Review: Prince of Persia: The Sands of Time (2010)

Ketika Walt Disney Pictures pertama kali mengumumkan rencananya bekerjasama dengan Jerry Bruckheimer untuk mengubah salah satu theme park di Disneyland menjadi sebuah film, tentu tidak akan ada yang menyangka bahwa Pirates of the Caribbean akan menjadi sebuah film yang selain menyenangkan untuk dilihat, juga memberikan keuntungan luar biasa bagi rumah produksi tersebut. Sekarang, Disney dan Bruckheimer kembali bekerjasama untuk memberikan sebuah petualangan baru bagi para penontonnya. Kali ini, bukan untuk menggubah sebuah theme park, melainkan sebuah permainan video game populer, Prince of Persia.

Continue reading Review: Prince of Persia: The Sands of Time (2010)

Advertisements

Review: Repo! The Genetic Opera (2008)

Layaknya sebuah penampilan opera, Repo! The Genetic Opera berusaha memaparkan jalan ceritanya yang bernuansa horror lewat serangkaian lagu-lagu bernuansa rock yang ditampilkan oleh sutradara Darren Lynn Bousman di sepanjang film ini. Bagi penggemar film-film horror tentu telah mengenal nama Bousman yang sebelumnya pernah menyutradarai film Saw II, Saw III dan Saw IV.

Continue reading Review: Repo! The Genetic Opera (2008)

Review: The Descent Part 2 (2009)

Ketika pertama kali dirilis pada tahun 2005, banyak penggemar film dunia yang tidak berharap banyak pada kehadiran The Descent. Wajar saja, seperti halnya tema vampire pada beberapa tahun belakangan, tema zombie dan makhluk-makhluk aneh lainnya memang sedang banyak ditampilkan oleh banyak sineas film horror dunia pada waktu itu.

Continue reading Review: The Descent Part 2 (2009)

Review: Shrek: The Final Chapter (2010)

Semenjak petualangannya dimulai sembilan tahun lalu, para penggemar animasi telah melihat Shrek tumbuh menjadi seorang yang berbeda. Pada awalnya sebagai seorang monster yang menakutkan semua orang, Shrek kemudian berubah menjadi seorang monster yang telah menjadi favorit semua orang setelah ia menyelamatkan Puteri Fiona. Namun, tetap saja, di dalam diri Shrek sebenarnya, ia merindukan kebebasan dan keliaran dari seorang monster sejati seperti yang pernah ia dapat dulu sebelum bertemu Fiona.

Continue reading Review: Shrek: The Final Chapter (2010)

Review: A Nightmare on Elm Street (2010)

Freddy Krueger is back! Setelah terakhir kali difilmkan oleh sutradara Ronny Yu lewat Freddy vs. Jason pada tahun 2003, kini Michael Bay dengan perusahaan produksinya, Platinum Dunes, kembali memfilmkan salah seorang karakter horror paling populer di Hollywood ini dengan maksud melakukan reboot terhadap franchise A Nightmare on Elm Street yang pertama kali dirilis pada tahun 1984 dengan Wes Craven sebvagai sutradaranya.

Continue reading Review: A Nightmare on Elm Street (2010)

Review: Brothers (2009)

Brothers adalah sebuah film drama bertema perang yang disutradarai oleh Jim Sheridan, yang mungkin sebelumnya banyak dikenal atas karya-karyanya seperti My Left Foot dan In America. Brothers sendiri merupakan versi remake dari film drama Denmark yang berjudul sama (Brødre), yang disutradarai oleh Susanne Bier dan meraih banyak pujian dari kritikus film dunia ketika dirilis pada tahun 2004 yang lalu.

