Tag Archives: Aline Adita

Review: Danur (2017)

Diangkat dari buku berjudul Gerbang Dialog Danur yang ditulis oleh Risa Saraswati, Danur memulai pengisahannya ketika seorang anak perempuan bernama Risa (Asha Kenyeri Bermudez) membuat sebuah permohonan agar ia mendapatkan teman di hari ulang tahunnya. Permohonan tersebut terkabul ketika ia kemudian berkenalan dengan tiga orang anak-anak yang tiba-tiba hadir secara misterius, William (Wesley Andrew), Jansen (Kevin Bzezovski Taroreh) dan Peter (Gamaharitz). Kehadiran ketiga sahabat baru Risa ternyata disambut dingin oleh ibunya, Elly (Kinaryosih). Tidak mau anaknya terganggu oleh ketiga anak-anak asing tersebut, Elly lantas membawa pergi Risa dari rumah yang dimiliki oleh nenek mereka (Ingrid Widjanarko) itu. Sembilan tahun kemudian, Risa yang kini telah beranjak dewasa (Prilly Latuconsina) kembali ke rumah tersebut bersama dengan adiknya, Riri (Sandrinna Michelle Skornicki). Seperti yang dapat diduga, kehadiran keduanya kemudian mengundang berbagai kejadian aneh. Kehadiran seorang perawat bernama Asih (Shareefa Daanish) bahkan menambah kepelikan masalah yang harus dihadapi Risa dan Riri. Continue reading Review: Danur (2017)

Advertisements

Review: 3Sum (2013)

3sum-header

Untuk membuat sebuah film pendek yang efektif serta mampu memaparkan seluruh ide yang dimiliki oleh para pembuatnya secara tepat dan padat dalam waktu yang ringkas jelas memiliki sebuah tingkat kesulitan tersendiri. Film-film omnibus Indonesia yang banyak dirilis pada tahun lalu – dan seringkali dijadikan ajang perkenalan talenta-talenta baru pembuat film Indonesia – sayangnya justru membuktikan kelemahan tersebut: banyak diantara pembuat film pendek tersebut terlalu menggebu-gebu dalam menghasilkan film pendek mereka sehingga akhirnya justru menghantarkan sebuah film yang terasa terlalu banyak mengandung ‘apa yang diinginkan oleh sang pembuat film’ daripada tentang ‘apa yang sebenarnya bisa dihantarkan oleh sang pembuat film.’ Megah dari segi konsep namun sangat lemah dari sisi eksekusi akhirnya.

Continue reading Review: 3Sum (2013)

Review: (Masih) Bukan Cinta Biasa (2011)

Seorang pria remaja bernama Vino (Axel Andaviar) suatu hari datang ke hadapan Tommy (Ferdy Taher), seorang mantan vokalis grup musik rock papan atas di Indonesia, The Boxis, dan kemudian mengaku bahwa dirinya adalah anak kandung dari Tommy. Terdengar seperti jalan cerita dari sebuah film Indonesia yang pernah dirilis sebelumnya? Memang, (Masih) Bukan Cinta Biasa adalah sekuel dari film drama, Bukan Cinta Biasa, yang secara mengejutkan cukup mampu tampil menghibur penontonnya ketika dirilis pada tahun 2009 lalu. Masih menghadirkan jajaran pemeran yang sama, dengan naskah dan arahan yang masih datang dari Benni Setiawan, (Masih) Bukan Cinta Biasa dapat dipandang sebagai versi kisah alternatif dari film pendahulunya. Tergarap dengan cukup baik pada kebanyakan bagian, (Masih) Bukan Cinta Biasa tetap saja kekurangan banyak faktor esensi pembeda yang dapat memberikan penjelasan mengenai eksistensi dari perilisan film ini. Kecuali faktor keuntungan komersial, tentu saja.

Continue reading Review: (Masih) Bukan Cinta Biasa (2011)

Review: Aku atau Dia? (2010)

Walau tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kesuksesan besar jika dilihat dari sisi komersial, film drama komedi yang menjadi debut penyutradaraan Affandi Abdul Rachman, Heart-Break.Com (2009), dapat dikatakan berhasil menarik perhatian banyak penikmat film Indonesia. Walau memiliki jalan cerita yang sederhana, sang sutradara dinilai mampu menjadikan Heart-Break.Com menjadi sebuah film drama segar yang juga diselingi dengan banyak kandungan komedi pintar yang sepertinya masih sangat jarang disentuh di industri film Indonesia.

Continue reading Review: Aku atau Dia? (2010)