Tag Archives: Asep Kusdinar

Review: One Fine Day (2017)

Indonesia’s current reigning heartthrob, Jefri Nichol, is back in yet another teenage romance, One Fine Day. Diproduksi oleh tim yang juga menghasilkan ILY from 38.000 Ft (2016) – mulai dari produser Sukdev Singh, penulis naskah Tisa TS, sutradara Asep Kusdinar, dan turut dibintangi oleh aktris Michelle Ziudith – One Fine Day berkisah mengenai kehidupan Mahesa (Nichol), seorang pemuda asal Indonesia yang awalnya sedang berkuliah di Barcelona, Spanyol namun kemudian memutuskan untuk mengejar impiannya menjadi seorang musisi bersama dengan dua sahabatnya, Revan (Dimas Andrean) dan Dastan (Ibnu Jamil). Selain dengan cara mengamen, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, Mahesa, Revan, dan Dastan sering melakukan penipuan khususnya kepada para wanita yang sering tergila-gila dengan ketampanan wajah Mahesa. Alana (Ziudith) – gadis cantik asal Indonesia yang tidak sengaja ditemui Mahesa di sebuah restoran – sendiri awalnya akan dijadikan korban baru bagi ketiga pemuda tersebut. Namun, seiring dengan semakin dekat hubungannya dengan Alana, Mahesa mulai merasa bahwa dirinya jatuh cinta terhadap gadis tersebut. Continue reading Review: One Fine Day (2017)

Advertisements

Review: Bismillah Aku Mencintaimu (2013)

bismillah-aku-mencintaimu-header

Dengan naskah cerita yang ditulis serta diarahkan oleh Asep Kusdinar (Sajadah Ka’bah, 2011), Bismillah Aku Mencintaimu memulai kisahnya dengan perjalanan hidup karakter utamanya, Egi (Gilbert Marciano), yang merupakan seorang pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang. Suatu hari, rumah yang biasa digunakan oleh Egi dan teman-temannya untuk menggunakan barang-barang haram tersebut mendapatkan penggerebekan dari pihak kepolisian. Berbeda dari teman-temannya yang berhasil diringkus dalam penggerebekan tersebut, Egi berhasil melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran para polisi. Dalam pelariannya tersebut, Egi lalu memasuki sebuah kawasan pesantren dan menggunakan sebuah identitas palsu agar dapat diterima oleh pimpinan pesantren tersebut.

Continue reading Review: Bismillah Aku Mencintaimu (2013)

Review: Dawai 2 Asmara (2010)

Terakhir kali membintangi Tabir Biru yang dirilis pada tahun 1994, aktor sekaligus penyanyi dangdut Rhoma Irama kini kembali lagi ke layar lebar untuk membintangi Dawai 2 Asmara. Selain menandai kembalinya Rhoma setelah lebih satu dekade absen di layar lebar, film ini juga menjadi debut akting bagi putranya, Ridho Rhoma, yang juga sedang menanjak namanya di blantika musik Indonesia semenjak merilis album dangdut bersama band-nya, Sonet2, pada tahun lalu.

Continue reading Review: Dawai 2 Asmara (2010)