Tag Archives: Alice Braga

Review: The Suicide Squad (2021)

Masih ingat dengan Suicide Squad (David Ayer, 2016)? Well… mungkin cukup bijaksana memilih untuk melupakan berbagai hal buruk yang menyangkut penampilan Jared Leto sebagai Joker ataupun kualitas buruk secara keseluruhan yang ditampilkan oleh film ketiga dalam seri DC Extended Universe tersebut. Namun, dengan raihan komersial sebesar lebih dari US$700 juta di sepanjang masa rilisnya – dan penghargaan Best Makeup and Hairstyling dari ajang The 89th Annual Academy AwardsWarner Bros. Pictures tentu memiliki sejuta alasan untuk mengenyampingkan berbagai reaksi negatif yang datang dari sejumlah kritikus maupun penonton dan kembali memproduksi versi teranyar dari Suicide Squad. James Gunn (Guardians of the Galaxy Vol. 2, 2017) kemudian dipilih untuk duduk di kursi penyutradaraan sekaligus menjadi penulis naskah bagi The Suicide Squad – judul yang diberikan bagi film yang dimaksudkan menjadi standalone sequel bagi Suicide Squad. Menghadirkan beberapa karakter serta pemeran baru dan memadukannya dengan nada pengisahan khas Gunn yang brutal namun menyenangkan, The Suicide Squad tidak mampu menjadi penyetel ulang kualitas linimasa penceritaan seri Suicide Squad namun juga berhasil tampil sebagai salah satu film terbaik bagi DC Extended Universe. Continue reading Review: The Suicide Squad (2021)

Review: Soul (2020)

Di tahun 2019, selepas merilis Toy Story 4 (Josh Cooley) di tahun tersebut, Pixar Animation Studios memberikan pernyataan bahwa mereka tidak akan lagi memproduksi sekuel dari film-film rilisan mereka terdahulu. Sebuah pernyataan yang jelas disambut baik oleh para penikmat, penggemar, sekaligus pecinta film-film animasi buatan rumah produksi rumah produksi milik The Walt Disney Company tersebut. Harus diakui, selain beberapa rilisan seperti Toy Story 3 (Lee Unkrich, 2010), Inside Out (Pete Docter, 2015), dan Coco (Unkrich, 2017), filmografi Pixar Animation Studios pada satu dekade lalu memang lebih banyak diisi dengan film-film sekuel maupun film-film dengan cerita orisinal yang kualitasnya jelas terasa medioker – tentu saja, “medioker” dalam ukuran film yang dihasilkan oleh rumah produksi sekelas Pixar Animation Studios. Membuka dekade baru, Pixar Animation Studios merilis Onward (2020) arahan Dan Scanlon yang tampil cukup meyakinkan sebagai sebuah sajian hiburan. Namun, Pixar Animation Studios benar-benar menunjukkan tajinya sebagai rumah produksi film animasi paling prestisius di dunia lewat film terbaru arahan Docter, Soul. Continue reading Review: Soul (2020)

Review: Elysium (2013)

Nama sutradara asal Afrika Selatan, Neill Blomkamp, mulai mendapatkan perhatian para penikmat film dunia ketika ia mengadaptasi film pendeknya, Alive in Joburg (2006), menjadi sebuah film layar lebar berjudul District 9 (2009) dengan bantuan sutradara trilogi The Lord of the Rings (2001 – 2003), Peter Jackson, sebagai produser film tersebut. Well… singkat cerita, film kecil yang diproduksi dengan bujet hanya sebesar US$30 juta tersebut kemudian sukses meraih pujian dari banyak kritikus film dunia, berhasil mengumpulkan pendapatan komersial sebesar lebih dari US$210 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia dan, puncaknya, berhasil meraih empat nominasi di ajang The 82nd Annual Academy Awards, termasuk nominasi di kategori Best Picture dan Best Adapted Screenplay. Kesuksesan tersebut jelas membuka kesempatan lebar bagi Blomkamp untuk mengarahkan sebuah film dengan skala yang lebih besar lagi bagi Hollywood.

Continue reading Review: Elysium (2013)

Review: On the Road (2012)

On the Road adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya Jack Kerouac. Dirilis pertama kali pada tahun 1957, novel On the Road yang kemudian meraih kesuksesan kritikal dan komersial, telah mengalami beberapa kali percobaan untuk diadaptasi ke layar lebar yang kebanyakan berakhir dengan kegagalan akibat berlikunya jalan cerita novel tersebut. Sutradara Francis Ford Coppola kemudian membeli hak adaptasi On the Road pada tahun 1979 dan sekali lagi berusaha untuk mewujudkan proses adaptasi kisah novel tersebut ke layar lebar. Setelah melalui perjalanan panjang, pada tahun 2008, Coppola kemudian memilih sutradara asal Brazil, Walter Selles (The Motorcycle Diaries, 2004), untuk menyutradarai versi film dari On the Road. Akhirnya, setelah memperoleh dana produksi yang memadai, proses produksi On the Road sendiri baru dimulai pada tahun 2010.

Continue reading Review: On the Road (2012)

Review: The Rite (2011)

Horor adalah sebuah genre yang cukup melelahkan. Hampir tidak ada sesuatu yang baru yang dapat ditawarkan oleh para pembuat film dari genre ini kepada para penontonnya. Kalikan rasa melelahkan tersebut sebanyak tiga kali jika sebuah film horor mencoba untuk bercerita mengenai teknik pengusiran setan yang dilakukan oleh para pendeta – yang akhir-akhir ini diberikan variasi dengan kisah pendeta yang kehilangan keimanan mereka. Tentu, beberapa waktu yang lalu penonton masih mampu dikejutkan oleh The Exorcism of Emily Rose (2005) dan The Last Exorcism (2010) yang walaupun masih memiliki cara penceritaan yang cenderung tradisional, berhasil diolah dengan cukup baik sehingga mampu menghasilkan momen-momen horor yang menyegarkan. Namun secara keseluruhan, apakah ada sebuah film horor yang bertema pengusiran setan yang mampu menandingi kehebatan dan kengerian yang dihasilkan The Exorcist (1973)?

Continue reading Review: The Rite (2011)