Review: The Private Lives of Pippa Lee (2009)

Ada banyak kejutan yang ditawarkan film The Private Lives of Pippa Lee. Selain deretan nama-nama besar jajaran aktris dan aktor pendukungnya, film ini ternyata memiliki naskah cerita yang cukup kuat sebagai sebuah film drama yang dibalut dengan sedikit dark comedy.

Continue reading Review: The Private Lives of Pippa Lee (2009)

Advertisements

Review: Cop Out (2010)

Walau tampak seperti dua orang yang tak dapat disatukan, Jimmy Monroe (Bruce Willis) dan Paul Hodges (Stacy Morgan) adalah dua orang polisi yang telah saling bekerjasama selama sembilan tahun di New York Police Department. Kini, setelah sembilan tahun saling bekerjasama, dan tepat di hari mereka sedang merayakan tahun kesembilan hubungan kerjasama mereka, berbagai masalah sepertinya belum mau pergi jauh dari kedua orang polisi ini.

Continue reading Review: Cop Out (2010)

Review: Dear John (2010)

Dear John adalah sebuah film drama romantis yang diadaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama karya novelis asal Amerika Serikat, Nicholas Sparks. Disutradarai oleh Lasse Hallström, film ini menjadi film kelima Hollywood yang mengadaptasi karya Sparks setelah Message in a Bottle (1999), A Walk to Remember (2002), The Notebook (2004) dan Nights in Rodanthe (2008).

Continue reading Review: Dear John (2010)

Review: Peacock (2010)

Peacock adalah sebuah film thriller yang disutradarai oleh Michael Lander. Film yang dibintangi oleh Cillian Murphy, Ellen Page dan Susan Sarandon ini pada awalnya akan dirilis pada akhir 2009 lalu oleh Mandate Pictures. Entah kenapa, perilisan film ini akhirnya mengalami beberapa kali penundaan. Peacock akhirnya malah kemudian langsung dirilis dalam format DVD pada akhir April 2010.

Continue reading Review: Peacock (2010)

Review: Menebus Impian (2010)

Menebus Impian adalah sebuah film drama terbaru karya sutradara pemenang Piala Citra, Hanung Bramantyo. Film ini sendiri sempat menjadi pembicaraan hangat di beberapa forum internet karena kabar yang mengatakan pendanaan film ini berasal dari sebuah perusahaan Multi Level Marketing yang ingin menjadikan film ini sebagai bagian promosinya.

Continue reading Review: Menebus Impian (2010)

Review: Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)

Alangkah Lucunya (Negeri Ini) adalah sebuah film komedi satir yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Film ini sendiri merupakan film pertama Deddy setelah sukses mengarahkan sekuel Naga Bonar, Naga Bonar (Jadi) 2, pada tahun 2007 lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh Musfar Yasin (Ketika, Kiamat Sudah Dekat), film ini menampilkan permainan akting dari beberapa pemenang Piala Citra seperti Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo dan Reza Rahadian.

Continue reading Review: Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)

First Look: The Human Centipede (First Sequence)

The Human Centipede (First Sequence) mungkin adalah salah satu film horror yang paling banyak dibicarakan di internet saat ini. Bukan apa-apa, tema yang dibawakan film ini sendiri mungkin adalah sebuah tema yang pertama kali dibawa ke layar lebar. Dengan ide yang absurd namun tak serta merta meninggalkan kadar sadisme yang luar biasa, menjadikan The Human Sequence (First Sequence) sebagai salah satu film horror yang paling ditunggu oleh para penggemar genre tersebut saat ini.

Continue reading First Look: The Human Centipede (First Sequence)

Review: The Men Who Stare at Goats (2009)

The Men Who Stare at Goats adalah sebuah film komedi yang disutradarai oleh Grant Heslov dan menceritakan mengenai pasukan militer Amerika Serikat yang mencoba memasukkan unsur mistis sebagai bagian strategi mereka dalam berperang. Sedikit terdengar aneh, namun film ini sendiri merupakan adaptasi dari sebuah buku berjudul sama karya Jon Ronson atas penelitian yang dilakukan oleh seorang pembuat film dokumenter John Sergeant.

Continue reading Review: The Men Who Stare at Goats (2009)

Review: The Book of Eli (2010)

Sembilan tahun setelah merilis film terakhirnya, From Hell, duo sutradara Allen dan Albert Hughes kembali berada di balik layar untuk menghasilkan karya terbaru mereka, The Book of Eli. Tidak main-main, film yang naskahnya dikerjakan oleh Gary Whitta ini, mempertemukan dua aktor senior, Denzel Washington dan Gary Oldman, dalam sebuah cerita yang berlatar belakang masa sesudah kehancuran Bumi.

Continue reading Review: The Book of Eli (2010)

Review: Cinta 2 Hati Dilema… (2010)

Terjadi sedikit kebingungan mengenai bagaimana urutan judul film ini sebenarnya. Lembaga Sensor Film menuliskan film ini sebagai Dilema Cinta 2 Hati, sementara situs resmi film ini sendiri memuatnya sebagai Cinta 2 Hati Dilema… Film ini sendiri merupakan debut akting dari vokalis pria, Afgan, yang sepertinya juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi album terbarunya yang baru saja rilis, The One.

Continue reading Review: Cinta 2 Hati Dilema… (2010)

Review: Bebek Belur (2010)

Dying is easy. Comedy is hard. Untuk membuat sekelompok orang tertawa ketika menyaksikan Anda melucu adalah lebih sulit daripada untuk membuat sekelompok orang bersedih ketika melihat Anda sengsara. Khususnya di Indonesia, dimana hampir seluruh film komedi yang ada, harus diasosikan dengan imej wanita-wanita berpakaian minim dan guyonan-guyonan (yang tidak lucu) kasar tentang seks.

Continue reading Review: Bebek Belur (2010)

Review: My Name is Khan (2010)

Selepas terjadinya tragedi 9/11, dimana pemerintah Amerika Serikat langsung menuduh keberadaan golongan ekstrimis Muslim Al-Qaeda yang berada di balik peristiwa tersebut, tak pelak membuat perubahan cara pandang terhadap setiap warga Muslim yang berada disana. Bagi sebagian mereka yang memiliki cara pandang sempit, warga Muslim yang berada di sekitar mereka tentu akan dipandang sebagai bagian dari sebuah ancaman terorisme pula.

Continue reading Review: My Name is Khan (2010)

Review: W. (2008)

Ketika sutradara Oliver Stone mengumumkan rencananya untuk membuat sebuah film biografi mengenai Presiden Amerika Serikat ke-43, George Walker Bush, semua orang menjadi penasaran dengan film seperti apa yang akan dihasilkannya. Selain karena ingin tahu bagaimana sudut pandang Stone terhadap Bush, para penggemar dan kritikus film dunia juga sepertinya ingin melihat sesuatu yang ‘berani’ dari Stone, seperti yang sering ia perlihatkan di awal karirnya.

Continue reading Review: W. (2008)

Advertisements

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar