Review: Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)

Alangkah Lucunya (Negeri Ini) adalah sebuah film komedi satir yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Film ini sendiri merupakan film pertama Deddy setelah sukses mengarahkan sekuel Naga Bonar, Naga Bonar (Jadi) 2, pada tahun 2007 lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh Musfar Yasin (Ketika, Kiamat Sudah Dekat), film ini menampilkan permainan akting dari beberapa pemenang Piala Citra seperti Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo dan Reza Rahadian.

Continue reading Review: Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)

Advertisements

First Look: The Human Centipede (First Sequence)

The Human Centipede (First Sequence) mungkin adalah salah satu film horror yang paling banyak dibicarakan di internet saat ini. Bukan apa-apa, tema yang dibawakan film ini sendiri mungkin adalah sebuah tema yang pertama kali dibawa ke layar lebar. Dengan ide yang absurd namun tak serta merta meninggalkan kadar sadisme yang luar biasa, menjadikan The Human Sequence (First Sequence) sebagai salah satu film horror yang paling ditunggu oleh para penggemar genre tersebut saat ini.

Continue reading First Look: The Human Centipede (First Sequence)

Review: The Men Who Stare at Goats (2009)

The Men Who Stare at Goats adalah sebuah film komedi yang disutradarai oleh Grant Heslov dan menceritakan mengenai pasukan militer Amerika Serikat yang mencoba memasukkan unsur mistis sebagai bagian strategi mereka dalam berperang. Sedikit terdengar aneh, namun film ini sendiri merupakan adaptasi dari sebuah buku berjudul sama karya Jon Ronson atas penelitian yang dilakukan oleh seorang pembuat film dokumenter John Sergeant.

Continue reading Review: The Men Who Stare at Goats (2009)

Review: The Book of Eli (2010)

Sembilan tahun setelah merilis film terakhirnya, From Hell, duo sutradara Allen dan Albert Hughes kembali berada di balik layar untuk menghasilkan karya terbaru mereka, The Book of Eli. Tidak main-main, film yang naskahnya dikerjakan oleh Gary Whitta ini, mempertemukan dua aktor senior, Denzel Washington dan Gary Oldman, dalam sebuah cerita yang berlatar belakang masa sesudah kehancuran Bumi.

Continue reading Review: The Book of Eli (2010)

Review: Cinta 2 Hati Dilema… (2010)

Terjadi sedikit kebingungan mengenai bagaimana urutan judul film ini sebenarnya. Lembaga Sensor Film menuliskan film ini sebagai Dilema Cinta 2 Hati, sementara situs resmi film ini sendiri memuatnya sebagai Cinta 2 Hati Dilema… Film ini sendiri merupakan debut akting dari vokalis pria, Afgan, yang sepertinya juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi album terbarunya yang baru saja rilis, The One.

Continue reading Review: Cinta 2 Hati Dilema… (2010)

Review: Bebek Belur (2010)

Dying is easy. Comedy is hard. Untuk membuat sekelompok orang tertawa ketika menyaksikan Anda melucu adalah lebih sulit daripada untuk membuat sekelompok orang bersedih ketika melihat Anda sengsara. Khususnya di Indonesia, dimana hampir seluruh film komedi yang ada, harus diasosikan dengan imej wanita-wanita berpakaian minim dan guyonan-guyonan (yang tidak lucu) kasar tentang seks.

Continue reading Review: Bebek Belur (2010)

Review: My Name is Khan (2010)

Selepas terjadinya tragedi 9/11, dimana pemerintah Amerika Serikat langsung menuduh keberadaan golongan ekstrimis Muslim Al-Qaeda yang berada di balik peristiwa tersebut, tak pelak membuat perubahan cara pandang terhadap setiap warga Muslim yang berada disana. Bagi sebagian mereka yang memiliki cara pandang sempit, warga Muslim yang berada di sekitar mereka tentu akan dipandang sebagai bagian dari sebuah ancaman terorisme pula.