Continue reading Review: Brothers (2009)

Review: Me and Orson Welles (2009)

Sama seperti halnya dengan Robert Pattinson, yang berusaha kuat untuk melepaskan image bintang tampan yang dicintai oleh banyak penggemar wanita karena penampilannya dalam seri Twilight, Zac Efron juga mengalami hal yang sama pasca penampilannya dalam seri High School Musical. Tentu saja, mereka tidak memerlukan penampilan yang akan menambah jumlah penggemar berat mereka. Mereka lebih ingin mendapatkan pengakuan dari para kritikus film dunia bahwa mereka memiliki bakat akting, daripada sekedar berwajah tampan, yang layak untuk diakui keberadaannya.

Continue reading Review: Me and Orson Welles (2009)

Review: Baby Mama (2008)

Setelah sekian lama bekerjasama dalam Saturday Night Live, aktris Tina Fey dan Amy Poehler akhirnya memiliki kesempatan untuk bermain bersama dalam sebuah film layar lebar. Memang, ini bukanlah film pertama yang menampilkan mereka berdua. Poehler pernah tampil sebagai cameo dalam Mean Girls, yang ditulis dan dibintangi oleh Fey. Baby Mama adalah film pertama dimana keduanya berada di posisi sebagai bintang utama.

Continue reading Review: Baby Mama (2008)

Review: Kick-Ass (2010)

How come nobody’s ever tried to be a superhero? Begitulah pemikiran yang berada di kepala Dave Lizewski (Aaron Johnson) sebelum ia akhirnya memilih untuk mengenakan sebuah kostum dan merubah dirinya menjadi seorang pahlawan super dengan nama Kick-Ass, walaupun ia sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa-apa. Seorang penggemar komik sejati, Dave merasa penasaran mengapa dari sekian banyak penggemar kisah-kisah bertema pahlawan super di dunia, tidak ada satupun yang ingin mencoba menjadi salah satu diantara pahlawan super tersebut dan melakukan perbuatan terpuji dengan membantu umat manusia.

Continue reading Review: Kick-Ass (2010)

Review: The Losers (2010)

Sylvain White, sutradara dari film I’ll Always Know What You Did Last Summer (2006) — sekuel I Know What You Did Last Summer yang langsung dirilis ke DVD — dan kemudian mencoba naik kelas dengan menyutradarai sebuah film drama yang bertema tarian, Stomp The Yard (2007), mencoba menyutradarai sebuah film action yang diadaptasi dari sebuah seri komik rilisan Vertigo, The Losers. Terdengar aneh? Sangat! Apakah berhasil? You’ll be the judge.

Continue reading Review: The Losers (2010)

Review: Married Life (2008)

Tidak akan ada yang menyangkal bahwa pernikahan adalah suatu hal yang mudah. Mempertahankan pernikahan tersebut, dan tetap mencintai pasangan Anda setelah beberapa tahun lamanya, mungkin adalah bagian tersulit dari pernikahan itu sendiri. Itu yang coba dipaparkan oleh sutradara Ira Sachs lewat film yang diadaptasi dari novel berjudul Five Roundabouts to Heaven karya John Bingham ini, Married Life.

Continue reading Review: Married Life (2008)

Review: The Square (2008)

Jika saja Raymond Yale (David Roberts) tahu perselingkuhannya dengan Carla Smith (Claire van der Bloom) akan berujung pada serentetan tragedi, mungkin Raymond akan memilih untuk setia dengan pernikahannya yang dinilainya sudah hambar itu. Namun, mungkin tidak akan ada pria yang mampu menolak daya tarik seorang Carla yang cantik, walaupun juga telah memiliki suami tersebut.

Continue reading Review: The Square (2008)

Review: Robin Hood (2010)

Legenda mengenai sang pahlawan rakyat kecil, Robin Hood, kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini, kisah legendaris tersebut diarahkan oleh sutradara peraih nominasi Academy Award, Ridley Scott, dengan bintang peraih Academy Award, Russel Crowe, berperan sebagai sang tokoh utama. Seiring dengan perubahan fokus cerita, film yang tadinya akan diberi judul Nottingham ini kemudian diubah oleh Scott menjadi Robin Hood.

Continue reading Review: Robin Hood (2010)

Advertisements

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar