Tag Archives: Adriyanto Dewo

Review: Mudik (2020)

Di tengah keriuhan arus kendaraan di musim mudik tahun 2018, pasangan suami istri, Firman (Ibnu Jamil) dan Aida (Putri Ayudya), tengah berjuang agar mereka dapat tiba di kampung halaman menjelang malam Lebaran sembari dibebani ketegangan akan pemikiran tentang pernikahan mereka yang sedang bermasalah. Sebuah permasalahan baru ternyata menghampiri keduanya ketika mobil yang mereka kendarai terlibat dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara motor. Berniat bertanggungjawab, Firman dan Aida lantas berkunjung ke rumah duka dan bertemu dengan Santi (Asmara Abigail). Tidak disangka, perkenalan dengan ibu dari satu orang anak tersebut kemudian memberikan sudut cerita baru bagi perjalanan pernikahan Firman dan Aida – sebuah bagian cerita yang memantik bom waktu dari permasalahan rumah tangga yang selama ini telah coba diredam oleh keduanya. Continue reading Review: Mudik (2020)

Review: Sanubari Jakarta (2012)

Berapa banyak cerita yang dapat Anda cerna dalam durasi 106 menit? Berbeda dari kebanyakan omnibus yang saat ini sedang menjamur di layar bioskop Indonesia, Sanubari Jakarta menghadirkan sepuluh cerita sekaligus kepada penontonnya dalam benang merah tema cerita yang berkisah mengenai persoalan yang dihadapi oleh kaum Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender di kota Jakarta, Indonesia. Kehadiran sepuluh cerita dalam durasi 106 menit jelas saja tidak akan memberikan ruang yang cukup bagi setiap cerita untuk bergerak bebas dalam mengembangkan dirinya. Ditambah dengan fakta bahwa tidak seluruh cerita yang hadir mampu memberikan kesan yang kuat dan cenderung datar pada kebanyakan bagian ceritanya, mengakibatkan Sanubari Jakarta justru terkesan bertele-tele dalam penyampaiannya.

Continue reading Review: Sanubari Jakarta (2012)

Review: Hi5teria (2012)

Seperti yang dilakukan oleh beberapa praktisi film Indonesia pada FISFiC Vol. 1 yang dirilis pada akhir tahun lalu, produser Chand Parwez Servia bersama dengan sutradara Upi Avianto juga mengumpulkan beberapa talenta muda untuk mengarahkan film-film pendek bertemakan horor dan thriller untuk kemudian ditampilkan dalam satu presentasi. Walau sama sekali belum pernah mengarahkan film layar lebar, nama-nama sutradara yang karyanya turut disertakan dalam Hi5teria sendiri bukanlah nama-nama yang baru pertama kali berkenalan dengan industri film. Tercatat, Adriyanto Dewo, Chairun Nisa, Billy Christian, Nicho Yudifar dan Harvan Agustriansyah lebih dahulu dikenal sebagai penghasil film pendek dengan beberapa diantaranya bahkan mampu membawa karya mereka melangkah lebih jauh di tingkat persaingan dunia.

Continue reading Review: Hi5teria (2012)