburan pada penontonnya. Continue reading Review: The Big Wedding (2013)

Review: The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010)

One man’s trash is another man’s treasure. Setelah menilai bahwa seri kedua dari adaptasi kisah cerita The Chronicles of Narnia, Prince Caspian, kurang begitu berhasil dalam menarik minat penonton, Walt Disney Pictures akhirnya memutuskan untuk melepaskan hak distribusinya, yang kemudian membuat Walden Media – pemegang hak perilisan setiap adaptasi dari The Chronicles of Narnia – memberikan hak distribusi tersebut kepada 20th Century Fox. Perubahan ini sepertinya berhasil memberikan sedikit angin segar dalam gaya penceritaan seri ini. Walau jalan ceritanya tidak sekompleks dua seri terdahulunya, namun seri ketiga ini, The Voyage of the Dawn Treader, harus diakui berhasil menjadi seri yang paling menghibur dari seri film The Chronicles of Narnia yang ada hingga saat ini.

Continue reading Review: The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010)

Review: Dorian Gray (2009)

Walau hanya memiliki satu karya novel yang pernah diterbitkan ke publik umum, namun karya Oscar Wilde, The Picture of Dorian Gray, mungkin merupakan salah satu karya yang cukup banyak berpengaruh di dunia sastra. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1890, The Picture of Dorian Gray telah banyak diadaptasi ke berbagai bentuk media seperti teater, seni tari hingga film. Tahun lalu, sutradara Inggris, Oliver Parker, juga mengadaptasi kisah tersebut ke dalam sebuah bentuk film yang dibintangi oleh Ben Barnes dan diberi judul Dorian Gray.

Continue reading Review: Dorian Gray (2009)