Tag Archives: Anthony Ramos

Review: In the Heights (2021)

Sebelum namanya mengangkasa berkat Hamilton: An American Musical (2015) – yang selain berhasil meraih pujian luas dari para kritikus teater dan memenangkan 11 kategori di ajang The 70th Annual Tony Awards dari 16 nominasi yang diraihnya, juga mampu meraih sukses besar secara komersial sekaligus menjadi perbincangan diantara kalangan pemerhati kultur pop Amerika Serikat (dan dunia) – Lin-Manuel Miranda memulai karirnya di dunia teater dengan menjadi pemeran utama serta penata musik serta penulis lirik lagu-lagu yang dihadirkan dalam drama panggung musikal In the Heights (2005). Meskipun tidak sepopular Hamilton: An American Musical, In the Heights mampu memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk Tony Awards dan Grammy Awards pertama yang dimenangkan oleh Miranda. Perbincangan untuk mengadaptasi In the Heights menjadi sebuah presentasi film musikal juga telah dimulai semenjak tahun 2008. Namun, setelah melalui beberapa perubahan dan penggantian produser serta sutradara, proses produksi versi film dari In the Heights baru benar-benar dimulai pada tahun 2018 dengan Jon M. Chu (Crazy Rich Asians, 2018) duduk di kursi penyutradaraan. Continue reading Review: In the Heights (2021)

Review: Godzilla: King of the Monsters (2019)

Lima tahun setelah perilisan Godzilla (Gareth Edwards, 2014) – dengan Kong: Skull Island (Jordan Vogt-Roberts, 2017) berada diantaranya – Legendary Entertainment melanjutkan perjalanan semesta pengisahan MonsterVerse-nya dengan merilis Godzilla: King of the Monsters. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh sutradara film ini, Michael Dougherty (Krampus, 2015), bersama dengan Zach Shields, Godzilla: King of the Monsters berkisah mengenai usaha sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Dr. Ishirō Serizawa (Ken Watanabe) dan Dr. Vivienne Graham (Sally Hawkins) untuk menyelamatkan istri dan anak dari Dr. Mark Russell (Kyle Chandler), Dr. Emma Russell (Vera Farmiga) dan Madison Russell (Millie Bobby Brown), yang diculik oleh sekelompok aktivis lingkungan hidup pimpinan Colonel Alan Jonah (Charles Dance). Penculikan itu dilakukan oleh Colonel Alan Jonah didorong atas keberhasilan Dr. Emma Russell dalam menemukan sebuah alat yang dapat berkomunikasi dengan para monster kuno yang dahulu pernah menguasai Bumi dan kini kembali muncul dan menyebabkan terancamnya peradaban umat manusia. Colonel Alan Jonah ingin menguasai alat komunikasi tersebut justru untuk mendorong terjadinya penghapusan sebagian peradaban umat manusia agar Bumi dapat kembali menyeimbangkan komposisi para penghuninya. Thanos, is that you? Continue reading Review: Godzilla: King of the Monsters (2019)

Review: A Star is Born (2018)

Setelah Janet Gaynor dan Fredric March (A Star is Born, 1937), Judy Garland dan James Mason (A Star is Born, 1954), serta Barbra Streisand dan Kris Kristofferson (A Star is Born, 1976), Hollywood kembali menghadirkan pengisahan terbaru dari A Star is Born – yang pada awalnya juga merupakan adaptasi lepas dari film What Price Hollywood? (George Cukor, 1932) – dengan Lady Gaga dan Bradley Cooper yang kali ini memerankan dua karakter utamanya. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Cooper bersama dengan Eric Roth (Extremely Loud & Incredibly Close, 2011) dan Will Fetters (The Best of Me, 2014) dengan mengambil elemen-elemen pengisahan dari film-film A Star is Born sebelumnya, film yang juga menandai kali pertama Cooper untuk duduk di kursi penyutradaraan ini masih menuturkan kisah yang sama familiar: dua sosok karakter dengan kompleksitas problematika hidup masing-masing yang kemudian bertemu, jatuh cinta, dan akhirnya saling mengubah alur kehidupan satu sama lain. It’s a tale as old as time. Jadi apa hal menarik yang dapat diberikan Cooper dalam A Star is Born miliknya? Continue reading Review: A Star is Born (2018)