Continue reading Review: My Name is Khan (2010)

Review: W. (2008)

Ketika sutradara Oliver Stone mengumumkan rencananya untuk membuat sebuah film biografi mengenai Presiden Amerika Serikat ke-43, George Walker Bush, semua orang menjadi penasaran dengan film seperti apa yang akan dihasilkannya. Selain karena ingin tahu bagaimana sudut pandang Stone terhadap Bush, para penggemar dan kritikus film dunia juga sepertinya ingin melihat sesuatu yang ‘berani’ dari Stone, seperti yang sering ia perlihatkan di awal karirnya.

Continue reading Review: W. (2008)

Review: Fahrenheit 9/11 (2004)

Selepas meraih kesuksesan luar biasa lewat film dokumenternya, Bowling for Columbine di tahun 2002, sutradara Michael Moore kembali menimbulkan kontroversi lewat film dokumenter terbarunya, Fahrenheit 9/11. Kontroversi yang ditimbulkan film ini bahkan lebih besar daripada Bowling for Columbine, mengingat tema dari film ini yang menyinggung masalah yang sangat sensitif bagi kebanyakan warga Amerika Serikat yakni masalah pemboman World Trade Center pada 9 September 2001 dan masalah peperangan Irak.

Continue reading Review: Fahrenheit 9/11 (2004)

Review: Clash of the Titans (2010)

Setelah merilis Percy Jackson and the Lightning Thief di awal tahun, Hollywood sepertinya masih belum selesai untuk kembali melakukan eksplorasi pada berbagai kisah mitologi Yunani. Kini, dibawah arahan sutradara Louis Leterrier, rumah produksi Warner Bros. melakukan remake terhadap film bertema mitologi Yunani yang sebelumnya sempat dirilis dan sukses pada tahun 1981, Clash of the Titans.

Continue reading Review: Clash of the Titans (2010)

Review: Mother (2009)

Tahun 2009 mungkin dapat dikatakan sebagai salah satu tahun yang paling membanggakan bagi industri film Korea Selatan. Bagaimana tidak, dua film mereka, yang sama-sama bergenre thriller, mendapat rekognisi luas dan pujian dari banyak kritikus film dunia. Thirst, sebuah thriller dengan tema vampire yang sedang populer, banyak digambarkan sebagai jawaban yang jauh lebih baik dari Korea Selatan atas Twilight. Sementara Mother, berhasil menjadi film unggulan Korea Selatan untuk bersaing di kategori Best Foreign Language di ajang The 82nd Academy Awards yang lalu, walaupun akhirnya harus gagal di tahap penyeleksian akhir.

Continue reading Review: Mother (2009)

Review: Bowling for Columbine (2002)

Bowling for Columbine adalah sebuah film dokumenter karya sutradara Michael Moore yang dirilis pada tahun 2002. Film ini adalah film pertama yang membawa nama Michael Moore ke kancah internasional ketika Bowling for Columbine tidak hanya berhasil menjadi film dokumenter terlaris sepanjang masa (sebelum akhirnya disisihkan film Michael Moore lainnya, Fahrenheit 9/11), namun juga berhasil memenangkan banyak penghargaan termasuk Academy Award untuk Best Documentary Feature.

Continue reading Review: Bowling for Columbine (2002)

Review: Boy A (2007)

Boy A adalah sebuah film drama asal Inggris yang disutradarai oleh John Crowley. Naskah film ini sendiri diadaptasi dari sebuah novel sukses karya Jonathan Trigell yang berjudul sama, dan terinspirasi dari kisah nyata mengenai pembunuhan seorang bocah berusia 2 tahun oleh dua orang anak laki-laki berusia 10 tahun yang pernah terjadi di Liverpool, Inggris pada tahun 1993.

Continue reading Review: Boy A (2007)

Advertisements

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar