Tag Archives: Aidan Gillen

Review: Bohemian Rhapsody (2018)

Terlahir dengan nama Farrokh Bulsara dalam keluarga yang memiliki garis keturunan darah Persia, Freddie Mercury (Rami Malek) menghabiskan awal mudanya dengan menjadi seorang kuli angkut di Bandara Heathrow, London, Inggris. Nasib – dan kemampuan vokalnya yang fantastis – kemudian mempertemukannya dengan Brian May (Gwilym Lee), Roger Taylor (Ben Hardy), dan John Deacon (Joseph Mazello) yang tergabung dalam sebuah kelompok band bernama Smile dan lantas mengajaknya untuk bergabung. Mengawali karir mereka dengan tampil di berbagai kampus dan klub malam, atas usul Freddie Mercury, band tersebut kemudian mengubah nama mereka menjadi Queen dan segera mendapatkan kontrak rekaman dari EMI Records. Berbekal musik yang eksentrik dan lirik lagu yang tajam, Queen segera mendapatkan perhatian dari jutaan penikmat musik di seluruh dunia. Seperti yang dapat ditebak, popularitas tersebut mulai mempengaruhi kehidupan pribadi masing-masing personel Queen. Hubungan persahabatan antara Freddie Mercury, Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon mulai merenggang dan bahkan membuat Freddie Mercury mulai mempertimbangkan untuk mengakhiri karir musiknya bersama dengan Queen. Continue reading Review: Bohemian Rhapsody (2018)

Advertisements

Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Maze Runner: The Death Cure adalah film ketiga dari seri film Maze Runner yang diadaptasi dari seri buku berjudul sama karya James Dashner. Berdasarkan naskah cerita yang masih ditulis oleh penulis naskah The Maze Runner (2014) dan Maze Runner: The Scorch Trials (2015), T. S. Nowlin, Maze Runner: The Death Cure melanjutkan perjalanan kisah karakter-karakternya tepat dimana pengisahan film sebelumnya berakhir. Thomas (Dylan O’Brien), Newt (Thomas Brodie-Sangster), dan Frypan (Dexter Darden) berusaha untuk mencari dan menemukan teman mereka, Minho (Ki Hong Lee) yang diculik dan dijadikan kelinci percobaan oleh kelompok WCKD pimpinan Ava Paige (Patricia Clarkson). Usaha tersebut sempat menemui jalan buntu dan hampir mengambil nyawa ketiganya jika mereka tidak bertemu dengan Jorge (Giancarlo Esposito) dan Brenda (Rosa Salazar) yang menyelamatkan dan kemudian bergabung dengan perjalanan mereka. Tantangan tidak bertambah mudah namun Thomas dan teman-temannya telah bertekad untuk menyelamatkan Minho sekaligus meruntuhkan kekuasaan WCKD. Continue reading Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Review: King Arthur: Legend of the Sword (2017)

Kisah King Arthur dan pedang legendarisnya, Excalibur, jelas merupakan salah satu kisah yang familiar bagi kebanyakan umat manusia yang ada di permukaan Bumi. Tidak hanya popular, kisah tersebut bahkan telah berulangkali diadaptasi dalam berbagai bentuk media, mulai dari buku, serial televisi, animasi, drama panggung, video permainan hingga, tentu saja, film – yang bahkan tercatat pernah menampilkan cerita tentang King Arthur semenjak era film bisu di tahun 1904. Yang teranyar, sutradara asal Inggris, Guy Ritchie (The Man from U.N.C.L.E., 2015), berusaha memberikan interpretasinya sendiri atas kisah mitologi Britania Raya tersebut lewat King Arthur: Legend of the Sword. Lantas, apa yang dapat ditawarkan oleh Ritchie pada pengisahan King Arthur miliknya? Cukup banyak, ternyata. Continue reading Review: King Arthur: Legend of the Sword (2017)

Review: The Dark Knight Rises (2012)

Ketika dirilis pada tahun 2005, Batman Begins yang diarahkan oleh Christopher Nolan berhasil membersihkan imej karakter pahlawan tersebut dari kegagalan besar yang disebabkan oleh Joel Schumacher dengan Batman & Robin (1997) yang sempat dianggap telah mematikan potensi perkembangan franchise tersebut secara keseluruhan. Tidak hanya itu, atmosfer kelam dan cenderung depresif yang ditampilkan dalam penceritaan Batman Begins yang diarahkan Nolan kemudian memberikan pengaruh besar bagi banyak adaptasi kisah-kisah superhero yang muncul setelahnya, bahkan hingga saat ini. Kini, tujuh tahun setelah perilisan Batman Begins dan empat tahun selepas perilisan sekuelnya, The Dark Knight (2008), yang fenomenal itu, Nolan melengkapi trilogi The Dark Knight-nya dengan merilis The Dark Knight Rises: sebuah bagian yang nantinya mungkin akan dikenal sebagai bagian terkelam, termegah sekaligus terambisius dari trilogi The Dark Knight arahan Nolan. Tapi apakah The Dark Knight Rises akan menjadi bagian terbaik?

Continue reading Review: The Dark Knight Rises (2012)

Review: Blitz (2011)

Seperti yang Anda dan seluruh dunia tahu, sebuah film yang dibintangi Jason Statham adalah sebuah film bergenre action yang tanpa terlalu mempedulikan kehadiran plot cerita dimana Statham akan berperan menjadi seorang pria jantan yang tidak mengenal aturan dan belas kasihan dalam memberikan pelajaran pada mereka yang telah berani mengganggu kehidupannya atau orang-orang yang dikasihinya – bahkan dalam Gnomeo and Juliet ia memerankan karakter tersebut. Bukan sesuatu hal yang buruk, sebenarnya. Statham telah tumbuh dan melekat di benak banyak penonton film dunia menjadi seorang ikon bintang laga yang mampu menghadirkan deretan adegan action yang begitu memukau. Bahkan Anda akan merindukannya ketika deretan adegan tersebut absen di dalam jalan cerita. Seperti yang akan Anda rasakan ketika menyaksikan Blitz, sebuah film dimana Jason Statham menghabiskan waktunya tidak untuk berkelahi, melainkan berdialog panjang lebar dengan karakter-karakter lainnya.

Continue reading Review: Blitz (2011)