Tag Archives: Astrid Tiar

Review: Critical Eleven (2017)

Critical Eleven, yang menjadi buku ketujuh yang ditulis oleh novelis Ika Natassa, berhasil membuktikan posisi penulis kelahiran Medan tersebut sebagai salah satu penulis dengan karya yang paling dinantikan oleh banyak penikmat buku di Indonesia. Ketika pertama kali dirilis pada Agustus 2015, buku tersebut berhasil terjual dalam hitungan ribuan eksemplar hanya dalam beberapa menit. Hingga akhir tahun lalu, Critical Eleven bahkan tercatat telah mengalami cetak ulang sebanyak 14 kali. Tidak mengherankan bila novel tersebut kemudian menarik minat banyak produser film Indonesia untuk mengadaptasinya menjadi sebuah film layar lebar. Kini, hampir dua tahun semenjak perilisannya, dengan Chand Parwez Servia dan Robert Ronny bertanggungjawab sebagai produser serta Ronny turut mendampingi Monty Tiwa dalam bertugas sebagai sutradara, versi film Critical Eleven akhirnya dirilis. And ladies and gentlemenit’s easily one of the year’s finest pictures. Continue reading Review: Critical Eleven (2017)

Advertisements

Review: Cinta/Mati (2013)

cinta-mati-header

Dengan naskah yang ditulis oleh sang sutradara, Ody C. Harahap (Ratu Kostmopolitan, 2010), bersama dengan Akbar Maraputra, Cinta/Mati memulai penceritaannya dengan kisah Acid (Astrid Tiar) yang mengalami patah hati setelah mendapati bahwa sang calon suaminya (Dion Wiyoko) berselingkuh dengan sahabat baiknya beberapa saat menjelang hari pernikahan mereka. Rasa patah hati yang mendalam tersebut kemudian mendorong Acid untuk mengakhiri hidupnya. Sial, dalam sebuah usahanya untuk melakukan bunuh diri, Acid justru diselamatkan oleh Jaya (Vino G. Bastian). Tidak terima bahwa dirinya diselamatkan, Acid lantas memaksa Jaya untuk membantu mengakhiri hidupnya. Well… meskipun awalnya menolak, namun dengan beberapa paksaan – dan iming-iming sejumlah uang yang akan diberikan Acid pada dirinya, Jaya akhirnya mulai memutar otak untuk menemukan ide yang tepat dan efektif bagi Acid untuk bunuh diri.

Continue reading Review: Cinta/Mati (2013)

Review: Badai di Ujung Negeri (2011)

Setelah menggarap film musikal Garasi pada enam tahun lalu, dan kemudian sempat ambil bagian dalam salah satu segmen film omnibus Belkibolang (2010), Agung Sentausa kembali duduk di kursi sutradara untuk mengarahkan Badai di Ujung Negeri. Berbeda dengan Garasi yang naskah cerita bernuansa musikalnya sangat dekat dengan akar penyutradaraan Agung yang terlebih dulu dikenal sebagai seorang sutradara video musik, Badai di Ujung Negeri menghadapkan Agung pada sebuah naskah film drama dengan baluran beberapa adegan aksi yang masih cukup jarang diangkat pada banyak film nasional saat ini. Agung sendiri memang cukup berhasil dalam mengarahkan tim produksinya untuk menghasilkan film dengan tampilan visual dan aliran penceritaan yang kuat. Sayangnya, naskah Badai di Ujung Negeri arahan Ari M Syarief (Maskot, 2006) terlalu lemah untuk mampu membuat film ini tampil lebih istimewa lagi.

Continue reading Review: Badai di Ujung Negeri (2011)