Review: Robin Hood (2010)

Legenda mengenai sang pahlawan rakyat kecil, Robin Hood, kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini, kisah legendaris tersebut diarahkan oleh sutradara peraih nominasi Academy Award, Ridley Scott, dengan bintang peraih Academy Award, Russel Crowe, berperan sebagai sang tokoh utama. Seiring dengan perubahan fokus cerita, film yang tadinya akan diberi judul Nottingham ini kemudian diubah oleh Scott menjadi Robin Hood.

Continue reading Review: Robin Hood (2010)

Advertisements

Review: Dorian Gray (2009)

Walau hanya memiliki satu karya novel yang pernah diterbitkan ke publik umum, namun karya Oscar Wilde, The Picture of Dorian Gray, mungkin merupakan salah satu karya yang cukup banyak berpengaruh di dunia sastra. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1890, The Picture of Dorian Gray telah banyak diadaptasi ke berbagai bentuk media seperti teater, seni tari hingga film. Tahun lalu, sutradara Inggris, Oliver Parker, juga mengadaptasi kisah tersebut ke dalam sebuah bentuk film yang dibintangi oleh Ben Barnes dan diberi judul Dorian Gray.

Continue reading Review: Dorian Gray (2009)

Review: Defendor (2010)

Jika Hollywood menguasai Twitter, dan trending topic merupakan daftar tema-tema film yang paling banyak difavoritkan saat ini, maka tema “manusia biasa yang berusaha menjadi seorang pahlawan super” mungkin berada di lima besar daftar tersebut. Sebuah film berjudul Special pernah dirilis dengan tema tersebut pada tahun 2006. Jangan lupa, Kick-Ass yang sepertinya dinanti-nanti semua orang itu. Beberapa waktu mendatang, Anda juga akan melihat komedian Rainn Wilson berusaha menjadi seorang pahlawan super didampingi Ellen Page dan Liv Tyler dalam Super.

Continue reading Review: Defendor (2010)

Review: Did You Hear About the Morgans? (2009)

Did You Hear About the Morgans? adalah sebuah film drama komedi yang dibintangi oleh Hugh Grant dan Sarah Jessica Parker. Film ini disutradarai, dan ditulis naskah ceritanya, oleh Marc Lawrence, yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Grant dalam dua film sebelumnya, Two Weeks Notice (2002) dan Music and Lyrics (2007).

Continue reading Review: Did You Hear About the Morgans? (2009)

Review: Hari Untuk Amanda (2010)

Hari Untuk Amanda adalah sebuah film drama yang diarahkan oleh sutradara muda, Angga Dwimas Sasongko. Film ini pada awalnya akan dirilis tahun lalu, namun karena beberapa hal, Hari Untuk Amanda kemudian mengalami penundaaan rilis hingga awal tahun ini — yang mungkin sedikit menjelaskan mengapa gaya rambut Reza Rahardian berbeda antara poster dengan filmnya.

Continue reading Review: Hari Untuk Amanda (2010)

Review: A Prophet (2009)

Film asal Perancis, A Prophet, mengisahkan mengenai Malik El Djebena (Tahar Rahim) yang masih berusia 19 tahun ketika ia dijebloskan ke dalam penjara. Atas tindakannya memukul seorang polisi, Malik terpaksa harus menerima hukuman selama 6 tahun penjara. Di dalam penjara, tanpa pengetahuan dan buta huruf, tidak akan ada seorangpun yang mampu menyelamatkannya kecuali keberuntungan, yang jelas-jelas bukanlah suatu hal yang akan datang dengan sendirinya. Keberuntungan di dalam penjara, sama halnya di dunia luar, adalah sesuatu yang harus dicapai dengan kerja keras.

Continue reading Review: A Prophet (2009)

Review: Demi Dewi (2010)

Demi Dewi adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh Charles Ghazali. Dibintangi oleh Wulan Guritno dan Winky Wiryawan, Demi Dewi sepertinya mencoba untuk menggabungkan antara sebuah kisah drama keluarga dengan menyisipkan beberapa adegan action di dalamnya.

Continue reading Review: Demi Dewi (2010)

Review: Anything for Her (2008)

Memiliki judul asli Pour Elle, Anything for Her adalah sebuah drama thriller asal Perancis yang menjadi debut penyutradaraan bagi sutradara Fred Cavayé. Sutradara film pemenang Academy Award, Crash, Paul Haggis, baru-baru ini menyelesaikan proses pengambilan gambar untuk remake film ini, yang diberinya judul The Next Three Days dan dibintangi oleh Russell Crowe dan Elizabeth Banks untuk dirilis akhir tahun ini.

Continue reading Review: Anything for Her (2008)

Review: The Bounty Hunter (2010)

The Bounty Hunter adalah sebuah film drama komedi romantis, yang juga menyelipkan beberapa adegan action di dalam jalan ceritanya, dan disutradarai oleh Andy Tennant. Nama tersebut terdengar familiar? Tentu saja, Tennant adalah sutradara yang dapat dinilai cukup berpengalaman dalam menangani genre semacam ini mengingat resumenya yang berisi film-film bertema serupa seperti Ever After (1998), Sweet Home Alabama (2002) dan Hitch (2005).

Continue reading Review: The Bounty Hunter (2010)

Review: Agora (2009)

Apakah agama akan selalu bersinggungan dengan ilmu pengetahuan? Atau kedua sisi tersebut harus benar-benar dipisahkan antara satu sama lain? Tema tersebut mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk mendiskusikannya. Sutradara asal Spanyol, Alejandro Amenábar (The Others, 2001) mencoba memaparkan sedikit mengenai hal ini berdasarkan kisah historis mengenai Hypatia, seorang filsuf wanita dari era Mesir kuno, dalam film terbarunya, Agora.

Continue reading Review: Agora (2009)

Review: A Single Man (2009)

Setelah 16 tahun saling berhubungan, George Falconer (Colin Firth), seorang dosen Sastra Inggris, harus mendengar fakta pahit bahwa kekasihnya, Jim (Matthew Goode), meninggal dunia secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil. Kemuraman dan rasa hampa pun akhirnya mewarnai hari-hari George setelah ditinggal Jim. Kehampaan yang menyelimuti dirinya selama delapan bulan terakhir itulah yang akhirnya membimbing George untuk memutuskan bahwa bunuh diri mungkin adalah jalan terbaik bagi dirinya.

Continue reading Review: A Single Man (2009)

Review: Chloe (2010)

Sutradara asal Kanada, Atom Egoyan, memang lebih banyak dikenal sebagai seorang sutradara yang lebih banyak memberikan film-film bertema art-house daripada film-film komersial yang seringkali dirilis murni untuk mencari keuntungan belaka. Walau begitu, bukan berarti Egoyan tidak berani untuk mencoba sesuatu yang bersifat komersial. Chloe adalah sebuah usaha Egoyan untuk mencampurkan teknik penyutradaraan art-house yang sering ia terapkan, dengan sisi komersialisme untuk dapat dinikmati oleh publik umum.

Continue reading Review: Chloe (2010)

Review: Iron Man 2 (2010)

Baiklah… mari sama-sama mengucapkan selamat datang kepada musim panas. Musim dimana Hollywood akan berusaha mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menarik minat para pecinta film dunia untuk datang memenuhi bioskop-bioskop terdekat dengan merilis berbagai film-film blockbuster. Tahun ini, Hollywood resmi menyambut datangnya musim panas dengan merilis salah satu sekuel paling ditunggu tahun ini, Iron Man 2.

Continue reading Review: Iron Man 2 (2010)

Advertisements

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar